Sinopsis Wild Romance Episode 8

Posted: Sabtu, 10 Maret 2012 by khyunkhyun in Label:
0


Muyeol kaget melihat Jonghee yang datang bersama Sooyung. Jonghee langsung memeluknya, Eunjae lalu tahu kalau orang itu adalah Kang Jonghee-nya Muyeol.
Dongsu mengenalkan Sooyung dan Jonghee pada semua yang ada di situ.
Eunjae shock berat melihat Jonghee ada di sana, sampai-sampai dia nggak sadar sudah menekan bel untuk memanggil pelayan.
Dongsu yang juga kaget akan kedatangan Jonghee bertanya apa yang terjadi. “Aku rindu pada kalian semua. Tidak boleh ya?”jawab Jonghee. ‘Tidak boleh’,kata Eunjae dalam hati. Muyeol masih meragukan alasan Jonghee, “Benarkah? Apa karena kebetulan?”tanya nya. “Tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini.” Eunjae menimpali nya dari dalam hati.
“Sebenarnya aku membaca berita di internet.”jawab Jonghee. “Tuh kan?” Eunjae masih nimbrung (dalam hati). Jonghee melihat berita di internet tentang Park Muyeol menganiaya orang, Park Muyeol mengamuk, dan Park Muyeol di skors. “Sebenarnya apa yang kau lakukan?”
Eunjae yang dari tadi sudah gak senang, menggebrak meja dengan gelasnya. Semuanya kaget dan melihat Eunjae. Eunjae lebih kesal lagi melihat Jonghee yang sok imut. Dongsu bercerita Jonghee kuat sekali minum arak. Akhirnya Eunjae menantang Jonghee untuk minum. Segelas.. Muyeol menyuruh Jonghee minum pelan-pelan saja. Eunjae megiyakan, “betul! Mungkin masih jet lag. Jangan paksa dirimu.” Sekarang giliran Jonghee yang menuangkan arak, “Melihat penampilanmu, kelihatannya kau baru datang dari tempat yang jauh.”kata Jonghee. Eunjae tidak mempedulikan dan terus minum. Muyeol keheranan melihat tingkah mereka berdua.
Eunjae pergi ke toilet bersama Dongah yang sedang muntah-muntah. Yang kuat-kuatan minum Eunjae, kenapa yang muntah Dongah. Dongah memuji Jonghee yang yang ternyata benar-benar kuat minum walaupun terlihat begitu kalem dan tenang. Eunjae kesal dan menendang pintu toilet yang didalamnya ada Dongah.
Eunjae memapah Dongah yang KO karena minum. Dari jauh dia melihat Muyeol yang ngobrol berdua dengan Jonghee.

“Sudah lama tidak bertemu denganmu, kau sudah bertambah tua.”kata Jonghee.
“Cuma hari ini saja.”jawab Muyeol. “Jadi biasanya kau tampan?”ledek Jonghee. “Tampan sekali.” Muyeol menjawab Jonghee yang sudah mabuk.
Eunjae tidak tahan lagi melihat Muyeol dan Jonghee, dia melempar Jonghee kemudian berjalan melewati tengah-tengah mereka berdua sambil teriak memanggil taksi. Hahaha. Eunjae menyuruh Jonghee masuk. Sooyung dan Dongsu juga masuk taksi yang sama.
Sebelum taksinya pergi, Muyeol mendekati Jonghee terlebih dahulu, “Jonghee, pulanglah dulu. Aku akan..” belum sempat Muyeol menyelesaikan kata-katanya, Eunjae sudah menutup pintu taksi. Dan menyuruh taksinya pergi. Muyeol ngomel karena tingkah Eunjae ini.
Sesampainya di rumah, Eunjae masih marah-marah. Lalu dia melihat adiknya yang sedang mengintip ayahnya. Ayahnya sedang telepon, tapi tingkah ayahnya itu seperti orang pacaran yang sedang telpon-telponan. “Hati yang sudah kesepian selama 10 tahun, akhirnya menemukan cinta juga.”komentar Eunjae. Changho heran mendengar kata-kata Eunjae barusan. Eunjae lalu membuka pintu kamar, dan berteriak menyemangati ayahnya agar pantang mundur. Ayah terbengong-bengong karena kaget.
Saat mencuci tangan, Eunjae melihat pantulan wajahnya di cermin, dan berkata “Cinta adalah hal yang misterius”. Eunaje kemudian mencari buku di rak buku Dongah. Di buku itu ada gambar seorang wanita cantik. Sepertinya Eunjae mau mempermak dirinya. Pertama, dia mulai dengan mencukur alisnya, alis kanan aman. Tapi alis kirinya tercukur banyak, alisnya jadi botak. Lalu, Eunaje menggunakan hair dryer untuk rambutnya. Di-blow gitu.. eh malah alisnya yang kepotong kelihatan, akhirnya rambutnya dilepekin lagi. Lalu, dia mengambil bedak, sekalinya nemplokin bedak, Eunjae malah bersin-bersin. Hahaha..
Dan keesokan harinya, terciptalah penampilan baru Eunjae..
Wah, Eunjae pake lipstick. Mana rambutnya lurus. Dia juga bergaya genit dengan menyampirkan rambut ke belakang telinganya (ngerti nggak maksud aku?)
Muyeol juga berpenampilan baru. Keduanya kaget saat bertemu. Eunjae heran, kemana kumis Muyeol. Muyeol juga, dia cuma ngeliatin Eunjae dari atas ke bawah lalu pergi dengan wajah bertanya-tanya.

Sebelum berangkat bibi menghampiri Eunjae, “Terima kasih sudah menemukan Muyeol kami. Aku sangat berterimakasih kepadamu.”kata bibi. Eunjae hanya tertawa menanggapinya. Kemudian Eunjae pergi menyusul Muyeol.
Di lift Eunjae berkomentar kalau parfum Muyeol terlalu menyengat. Muyeol mengecek bau di tangan dan di jasnya. “Kenapa kau bercukur?”tanya Eunjae. “Oh, untuk memulai awal yang baru. Tak ada yang istimewa.”jawab Muyeol. “Awal baru macam apa..”gerutu Eunjae. “Bagaimana menurutmu? Aku keren tidak?”tanya Muyeol lagi. “Lumayan, rapi. Seperti manusia pada layaknya.”jawab Eunjae. Giliran Muyeol yang bertanya, kenapa dengan rambut Eunjae? Eunjae berkata merapikannya sedikit, “Bagaimana menurutmu?”tanya Eunjae malu-malu. “Lumayan. Keren seperti tomboy.”jawab Muyeol. Eunjae gak senang dengan jawaban ini. Lalu Muyeol menyadari ada yang salah dengan alis Eunjae. Eunjae cepat-cepat menutupinya dengan sebelah tangan. Tapi Muyeol langsung menarik tangan Eunjae, “Hei separuh alismu hilang.”

Manager Kim memberikan jadwal untuk Muyeol. Manager Kim juga mengabarkan rumor kalau pembatalan pencekalan Park Muyeol dikarenakan sponsor tim. Manager Kim ingin merilis rekaman itu tanpa menyebutkan nama Kang Jonghee, tapi Muyeol menolaknya. Akhirnya manager Kim dan Muyeol sepakat mereka merahasiakan kasus ini. “Sebelum badai ini reda, aku harap kau bisa lebih berhati-hati.”saran manager Kim.
Dongsu sedang ngobrol bersama wartawan Koh saat Muyeol dan Eunjae masuk ke kantin. Awalnya Muyeol gembira melihat Dongsu, tapi berubah saat melihat ada wartawan Koh di situ. “Muyeol, bukankah ada sesuatu yang ingin kau katakan pada wartawan Koh?”tanya Dongsu. Muyeol tidak mengerti maksud Dongsu. Dongsu juga berkata kalau wartawan Koh juga mau berbicara dengannya. Dongsu meminta mereka berdua bicara sendiri. Dengan sedikit keterpaksaan, akhirnya Muyeol buka suara, “Itu… wartawan Koh… Ini tidak adil! Dia memasang penyadap.” Dongsu langsung menghardiknya, “Park Muyeol!”.
“Terima kasih.”kata Muyeol. “Dia bilang terima kasih.wartawan Koh, giliranmu.”. wartawan Koh juga dengan sedikit terpaksa dan jaim mulai berkata, “Itu.. mungkin aku telah menyinggungmu dalam beberapa hal. Aku juga melakukan beberapa hal yang buruk. Aku minta maaf.” Lalu Dongsu menyuruh mereka untuk bersalaman. Seperti anak kecil yang malu-malu akhirnya mereka bersalaman. Salamannya juga cuman menyentuhkan ujung tangan mereka berdua. “Ya ampun..”kata Muyeol langsung pergi. Eunjae ketawa terbahak-bahak. Dongsu juga ikut ketawa.
Eunjae sedang bergaya di depan ponselnya sambil menunggu Muyeol yang ganti baju untuk mulai pemanasan. Lalu dia menerima telepon dan kemudian berbalik arah dan mengganti bajunya lagi.
Muyeol ternyata janjian dengan Jonghee. Muyeol bertanya pada Eunjae, “bagaimana penampilannya, apa ada yang tersangkut di giginya”tanya Muyeol sambil nyengir. Eunjae tidak mau menjawabnya.
Muyeol duduk terpisah dengan Eunjae, tapi Eunjae mendengarkan pembicaraan mereka.
“Bagaimana bisa kau begitu tampan?”tanya Jonghee. ‘Apa itu? Menggelikan!’ Eunjae berkata dalam hati. “Bukannya selalu? Bagaimana tidurmu?”tanya Muyeol.
“Tidak juga.” Jonghee menimpali. ‘Kalau begitu pulang sana! Tidur! Untuk apa kemari?’kata Eunjae.
Jonghee bertanya siapa Seo Yunyeok. Muyeol kaget. Jonghee mendengar dari Dongsu dan Sooyung kalau Seo Yunyeok menjelek-jelekannya. Jonghee juga bertanya dimana dia sekarang, dia ingin tahu siapa dia sebenarnya.
Yunyeok akan keluar dari rumah sakit. Dia membawa bunga yang sepertinya didapat dari suster-suster yang naksir dia. Jonghee melihat Yunyeok yang sedang berjalan. Muyeol bertanya apa Jonghee mengenal orang itu. Jonghee menjawab dia tidak kenal orang itu sama sekali. “Aku pasti tak akan lupa pria ganteng seperti itu kalau aku pernah bertemu dengannya sebelumnya.” Jonghee menambahkan.

Jonghee kemudian menghampiri Yunyeok, “Keluar dari rumah sakit ya? Selamat!”kata Jonghee ke Yunyeok. Yunyeok menoleh ke Jonghee, “Ya. Terima kasih.”. “Kau kenal aku, tidak?”tanya Jonghee.
“Tidak yakin, aku tidak ingat.”jawab Yunyeok. “Sepertinya begitu. Kita tidak saling kenal, kan? Tapi kenapa kau berbuat seperti itu?” Yunyeok bingung. Tanpa babibu Jonghee mengambil setangkai mawar dari rangkaian mawar yang Yunyeok bawa dan menamparkannya ke wajah Yunyeok. Yunyeok dan suster kaget, “Kenapa dengan wanita itu?” begitu pula dengan Eunjae dan Muyeol.
Muyeol memperingatkan Jonghee untuk tidak mendekati orang itu lagi, karena dia berbahaya. Jonghee menggoda Muyeol, “Apa kau mencemaskanku?”.
“Serius!!”jawab Muyeol. Jonghee lalu menggigit tangan Muyeol. “Mengapa kau jadi marah?”tanya Jonghee sambil cemberut. “Aku tidak marah, aku khawatir kau terluka. Janji kau tidak melakukannya lagi.”jawab Muyeol. “Baik. Kalau begitu kita pergi makan.” Jonghee sudah tidak marah lagi.
Di kursi belakang Eunjae hanya diam dan menundukan kepalanya. Patah hati.
Mereka bertiga pergi makan. Eunjae duduk terpisah dari mereka berdua dan terus melihat Jonghee dengan tatapan tajam. Jonghee merasa tidak enak dilihatin terus, “Kenapa dia terus melihat ke arah sini?”tanya Jonghee ke Muyeol. Muyeol langsung membalikan badannya ke arah Eunjae. Eunjae tidak langsung membuang muka agar tidak ketahuan. Dia pelan pelan menggerakan kepalanya agar tidak menatap ke arah mereka lagi. “Dia memang seperti itu.”kata Muyeol mengomentari sikap Eunjae. Jonghee bertanya apa Muyeol tidak merasa terganggu? Awalnya begitu, tapi sekarang sudah terbiasa. Jonghee pamit ke kamar mandi.
Muyeol menoleh ke Eunjae, bertanya pendapatnya tentang Jonghee. “Sepertinya Jonghee menyukaiku.”kata Muyeol. ‘Yang jelas kau yang tergila-gila padanya.’batin Eunjae. “Mana aku tahu???”kata Eunjae. “Coba pikir. Kau juga seorang perempuan.”. “Bukannya tadi kau bilang aku bukan perempuan.”keluh Eunjae. “Okelah kau seorang wanita. Jadi, bagaimana menurutmu?” Muyeol memaksa. Eunjae diam saja, lalu dia berkata memang Jonghee orang yang lumayan menarik, “Cantik, rendah hati, bergaya, dan kuat minum. Tapi bagaimana mungkin gadis secantik dia masih jomblo sampai sekarang? Negara asing dimana penduduknya bebas nikah sepanjang tahun. Negara dimana hubungan bebas adalah lazim. Entah itu Tom atau Michael, mungkin dia sudah berpacaran dengan mereka.” Eunjae membuat Muyeol down.
Mereka bertiga pergi ke supermarket. Jonghee sedang memilih mug. Muyeol memperhatikan Jonghee, melihat jari tangannya lebih tepatnya. Jonghee bertanya apa Muyeol hari ini tidak ada jadwal? ‘Apa hubungannya dengamu’ lagi-lagi Eunjae membatin. Ni lama-lama Eunjae bakal jadi ahli kebatinan deh. Muyeol menjawab kalau dia memang ada latihan, tapi itu bisa ditunda. ‘sepertinya ada orang yang bakal berprestasi jelek tahun depan’komentar Eunjae. Jonghee dan Muyeol memilih mug untuk mereka. Kemudian Jonghee melihat ada sandal dengan gambaar beruang, Muyeol mengambil sandal dengan gambar harimau. Mereka berdua main-main dengan sandal itu. “Ah, benar-benar..”kata Eunjae. Mereka berdua berhenti bermain dan langsung menatapnya. Hahaha.. “Cuekin saja! aku hanya berpikir secara lantang.”kata Eunjae lagi.
Muyeol dan Jonghee jalan-jalan di supermarket, beberapa orang melihat ke arah mereka. Mereka berdua saling bercaanda. Lalu Jonghee bertanya sambil bercanda, “Park Muyeol punya pacar? Berpegangan tangan pun tidak boleh?” Eunjae yang ada dibelakang mereka mengangguk-anggukan kepalanya. “Seharusnya tidak masalah. Berpegangan tangan bolehlah. Lalu, bagaimana denganmu? Tidak apa-apa dekat denganku? Kau tidak punya pacar yang bernama Tom atau Michael?”. Jonghee menjawab sambil tertawa, “Sudah kuputuskan, karena mereka terlalu menjengkelkan.” Lalu mereka berdua bergandengan tangan.
Di rumahnya, lagi-lagi Eunjae melihat cermin. Dongah yang sedang membaca mengomentari temannya itu. “Lucu? Apa lucu memelototi wajah sendiri?” Eunjae mengeluh seandainya dia lebih cantik. Dongah memberi semangat, tidak ada yang mustahil. Eunjae beandai-andai alangkah baik kalau dia lebih cantik, lebih lembut. Dongah berkata kalau itu adalah suatu reinkarnasi.
Eunjae bertanya pada Dongah, kalau Dongah laki-laki, apa dia akan tertarik pada Eunjae? Dongah menjawab dengan bergumam, hmm. Eunjae bertanya dalam segi apa dia akan menyukai nya? “Pertanyaan subjektif ya (pertanyaan yang membutuhkan alasan). Kupikir itu adalah pertanyaan benar atau salah.” Hahaha… Dongah bertanya siapa orangnya? Pria macam apa dia? Eunjae manyangkalnya. “Apa kau pikir aku takkan tahu meski kau tak mengatakannya?” Dongah menebak perubahan Eunjae pasti dikarenakan oleh cinta. Tebakan pertama Dongah adalah Park Muyeol, tapi ternyata bukan. Eunjae bereaksi ketika nama Park Muyeol disebut. Kim Taehan (manager Kim) adalah punyaku. Dan Jin Dongsu adalah pria beristri. Jadi hanya ada satu jawaban, wartawan Koh.
Wartawan Koh bersin trus kupingnya gatal, karena diomongin sama mereka berdua. bwahaha, ini adegan paling lucu di episode ini.
Eunjae menyerah. “Sudahlah..” tapi Dongah tetap kekeuh ingin Eunjae cerita. Eunjae menolaknya mentah-mentah. Dongah berkata dia tahu segalanya tentang cinta dari buku. Eunjae malah lebih pusing dengar Dongah. Dongah bertanya apa Eunjae sudah mengutarakan perasaannya? Belum. “Kenapa? Tidak pernah dengar serangan lebih dulu?”. “Aku tahu, tapi aku tidak percaya diri sebagai seorang perempuan.”kata Eunjae dengan sedih. Dongah melihat Eunjae dari atas ke bawah, dan menghiburnya bahwa cinta tak serumit itu. Cinta adalah ketertarikan terhadap pesona seseorang. Kau juga punya sisi yang sangat menarik. Berusahalah mencari sesuatu yang tidak dimiliki wanita lain. Eunjae membandingkan dirinya dengan Jonghee, dan dia merasa tidak sebanding sama sekali.

Dongah tetap menyemangati Eunjae, bahwa dia pasti punya sesuatu yang bagus.
Muyeol senyum-senyum sendiri mengingat ketika dia dengan Jonghee, dan membuat dia lebih serius berlatih beban.
Ada bunyi ponsel, Muyeol cepat-cepat mengecek ponselnya. Tapi ternyata ponsel Hyunwoo yang bunyi. Muyeol kesal, langsung menyuruh Hyunwoo mengganti nada deringnya.
Muyeol sedang mencari alasan agar dia bisa bertemu dengan Jonghee, tapi tak ada acara khusus di tanggal terdekat.
Akhirnya Muyeol pergi ke rumah Dongsu dengan Wooyoung sebagai alasan. “Selamat atas kelulusanmu, nak.”kata Muyeol sambil memberikan hadiah kepada Wooyoung. “Aku tidak mengikuti kelulusan.”kata Wooyuong polos. Bukankah kau lulus dari TK? Padahal Wooyoung hanya pindah dari kelas bulan ke kelas matahari. Maksudnya, dari nol kecil ke nol besar gitu kali ya. Jonghee dan Eunjae ketawa melihat Muyeol dan Wooyoung. Muyeol malu, kalau begitu hadiahnya akan ku ambil lagi. Wooyoung tidak mau, dia mau hadiahnya.
Muyeol menelpon Dongsu kalau dia ada di rumah Dongsu. Dongsu langsung menyampaikan ke istrinya. “Sudah ku bilang kan kalau dia pasti akan datang dalam beberapa hari ini. Dongsu dan Sooyung berbicara tentang Muyeol dan Jonghee. Alasan mereka putus bukan karena mereka tidak cinta lagi.
Muyeol menemani Jonghee yang bermain dengan kucingnya. Kucing Jonghee tidak boleh dikeluarkan dari kandang karena Wooyoung alergi.
Eunjae bermain dengan Wooyoung. Wah adegan kaya gini terulang lagi. Eunjae membuka pintu kamar Wooyoung untuk mendengar apa yang Muyeol dan Jonghee bicarakan. Jonghee ingin pindah, dia meminta Muyeol kalau di rumahnya ada kamar lebih, bisa disewakan pada Jonghee.
Eunjae langsung berteriak, “Perempuan jalang, beraninya kau menentangku.” Wooyoung bingung apa itu perempuan jalang. Hahaahaa..
Jonghee merasa tidak enak tinggal di rumah Sooyung, tapi tinggal di hotel atau motel juga tidak bisa. Muyeol bertanya sampai kapan Jonghee di Korea. Jonghee juga tidak tahu, “Atau, aku tidak usah kembali saja?”candanya.
“Hentikan! Sebelum kusobek mulutmu yang bicara sembarangan.” Eunjae teriak-teriak lagi. Wooyoung jadi ketakutan.
Dongsu datang. Mereka semua makan bersama. Muyeol menyarankan agar Jonghee pindah ke apartemennya saja. Eunjae marah mendengar hal ini.
Muyeol dan Jonghee sedang melihat apartemen ditemani oleh pengelola apartemen. Pengelola mengira kalau Jonghee dan Muyeol sudah menikah.

Jonghee senang di apartemen itu, karena hewan peliharan juga diperbolehkan masuk. Jonghee menamai kucingnya ‘short’ yang kata Muyeol itu mengartikan dirinya. “Shortstop, itu aku.”kata Muyeol bahagia. Eunjae memberi semangat dengan sinis pada Muyeol. Muyeol bertanya ada apa dengan Eunjae, dulu begitu cepat marah, tapi akhir-akhir ini jadi semakin parah. Eunjae tidak menjawab pertanyaan Muyeol, dan meninggalkannya saat lift sampai di lantai yang dituju.
Eunjae juga murung ketika berada di kantor direktur Jang. Eunjae bertanya apa direkturnya pernah melanggar peraturan no. 5 tentang tidak boleh jatuh hati kepada kliennya. Direktur berkata pernah. Bercerita lah direktur Jang tentang wanita itu. Eunjae bukannya jadi lebih baik, malah jadi lebih sedih.
Muyeol sedang makan ketika Jonghee datang. Bibi kagak sedikit shock melihat kedatangan Jonghee.
Muyeol mengajaknya makan karena Jonghee belum punya peralatan apapun di kamarnya. Muyeol tersenyum melihat Jonghee yang sedang makan. Bibi juga memperhatikan mereka. Ada yang yang salah sama pandangan si bibi.
Eunjae menunggu Muyeol di gym, ternyata Muyeol sedang melamun. Eunjae tersenyum melihatnya, lalu memalingkan muka waktu Muyeol memergokinya sedang memandangi Muyeol.
Muyeol bertanya tentang cinta pertama Eunjae. Muyeol meledek pasti Eunjae tidak punya cinta pertama. Eunjae emosi, “Itu oppa seniorku di kelas sepuluh. Dia memberiku les tambahan. Kulitnya putih dan berkaamata. Dia sepertinya memiliki IQ lebih dari 150 dan mirip Song Jong Ki. Tahu Song Joong Ki kan? Yang jadi Gu Yong Ha di drama Sunkyungkwan Scandal, wah jadi kangen oppa ganteng satu itu ^^. Muyeol ingin tahu bagaimana kelanjutannya. Eunjae bilang kalau itu pribadi. “Diputusin?”. Eunjae protes bukan seperti itu.
Flashback ke masa Eunjae muda, Eunjae sedang bermain ice skating bersama oppa-yang mirip Song Joong Ki. Masa itu masa indah buat Eunjae. Setelah ice skating-an mereka berdua makan dan saling suap-suapan. Si cowok pamit ke kamar mandi, dan lama gak keluar-keluar. Eunjae menyusulnya ke toilet, dia menemukan oppa nya sedang dikeroyok. Tanpa basa-basi dia langsung menghajar orang-orang itu. Si oppa jadi takut melihat Eunjae.
Muyeol tertawa ngakak mendengar cerita Eunjae. Cerita selanjutnya bisa ditebak Muyeol. Si oppa gak muncul dihadapan Eunjae lagi. Satu nasihat dari Muyeol. “Hei, idiot, kalau kau bertemu seorang pria lagi, jangan kau pamerkan kejantananmu. Paham?”

Muyeol ingin bercerita tentang cinta pertamanya, tapi Eunjae tidak mau mendengarkan. Tapi Eunjae penasaran kenapa Jonghee dan Muyeol putus. Sekarang giliran Muyeol yang diam saja.
Eunjae berkata, semuanya akan sia-sia meskipun dia kembali. Gelas yang patah meskipun dilem lagi, dalam waktu singkat pasti akan bocor lagi. Hal ini membuat Muyeol kesal.
Seo Yunyeok membuka bar nya. Manager Kim dan Dongah ada di dalam mobil mengamati Yunyeok dan bar itu. Manager Kim : Sudah dikonfirmasi bahwa Seo Yunyeok tidak mengenal Kang Jonghee. Berarti, seseorang yang mengenal Park Muyeol telah memberinya informasi tentang Jonghee. Berarti, kita punya alasan lebih untuk tetap mengawasinya. Manager Kim lalu menoleh ke Dongah yang dari tadi dandan mulu. Manager Kim berkata kalau Dongah sepertinya sudah berlebihan. “Benarkah, apa warnanya terlalu menyolok?”tanya Dongah. “Bukan itu, aku agak tidak mengerti mengapa kau mau bersusah payah seperti ini. Hal ini sama sekali tak ada hubungannya denganmu.” Dongah menjawab karena ini menyenangkan. Dia berpendapat itulah yang dilakukan pengangguran seperti dirinya. Dia harus terlibat dalam segala hal.
Dongah meminta bantuan manager Kim untuk memasangkan bulu mata palsu. Manager Kim agak takut awalnya, tapi kemudian memasangkannya juga. Manager Kim menghela nafas lega setelah Dongah keluar mobil, dia juga mengelap dahinya yang basah oleh keringat. Berinteraksi dengan perempuan segitu dekatnya sepertinya bikin manager Kim panas dingin.
Dongah salah kostum, dia berpenampilan seperti wanita bar dengan rok mini dan stoking jaringnya. Tapi yang dibutuhkan bar adalah karyawan dapur. Hahaha. Dongah tak peduli apa pekerjaannya yang penting dia bisa diterima. Pemilik bar mengetes Dongah dengan mengupas apel. Dongah sama sekali gak bisa mengupas apel, akhirnya Yunyeok yang melakukannya. Tunggu, Yunyeok kok jadi ganteng…???
Muyeol teringat masa lalu, saat Jonghee meminta putus darinya. Jonghee merasa hanya membawa kesusahan untuk Muyeol. Kalau hal yang sama terus terulang, lambat laun kau akan membenciku. Mereka berdua putus, meskipun saling mencintai.
Eunjae akhirnya bertanya pada Dongsu soal alasan kenapa Jonghee dan Muyeol putus. Dongsu bercerita kala Jonghee punya penyakit depresi ringan. Di saat kumat dia bahkan tidak bisa makan dengan baik. Pernah suatu kali ketika Muyeol akan berangat ke camp latihan, Jonghee mendadak kumat. Jonghee kabur. Muyeol akhirnya meninggalkan pelatihannya dan mencari Jonghee. Karena hal ini juga, pelatih ngamuk padanya. Untuk tidak melibatkan Muyeol pada situasi seperti ini, Jonghee minta putus.

Muyeol terus saja berlari di treadmill, Eunjae datang membawakan handuk. Eunjae hanya bisa menghela nafas melihat Muyeol.
Ada seseorang yang mengikuti Jonghee.
Ada seseorang juga yang mengikuti Eunjae. Setelah Eunjae berhenti dan berbalik, orang itu membekap mulutnya dan menariknya masuk. Muyeol yang semula ada didepannya berhenti, berbalik melihat Eunjae, disitu juga ada Jonghee yang tersenyum. Mereka berdua membalikan badan dan berjalan bergandengan meninggalkan Eunjae yang dibekap. Ternyata itu hanya mimpi buruk Eunjae.
Eunjae bangun dan melihat wajah ayahnya yang bersih tanpa brewok. Eunjae kaget sampai jadi gagap.
Ayahnya berkaca dan memakai topi Changho ( berlagak seperti anak muda). Changho marah topinya dipakai. Sebelum ayah Eunjae pergi kencan Eunjae memberi semangat kepadanya, ayah fighting. Dia merasa kalau semuanya rencana ayahnya lancar, berarti ada harapan juga baginya.
Malam natal, Muyeol bosan di rumah sendirian nonton home alone. Habis nonton dia baca buku, lalu tertidur. Muyeol lalu menelpon Eunjae yang sedang tidur. Muyeol menyuruh Eunjae datang ke rumahnya buat menemani dia.
Eunjae awalnya sok jual mahal, padahal dia senang banget Muyeol menyuruhnya datang. Sebelum berangkat Eunjae dandan dulu.
Sesampainya di tempat Muyeol. Muyeol sudah membelikan beberapa makanan. Muyeol melihat ada sesuatu di bibir Eunjae, lalu memegangnya. “Lipstik?” Muyeol kaget. Eunjae beralasan karena ini malam natal, jadi dia ingin tampil beda.
Muyeol diam saja di sofanya. Eunjae senyum-senyum melihat Muyeol. “Idiot, kau tidak kangen oppa cinta pertama mu?” Eunjae bilang tidak, karena dia pasti sudah bahagia di suatu tempat. Eunjae menanyakan Jonghee. Muyeol tidak tahu dimana Jonghee.

Jonghee sedang di rumahnya mengecat sebuah pajangan. Tiba-tiba ada sebuah surat masuk masuk dari bawah pintunya.
Eunjae bertanya mengapa tidak menelpon Jonghee. Muyeol balik bertanya, “Percayakah kau pada takdir? Orang bilang ada benang merah di diri kita yang akan menyatukanmu dengan orang yang ditakdirkan untuk hidup bersamamu.”
“Bagaimana dengan Elizabeth Tylor? Apakah berarti dia mempunyai 4 atau 5 benang?” Eunjae menimpali.
Bukan tentang berapa kali kau menikah atau berkencan, atau jatuh cinta. Tapi perasaan bahwa dia adalah belahan jiwamu.
Eunjae merasa ini tentang Jonghee lagi. Muyeol merasa semua ini belum berakhir. “Tidak ada hal seperti itu. Itu cuma perasaan yang tertinggal.”kata Eunjae. “Kalaupun iya itu bukanlah takdir. Bertemu ya bertemu. Putus ya putus. Apa hubungannya dengan takdir? Baik cinta atau dendam, semuanya akan sirna ditelan waktu.” Eunjae sedikit emosi.

Muyeol meledek Eunjae tahu apa dia soal cinta. Eunjae berkata tahu tentang cinta. “Dari umur 9 tahun aku sudah tahu kalau cinta adalah sebuah wabah yang mematikan.”
Muyeol tertawa mendengar perkataan Eunjae, dia mengira Eunjae pernah dicampakan seseorang. “Ibuku kabur dengan lelaki lain. Keluargaku hancur.” Muyeol berhenti menertawakan Eunjae. “Ibu-ibu menyerbu rumah kami dan menjambak rambut ibuku. Benar-benar memalukan sekali. Tapi ayah berkata sanggup memaafkan ibu sepenuh hati, karena cintanya pada ibu. Tapi ibu berkata ia tidak butuh apapun juga, termasuk anak-anaknya. Jadi ibu pergi dari rumah.” mata Eunjae mulai berkaca-kaca, ”kau pikir aku tidak tahu apapun soal cinta? Aku telah mewarisi gen yang hanya mengerti tentang cinta. Ibuku yang percaya takdir dan menduakan ayahku, akhirnya putus juga dengan lelaki itu. Ayahku menunggu selama 15 tahun sebelum mulai berkencan dengan wanita lain. Kau masih belum melewati 7 atau 8 tahun dan kau bilang itu takdirmu?” Eunjae mulai menangis.
Muyeol merasa tidak enak, dia bertanya pada Eunjae ada apa dengannya. “Aku cuma mau bilang, mencintai seseorang hingga ke liang kubur itu benar-benar merana.”kata Eunjae. “Apa?”tanya Muyeol.
“Aku tidak tahu awalnya kapan, aku suka padamu.” Muyeol diam, mencoba mencerna perkataan Eunjae. Eunjae juga diam sesaat. “Aku suka padamu. Jika takdir itu nyata, takdir itu adalah kamu.”
Muyeol kaget mendengarnya
-Bersambung-



Episode 1 2 3 4 5 6 7


Related Posts by Categories

0 komentar: