Flower Boy Ramen Shop Episode 7

Posted: Jumat, 30 Desember 2011 by khyunkhyun in Label:
0


Akhirnya Chi Soo mau bekerja di toko ramen karena terpancing kalau Eun Bi juga akan bekerja disana.
Eun Bi mengejarnya di luar dan bertanya dengan tidak percaya kenapa ia menerima pekerjaan itu. Chi Soo memberitahunya kalau ia mempertimbangkannya sebagai pengalaman kerja dan menunjukkan kontrak krayon pada Eun Bi untuk menunjukkan kalau ia tidak punya hak suara dalam hal ini.
Ia pun pergi dan meninggalkan Eun Bi kebingungan dan frustasi, ia melolong pada bulan yang berubah menjadi wajah Chi Soo yang sedang mengedipkan matanya, “Mengapa kau lakukan ini padaku? Kenapaaaaaa?!” Mendengar jeritan Eun Bi, Kang Hyuk berkata pada Ba Wool dan Hyun Woo kalau istrinya sangat hebat. Merekapun hanya bisa meringis saja.

Pegawai-pegawai baru itupun membantu tukang yang disewa Kang Hyuk untuk merenovasi toko. Tapi tukang-tukang itu malah merasa terganggu karena tidak ada satupun diantara mereka berguna. Ba Wool dan teman-temannya salah memaku barang-barang, Hyung Woo mengecat dengan gugup, ia mengecat dengan sangat lambat dan menggunakan kuas kecil seperti seniman yang sedang membuat karya seni, sedangkan Kang Hyuk tertidur dengan menggunakan rol cat sebagai bantalnya. Eun Bi berusaha membangunkannya, tapi Kang Hyuk hanya bertanya apakah Park Chi Soo sudah datang.

Dan kemudian Chi Soo yang datang terlambat, ia memakai jas hujan hitam dan helm konstruksi yang sedikit dimiringkan, bahkan ia membawa kursi lipat sendiri supaya ia bisa duduk ditengah-tengah toko seperti seorang sutradara sedang mengawasi krunya. 
Nama toko lama diturunkan dan diganti dengan yang baru dan lebih mengkilat, “Toko Ramen Flower Boy.” Semua melihatnya dengan bangga, kecuali Eun Bi yang berguman, “Flower Boy, apanya?” Satu persatu memandang Eun Bi dan tersenyum padanya, ketika giliran Chi Soo, ia menurunkan kacamatanya dan mengedipkan matanya ke arah Eun Bi.

Saat mereka pergi ke pasar, Eun Bi bertanya kenapa Kang Hyuk memilih pegawai dengan sembarangan, bukannya mereka harus menentukan standar. Eun Bi menekan Kang Hyuk untuk tidak mempekerjakan Chi Soo, berkeras kalau ia tidak cocok untuk pekerjaan itu. Tapi Kang Hyuk hanya memasukkan sampel makanan ke mulut Eun Bi. Eun Bi  menggarisbawahi alasannya itu berulang kali, tapi Kang Hyuk bertanya apa alasan Eun Bi yang sebenarnya, kenapa ia tidak mau bekerja bersama Chi Soo. Eun Bi kaget dan bingung harus menjawab apa. Ia terdiam sesaat kemuadian berkata, “Aku hanya tidak menyukainya saja!”
Ba Wool juga mengeluh kalau ia tidak bisa tidur sekamar bersama Hyun Woo yang aneh. Ia berkeras untuk mendapatkan kamar bagi dirinya sendiri. Kang Hyuk tersenyum pada Eun Bi, “Kalau begitu aku harus pindah ke kamar istriku.” Eun Bi langsung berbalik ke arah Ba Wool dan memukul kepalanya, “Berbagi saja, bukankah ia juga teman sekelasmu!”
Ba Wool tidak tahan dengan kecanggungan berbagi kamar dengan Hyun Woo, jadi ia mulai merengek dan merengut dan menarik tangan Kang Hyuk dengan penuh harap. Eun Bi pun tak mau kalah. Ia juga merengek dan menarik tangannya. Mereka berdua seperti anak kecil yang mengayun-ayunkan lengan ayahnya.
Malamnya, Ba Wool masuk kekamarnya sedangkan Hyun Woo sedang melakukan perawatan wajah. Ba Wool merasa apa yang dilakukan Hyun Woo aneh dan membuatnya tidak nyaman. Ia mencoba tidur dan Hyun Woo menyelimutinya seperti seorang istri. Ketika Ba Wool bertanya apakah Hyun Woo tahu kenapa Chi Soo mau bekerja disini, Hyun Woo hanya tersenyum dan menyelimutinya lagi yang membuat Ba Wool tambah canggung.

Chi Soo memberitahu ayahnya tentang pekerjaan barunya, ia menjelaskan kalau ia perlu pengalaman kerja ketika mengambil alih perusahaan ayahnya, “Aku tidak bisa melakukan hal-hal seperti sekolah sampai MBA.”
Ayah mengira kalau ini ada hubungannya dengan guru magang dan bertanya kenapa ia masih terpaku padanya ketika masalah dadanya yang sesak telah sembuh. Chi Soo berkata kalau sekarang ia punya masalah baru dengan matanya (ia sering berhalusinasi tentang Eun Bi), tapi tidak mau menjawab tentang apa sebabnya, “Berhentilah bertanya! Kau tahu kan aku tidak suka ditanyai!”
Sekretarisnya melapor tentang berapa gaji yang akan diperoleh Chi Soo dan pekerjaan berat apa yang akan dialaminya, ia bahkan menyuruh tim khusus untuk menyelidikinya. Ayah bertanya-tanya apakah masalah mata Chi Soo akibat dari kejadian yang mempermalukan Chi Soo Chi Soo. Sekeretarisnya melapor kalau ada hal yang mencurigakan, toko ramen tempat Chi Soo akan bekerja, merupakan toko yang sama dengan toko ramen yang ingin di beli Cha Sung karena terletak didepan gedung korporasinya. Ayah berkata kalau ia tetap akan membelinya juga menyuruhnya untuk membiarkan Chi Soo melakukan apapun untuk mengembalikan harga dirinya.

Chi Soo bermain game baseball di komputer tabletnya, tapi wajah Eun Bi muncul dilayar. Ia tidak terkejut dan hanya berkata, “Kau lagi?”. Ia teringat kata-kata Eun Bi yang membuatnya terluka.  Ia melemparkan komputer tabletnya dan mendorong kursi putarnya dari mejanya dan kemudian ia berlari lagi dengan canggung mengambil komputer tabletnya lagi. Dengan tersenyum kecut, ia berpikir, “Baiklah, sejauh mana ini akan berjalan.” Akhirnya ia mengakui kalau ia menyukai Eun Bi.

Hari berikutnya ia muncul di toko dan berakting seperti pemiliknya. Ia kemudian memotong pita untuk pembukaan toko mereka.
Dong Joo dan pelatih Seo juga pergi kesana dan Dong Joo mendesah tentang nasib jelek Eun Bi dengan para pria. Ia baru saja mendengar kalau pemilik barunya suka tertidur di sembarang tempat, ia berpikir kalau orang itu pemalas dan jorok.
Dong Joo mendapat telpon dari tunangannya. Sebelum mengangkatnya, ia berlatih untuk mendapatkan nada suara yang tepat, feminin dan lembut untuk berpura-pura seperti pacar yang manis. Pelatih Seo menarik retsleting jaketnya ke atas dan mendekat ke arah Dong joo untuk berkata, “Aku sudah selesai berpakaian.” Yang membuat tunangan Dong Joo menjadi salah paham seperti yang diingin pelatih.

Ketika mereka sampai di toko, mereka berdiri dengan mulut ternganga melihat keramaiannya. Para wanita mengantri diluar dan menatap semua pelayannya dengan pandangan cinta, khususnya pada Chi Soo yang sedang mengurus acar. Ia membagi-bagikan piring kecil yang berisi acar lobak dan menyanjung “Kau sangat cantik.” pada setiap pelanggannya.
Setelah toko tutup, Eun Bi, Dong Joo dan pelatih Seo bertanya-tanya tentang keputusan Chi Soo untuk bekerja disini. Apakah ia ingin balas dendam?

Pelatih Seo membayangkan sebuah skenario (yang diperankan oleh pemeran pengganti untuk Chi Soo dan Eun Bi) dimana Chi Soo berkeras supaya Eun Bi kembali ke pekerjaan lamanya, ia bertanya, “Berapa banyak uang yang kau inginkan agar kau mau jadi guru lagi?” Chi Soo memegang wajah Eun Bi dan mencondongkan badannya…..Dong Joo pun menyelanya, “Ih norak!” Ia menyebutnya skenario buruk dari sebuah drama kuno. Lucunya, para pemeran pengganti Chi Soo dan Eun Bi berhenti bergerak ketika Dong Joo menyela dan disekeliling mereka ada kamera seperti syuting drama sungguhan.

Hipotesis Dong Joo lebih baik, Pemeran Chi Soo datang dengan menggunakan baju olahraga yang gemerlap dan bergaya Hyun Bin. Ia mengejek dan memuji lengan pemeran Eun Bi yang kuat.

Paginya, Eun Bi dan Chi Soo bertemu ditoko. Chi Soo menghalangi jalannya dan tersenyum manis. Eun Bi curiga dan bertanya apa yang sedang ia lakukan. Dengan manis, Chi Soo menjawab, “Aku hanya ingin melihat, seperti apa dirimu dikehidupan nyata.”
Eun Bi menuduhnya punya niat buruk di dalam pikirannya, apa ia ingin menghinanya lagi. Chi Soo terkejut  dan bertanya, “Apa itu yang kau pikirkan?”
Ketidakpercayaan Eun Bi padanya membuat Chi Soo kesal dan ia berkata kalau ia akan menyiksanya, ia akan melakukan lebih dari sebelumnya. Seperti membuatnya memanggilnya oppa lagi.
Toko mereka ramai lagi, semua gadis meminta Chi Soo untuk memberi acar lobak . Eun Bi menyeringai dengan suara keras. Ia mengambil beberapa adonan mie dan memasukkannya ke dalam telinganya.

Teman-teman Chi Soo datang dan tertawa melihat keadaan Chi Soo yang menyedihkan. Chi Soo sedang membagi acar lobak,  ia tidak seatraktif kemarin, ia bosan dengan pekerjaannya. Ia pun istirahat sejenak dan membuat puisi yang dramatis, “Dari tempat yang sangat jauh, seseorang memanggilku.” Tepat saat gadis-gadis manja berteriak, “Oppa beri aku lobak lagi.”
Chi Soo sangat manja karena didikan ayahnya yang salah. Sekarang, ayah Chi Soo sedang duduk dengan serius sambil mendengarkan laporan sekretarisnya tentang kejadian lobak itu. Sekretarisnya menambahkan kalau lawan mereka  sudah siap untuk menggulirkan gosip itu ke media, untungnya mereka berhasil membloknya.
Gosip apa yang sebenarnya beredar? “ Wajah sebenarnya dari pewaris Cha Sung terungkap! Ia bukan Hwanung, tapi Dangun!”
Dalam mitologi Korea, Hwanung adalah putra dewa, sedangkan Dangun secara historis ada, ia adalah pendiri Korea. Walaupun ia disebut sebagai putra Hwanung, tapi ia tetap manusia biasa yang bisa mati.
Tapi ada permainan kata yang lain menjadi danmoojin gun yang berarti tuan lobak.

Sebutan itupun cepat menyebar. Teman-temannya menggodanya dan menyebutnya Dangun Nim. Nama panggilan itu membuatnya cepat tersinggung. Hyun Woo menyarankan padanya untuk mengatakan pada Eun Bi yang sebenarnya, “Katakan kalau kau datang ke toko karena kau ingin bertemu dengannya.”
Chi Soo protes, “Itu bukan karena aku ingin bertemu dengannya, tapi harus bertemu dengannya!” Ia mengatakan ini dengan penuh kemarahan dan tidak sadar kalau artinya sama saja dengan saran Hyun Woo. Ia pun melihat satu papan iklan, dimana ia membayangkan Eun Bi bermain voli lagi . Ia pun mengklarifikasi, “Itu karena aku terluka.”

Hyun Woo berkata kalau itu sama saja. Chi Soo menyahut kalau bukan seperti itu, ini adalah hasil dari shock besar, seperti setelah mengalami bencana. Ia mengingatkan Hyun Woo kalau wanita yang berambut keriting, berkacamata, memakai baju olahraga dan berbadan bau, baginya bukan wanita baginya. Tapi kemudian bayangan Eun Bi muncul lagi dan Chi Soo melamun memandangi bayangan Eun Bi dan kemarahannya berubah menjadi senyum linglung dan pandangan penuh cinta, “Aku telah menyaksikan wanita yang melompat-lompat, penuh keringat dan berbau. Bayangkan seberapa besar shock yang kualami.”
Chi Soo menyimpulkan, “Jika aku ingin menyembuhkan shock ku, maka aku harus terus-menerus bertemu dengannya. Ini adalah pengobatan.”
Tapi tiba-tiba mood mereka berubah ketika Hyun Woo melihat sesuatu dan segera pamit. Chi Soo melihat tiga orang pria yang terlihat seperti gangster, mungkin mereka adalah lintah darat. Ia pun ingat ketika Hyun Woo memberitahunya tentang masalah finansial ayahnya.
Chi Soo tiba ditoko dan memanggil para pengawalnya yang dikirim ayah untuk memonitornya. Ia menambah tugas mereka, berkata kalau mereka juga harus memonitor toko dan jika mereka melihat pria yang memakai jas hitam, tampak seperti gangster dan melecehkan orang, mereka harus memukuli orang itu sampai setengah mati.

Tapi sayangnya yang datang adalah anak buah Ba Wool yang memakai jas hitam dan membawa hadiah untuk pembukaan toko.
Mereka melihat So Yi juga pergi ke toko. Mereka pun memberi salam padanya dengan antusias sebagai ‘hyungsoo nim’ (istri kakak atau kakak ipar). Sebutan itu terdengar buruk karena So Yi berkata kalau ia datang untuk bertemu Chi Soo. Ia tersandung hak sepatunya dan anak buah Ba Wool pun segera membantunya berdiri.

Di toko, Kang Hyuk membuatkan ramen untuk Ba Wool, sedangkan Chi Soo menolak tawarannya. Ia sangat tergila-gila dengan potongan lobaknya dan kemudian wajah Eun Bi muncul pada salah satu potongannya. Ia pun merenung, “Ini saatnya mengambil obat.”

Di dapur, Eun Bi sedang menguleni adonan mie dan kuncirnya lepas sehingga rambutnya terurai menutupi wajahnya. Tiba-tiba ada dua tangan menyentuh rambutnya dan menariknya kebelakang  untuk Eun Bi. Ketika Eun Bi berbalik, ternyata orang itu adalah Kang Hyuk yang siap memegang pita rambut. Ia tersenyum, “Istriku paling seksi kalau sedang memperlihatkan kekuatannya.”
Eun Bi membiarkan Kang Hyuk mengikat rambutnya dan kemudian bertanya, “Apa kau kesini untuk sesuatu?” 
Kang Hyuk, “Ya, dirimu.”
Ia diam sebentar, kemudian menyodorkan mangkuk dan memintanya untuk mencicipi supnya. Ia juga menghapus noda tepung dipipinya, meninggalkan Eun Bi tersenyum sendiri karena senang mendengar pujian Kang Hyuk.

Pita rambutnya lepas lagi dan kali ini ada sepasang tangan berbeda yang menyentuh dan mengikatnya kembali. Chi Soo meraih wajahnya dan tersenyum, “Wajahmu terlihat kekanakan dan jelas. Mengapa wajahmu selalu terlihat bersinar dimataku?”

Ketegangan mereka dirusak dengan kedatangan Ba Wool yang mendorong Chi Soo kesamping, ia mengira kalau Chi Soo memegang rambut Eun Bi untuk mengancamnya. Apakah ini bagian dari balas dendamnya?

Kang Hyuk memisahkan mereka, tapi ia menatap Chi Soo dengan tatapan serius dan bertanya apa itu betul, apakah balas dendam merupakan alasan utamanya untuk bekerja disini. Chi Soo terlihat putus asa karena kesalahpahaman ini dan juga merasa terluka.
Hyun Woo merasa sedih melihat temannya dituduh seperti itu dan mulai berbicara, tapi Chi Soo menyuruhnya diam kemudian menatap Eun Bi, “Apa yang kau pikirkan, Yang Eun Bi? Apa itu yang ada di pikiranmu?”

Eun Bi tidak tahu harus menjawab apa, tapi sebelum ia berkata terdengar tangisan dari luar toko, seseorang memanggil Ba Wool. Ternyata teman-temannya sedang ditahan oleh pengawal Chi Soo.

Ba Wool dengan marah ingin tahu untuk siapa pengawal itu bekerja dan ketika Chi Soo maju ke depan, para pengawal itu membungkukkan badannya serta melapor. Dengan kecewa, ia menyuruh mereka pergi, ia tahu bagaimana kejadian ini akan diinterpretasikan.
Chi Soo berbalik ke arah mereka dan berkata, “Kelihatannya kita salah paham.” Tapi Ba Wool marah dan menyimpulkankalau Chi Soo berbuat kotor dan curang dalam usahanya untuk mencuri So Yi, walaupun ia berpura-pura tenang dan memintanya untuk berkompetisi secara adil.

Menjelaskan kenapa ia menempatkan pengawalnya disini akan menjadi rumit, jadi Chi Soo mengeluarkan kartu kredit goldnya dan memberikannya pada Hyun Woo. Ia menyuruhnya untuk segera melunasi hutang ayahnya. Ia tahu cara ini pasti tidak gampang, tapi ia frustasi karena dikira orang jahat terus, bahkan Hyun Woo pun marah padanya dan menolak bantuannya.
Chi Soo berteriak, “Kenapa kalian semua menjadi marah ketika aku ingin melakukan sesuatu? Apa yang harus aku lakukan?”

Eun Bi maju dan mengambil kartu kerditnya yang dikhususkan untuk anggota VVVIP Cha Sung dan berkata, “Alasan kami marah? Apa kau tahu kualitas apa yang diperlukan untuk membuat kartu ini?” Ia menyebutkan berapa gaji minimum dan kualifikasi pekerjaan untuk mendapatkan kartu kredit itu.
Eun Bi: “Kartu ini tidak cocok untuk semua orang disini. Kami hanyalah anak yang lari dari rumah, pria yang dikejar-kejar oleh penagih hutang, guru magang yang telah dipecat. Bagi kami, hanya inilah tempat kerja kami. Satu-satunya tempat dimana kami dihormati dan mendapatkan uang. Jika kau ingin membuang kartu ini, pergi ke tempat bermainmu. Anak-anak yang nongkrong ditempat orang dewasa bekerja sangat mengganggu.”
Chi Soo melihat kalau semua memandangnya dengan marah, ia pun mengambil kartu kreditnya dan berkata, “Aku tahu. Sekarang aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku akan pergi.”

Tapi ketika ia akan pergi menuju pintu, seorang laki-laki masuk. Ia adalah Jae Ho mantan pacar Eun Bi. Kedua pria itu saling memandang satu sama lain dan mengenali kalau mereka pernah bertemu dalam peristiwa balon air. Jae Ho bertanya apakah Chi Soo bekerja bersama pacarnya Eun Bi disini?

Chi Soo memberitahunya dengan datar kalau semuanya sudah berakhir, baik pekerjaannya maupun hubungannya. Ia mulai mengklarifikasi kejadian balon air itu, tapi sebelum ia mulai mengatakannya, Eun Bi mendekatinya dengan senyuman palsu dan segera berkata, “Sayaaaang! Ya kau benar, aku bekerja disini bersama kekasihku.” Ia berkata dengan manis dan ceria.

Ba Wool ternganga, Hyun Woo mengecek telinganya, sedangkan Kang Hyuk terlihat bingung.

Eun Bi memandang Chi Soo dengan pandangan memohon, Chi Soo mendorongnya pergi, tapi kemudian menariknya ke dadanya. Ia berkata dengan gigi terkatup, “Tentu saja! AKu harus melihatnya setiap hari,kalau tidak mataku akan sakit. Eebbeunieku (cantikku).”
Eun Bi tersenyum lega sampai Chi Soo menambahkan, “Sejujurnya….kami tinggal bersama.” Akhirnya ia balas dendam. Eun Bi menatapnya dengan pandangan menantang.
Beberapa saat kemudian, Ba Wool ingin tahu kenapa Chi Soo bisa menjadi pacar Eun Bi. Chi Soo mulai menjelaskan dan yang lain (Kang Hyuk, Ba Wool dan Hyun Woo) sangat penasaran pada jawabannya. Tapi ia tidak jadi mengatakannya ketika Eun Bi masuk. Chi Soo berkata, “Kalian harus meminta pada Yang Eebbeunie untuk menjelaskan!”

Eun Bi memanggilnya untuk memohon sesuatu dan Chi Soo berpura-pura bosan ketika Eun Bi berjuang untuk menahan emosinya. Ketika Chi Soo berbalik pergi, Eun Bi berteriak, “Aku membutuhkanmu!” Chi Soo pun tersenyum lebar.
Eun Bi meminta Chi Soo untuk terus berpura-pura jadi pacarnya ketika Jae Ho ada disekitar mereka.  Chi Soo berpura-pura bodoh dan bertanya, “Lalu kau akan berpura-pura jadi apa?” Eun Bi menjawab dengan tidak nyaman, “Eebbeunie!”

Eun Bi lega ketika Chi Soo setuju untuk pura-pura jadi pacarnya. Tapi itu tidak gratis, “Kapanpun aku ingin melihatmu, aku harus mendapatkannya.”



Episode 16 15 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1

Related Posts by Categories

0 komentar: