Flower Boy Ramyun Shop Episode 12

Posted: Jumat, 30 Desember 2011 by khyunkhyun in Label:
0

Kang Hyuk dan Chi Soo memasak ramen bersama. Kang Hyuk memberitahu kalau Chi Soo punya indra perasa yang sempurna, sama seperti dirinya. Chi Soo bertanya apa ini artinya ia bisa memasak ramen dengan baik. Kang Hyuk menjawab kalau ia bisa memasak apapun yang ia inginkan dengan sangat baik. Lidah seperti itu tidak dimiliki oleh semua orang.
Chi Soo mencemooh kalau itu bukan sesuatu yang dibutuhkannya, karena yang dibutuhkannya adalah superioritas dan kekayaannya. Kang Hyuk bertanya kenapa ia tiba-tiba ingin membuat ramen. Chi Soo tersenyum, “Aku sudah memberitahumu kalau aku akan memiliki istrimu.”
Kang Hyuk melempar daun bawang ke arah Chi Soo dengan kesal dan segera pergi. Chi Soo hanya terheran-heran melihatnya.

Kang Hyuk berbaring di tempat tidur dan berbicara dengan foto ibunya, ia mengeluh, “Kupikir hanya aku yang mewarisi bakatmu, tapi kau juga memberikan indra perasa yang sempurna pada anak itu.” Ah, ternyata ia tahu kalau Chi Soo adiknya.
Paginya, Chi Soo keluar dengan ceria. Ia berkata pada ayahnya kalau ia tidak ingin terlambat. Tentu saja hal itu mengagetkan ayahnya. Di rumah Eun Bi, Hyun Woo dan Ba Wool bergegas berangkat, tapi Kang Hyuk menghentikannya dan mengulangi peraturannya, mereka boleh saja terlambat pada pelajaran pertama, tapi mereka tidak boleh meninggalkan sarapan.

Mereka semua duduk di meja makan seperti sebuah keluarga kecil. Tiba-tiba Chi Soo datang dan menganggu mereka. Eun Bi berdiri, ia kaget karena Chi Soo datang pagi-pagi. Chi Soo hanya berkata,” Aku ingin melihatmu. Setelah melihatmu aku menjadi lebih baik. Sebenarnya aku ingin melihatmu sepanjang malam.” Ia mengeluh karena Eun Bi tidak mau mengangkat telponnya. Chi Soo pun pergi setelah mengedipkan matanya ke arah Eun Bi.

Ia berhenti sejenak dan menambahkan kalau seharusnya mereka tidak memakan dwenjang (pasta kacang) yang bau dipagi hari. Mereka bertanya-tanya apa maksudnya, karena mereka tidak makan dengan pasta kacang. Eun Bi segera mengecek napasnya, ia teringat kalau semalam ia makan nasi campur ditambah pasta kacang. Mereka heran, karena Chi Soo tidak mungkin bisa membaui seakurat itu. Kang Hyuk hanya mendesah, “Lidah Chi Soo bisa. Dia adalah Raja Ramen.”

Saat Kang Hyuk dan Eun Bi sedang menjemur cucian, Kang Hyuk memberitahu Eun Bi tentang indra perasa Chi Soo yang sempurna. Eun Bi mencemooh kalau Chi Soo tidak mungkin mempunyai bakat seperti itu, bahkan ia tidak bisa membuat ramen dengan benar. Kang Hyuk berkata kalau itu mungkin jika ia mewarisinya dari seseorang. Secara tak sengaja ia mengambil bra Eun Bi.
Ia terus memandangi bra itu sampai Eun Bi merebutnya dan menyembunyikannya di jaketnya. Eun Bi kemudian teringat ada hal yang ingin ditunjukkannya pada Kang Hyuk dan merekapun masuk kedalam.

Eun Bi berusaha mengambil album foto lama yang ada diatas lemari. Kang Hyuk datang di belakangnya dan mengangkat tubuhnya supaya ia bisa mengambil album foto itu. Eun Bi terus memandanginya sambil menggaruk-garuk dagunya, Kang hyuk bertanya, apa ia terlihat tampan?

Mereka duduk dan melihat-lihat album foto lama ayah Eun Bi. Eun Bi menunjukkan foto ayahnya dengan orangtua Kang Hyuk. Ia mendesah kalau yang diwariskan ayah kepadanya hanyalah sifat pemarahnya. Kang Hyuk memberitahunya kalai itu seksi, tapi Eun Bi berharap kalau ia mewarisi sesuatu yang lebih baik, seperti bisa memasak ramen dengan enak.
Kang Hyuk menghibur, “Itu sebabnya anak-anak kita akan sempurna.” Eun Bi kaget dan dengan gugup menggaruk-garuk dagunya.
Eun Bi bertanya tentang ibunya. Kang hyuk berkata kalau ibunya meninggal ketika ia berumur 25 tahun (ketika Chi Soo 13 tahun). Ia menambahkan kalau ibunya bertahan lebih lama dari perkiraan dokter, karena ia diberitahu kalau ia hanya bisa hidup setahun. Ia tinggal di Jepang bersamanya selama tiga tahun sebelum ia meninggal. Jadi ibu meninggalkan Chi Soo ketika ia berumur 10 tahun.

Di sekolah, Ba Wool memanggil Chi Soo ke halaman sekolah. Ia berkata kalau ia tidak akan berkelahi karena Eun Bi noona akan sangat marah padanya, jadi ia menahan diri. Ba Wool menyuruh Chi Soo untuk berhenti melakukan apa yang ada dipikirannya, baik permainan maupun balas dendam.

Chi Soo berkata kalau ia tidak berniat melakukan hal itu. Ketika ia tidak bersama Eun Bi, ia tidak dapat berpikir apapun, pikirannya jadi kosong dan ketika ia bersama Eun Bi, pikirannya malah tambah kosong. Ba Wool kaget, “Itu juga terjadi padaku ketika aku bersama So Yi!”
Ba Wool tidak mempercayainya dan menyuruhnya pergi ke dokter. Chi Soo berkata kalau ia sudah kesana dan dokter memberitahunya kalau ia sudah mencapai stadium lima: penerimaan atas penyakitnya.
Ia akan mencoba untuk berhubungan dengan Eun Bi. Ba Wool tertawa, Hwanung seperti dirinya tidak bisa bersama Eun Bi. Ia seharusnya bersama peri atau malaikat, “Bahkan Eun Bi noona bukanlah seorang manusia. Ia beruang!”Hahaha. Chi Soo tidak peduli, jadi Ba Wool memberitahunya apapun yang dilakukannya, noonanya tidak akan menanggapi perasaannya, karena ia bukan tipenya.
Chi Soo menekankan kalau Eun Bi juga bukan tipenya, “Ia juga bukan tipeku, tapi aku jadi seperti ini.”
Eun Bi menerima kiriman sawi dari ajumma pemasok sawi, yang terus mengirimkan persediaan kepada ayahnya. Saat mereka mengobrol, Hyun Woo datang  dan memanggilnya guru. Eun Bi menjelaskan pada ajumma-ajumma itu bagaimana ia mengenal Hyun Woo.

Kemudian Ba Wool berlari dan memanggilnya, “Noona!” Ajumma itu bertanya apa ia punya adik. Eun Bi berkata kalau ia hanya seorang dongseng yang tinggal bersamanya. Kang Hyuk juga datang dan memanggilnya, “Istriku.” Ajumma-ajumma itu marah karena Eun Bi sudah menikah dan tidak mengundang mereka. Ketika Eun Bi sibuk menjelaskan, Chi Soo datang, ia melihat Kang Hyuk memeluk bahu Eun Bi dan ajumma-ajumma yang mengira kalau ia hamil. Chi Soo jadi kesal dan berlari ke arah Eun Bi kemudian meletakkan tangannya ke bahu Eun Bi,, “Jagiiiiiiiii (sayang)!” Hehehe
Sekarang, ajumma-ajumma itu benar-benar bingung. Mereka bertanya siapa ini dan Chi Soo menjawab, “Ia sayangku, Eebbeunieku. Aku pacarnya. Benar kan sayang?” Hehehe. Eun Bi menutup wajahnya dengan sawi.
Ajumma itu bertanya apa Eun Bi tinggal bersama muridnya, dongseng yang ia kenal, suami serta pacarnya dalam satu atap?

Kang Hyuk tidak menjelaskan, ia malah menyebutnya keluarga modern yang tidak konvensional. Eun Bi kemudian berlari meninggal mereka, ia merasa sangat malu, tapi kemudian terjatuh. Semua berteriak dengan panik, “Jagi! Istriku! Guru! Noona!” dan segera berlari ke arahnya.
Eun Bi bangun dan berlari secepat yang ia bisa. Kang Hyuk, Chi Soo, Ba Wool dan Hyun Woo kembali menemani ajumma-ajumma itu. Kang Hyuk, “Eun Bi hanya tidur bersamaku.” Chi Soo langsung memelototinya.
Ba Wool melihat So Yi berlatih, ia masih membawa boneka teddy bearnya. Ia masih marah karena Chi Soo menyukai Eun Bi. So Yi menghiburnya kalau ia tidak usah khawatir, karena bagi Chi Soo Eun Bi hanyalah sebuah sandal. Chi Soo selalu memakai sepatu yang pas dikakinya, “Seberapa jauh ia bisa pergi dengan menggunakan sandalsebelum ia terjatuh?”

Ba Wool tidak mengerti maksud perkataan So Yi dan bertanya apa ia akan bersama Chi Soo lagi jika ia kembali padanya. So Yi mengingatkannya kalau Chi Soo adalah tangan kirinya dan Ba Wool tangan kanannya. Ba Wool menjadi marah.
Ba Wool kemudian mendapat telpon dari Eun Bi yang menyuruhnya kembali ke toko karena mereka harus membuat kimchi. So Yi langsung marah karena Ba Wool akan meninggalkannya dan pergi menemui noonanya, “Apa kau menyukainya?” Ba Wool berteriak, “Ya, aku menyukainya! Jadi apa?” Ba Wool berkata kalau ia akan melakukan apa yang So Yi lakukan, menyukai dua orang pada waktu yang sama. Ia menyebutnya Eun Bi depan dan So Yi belakang, meniru sebutan So Yi, Kiri Chi Soo, Kanan Ba Wool.
Setelah berkata seperti itu, Ba Wool keluar meninggalkan So Yi yang marah karena cemburu. Setelah berada di luar, Ba Wool duduk sejenak. Ia menenangkan diri. Ia senang ketika sadar kalau So Yi marah ketika ia menyebut Eun Bi noona.
Di toko terdapat banyak sawi. Sawi-sawi itu ditinggalkan oleh ajumma-ajumma yang ketakutan ketika mendengar kehidupan Eun Bi yang tidak lazim. Jadi mereka akan membuatnya menjadi kimchi. Kang Hyuk berkata kalau mereka akan membagi menjadi dua tim, yang satu membuat bumbu dan yang lain untuk mengurus sawi.
Ia mengusulkan kalau mereka menggunakan permainan gunting batu kertas untuk menentukan tim. Chi Soo berkata kalau mereka boleh tidak menghitungnya. Kang Hyuk pun berkata kalau mereka tidak perlu mengundi, karena ia akan satu tim dengan Eun Bi, Ba Wool langsung meraih tangan Eun Bi yang satu, “Tidak! Aku yang akan bersama noona!” Chi Soo langsung bangkit dan berkata kalau mereka harus mengundi.

Chi Soo pun selalu curang supaya bisa satu tim dengan Eun Bi, tapi ia gagal. Ia satu tim dengan Kang Hyuk ,, sedangkan Eun Bi bersama Hyun Woo dan Ba Wool. Kang Hyuk mendesah kalau ini timnya kekurangan orang, tapi ia akan melakukannya. So Yi datang dan berkata kalau ia akan membantu.

Kang Hyuk memasukkannya ke dalam timnya dan memanggilnya Hap Nyun. Yang lain langsung memandangnya dan memberitahu kalau itu bukan namanya
Kang Hyuk, “Benarkah? Istriku selalu menyebutnya Baek Hap Nyun (gadis lily).” Eun Bi jadi merasa tidak enak.

Chi Soo menyeringai, ia senang dan berpikir kalau ia menyebut So Yi seperti itu karena ia cemburu. Dibelakang mereka, Dong Joo dan pelatih Seo juga datang untuk membantu mereka. Dong Joo merasa senang karena ada begitu banyak pria-pria tampan dan menyebutnya taman bunga. Ia berbalik ke arah Eun Bi dan bertanya bunga mana yang akan dipetiknya, bunga matahari (Kang Hyuk) atau mawar (Chi Soo)?
Ia memperingatkan untuk tidak memetik bunga mawar karena ia mungkin terluka dan berdarah. Pelatih Seo berkata kalau bunga matahari adalah yang terbaik, karena wanita membutuhkan pria yang hanya melihatnya saja. Dong Joo setuju dan bertanya ia sampai mana dengan Kang Hyuk? Eun Bi memberitahunya kalau mereka bergandengan tangan dan ia berpikir kalau ia merasakan sesuatu, bukan tsunami tapi ombak kecil.

Dong Joo berkata kalau ombak kecil sudah cukup, ia mendemonstrasikan kalau kau bisa memegang tangan pria tanpa merasakan apapun. Ia memegang tangan pelatih Seo, tapi tiba-tiba ia merasa kaget, mereka berdua saling bertatapan, Dong Joo merasa gugup dan segera berlari ke atap. Ia berusaha menenangkan diri. Ini bukan pertama kalinya ia memegang tangan pria, tapi hatinya terus berdebar. Pelatih Seo menyelinap dibelakangnya dan mengajaknya minum.
Eun Bi sedang membuat kimchi lobak dan ia merasa tidak yakin dengan rasanya. Ia menyuapi Hyun Woo sepotong dengan tangannya, tapi Hyun Woo juga tidak tahu. Ia kemudian menyuapi Ba Wool dimana So Yi melihatnya dengan penuh kecemburuan. Ba Wool juga tidak tahu, tapi terus minta disuapi lagi dan tersenyum dengan lebar.

Eun Bi kemudian menawari So Yi, tapi So Yi tidak mau. Chi Soo yang ada disampingnya segera membuka mulutnya, tapi Eun Bi melewatinya dan menyuapi Kang Hyuk. Chi Soo merasa diremehkan dan melihat Kang Hyuk yang tersenyum lebar dan memakan kimchinya, ia menyarankan untuk menambahkan bubuk cabe.

Eun Bi berlari ke dapur untuk mengambil lebih banyak bubuk cabe dan Chi Soo berjalan dibelakangnya. Ia mengeluh kenapa ia memberi Kang Hyuk kimchi, tapi tidak memberinya. Eun Bi berkata kalau ia akan memberinya nanti. Tapi Chi Soo tidak mau ia ingin merasakan sekarang….
Ia meraih tangan Eun Bi yang tertutup bumbu kimchi dan menghisap jarinya. Eun Bi kaget.

Chi Soo memberitahu Eun Bi kalau ia harus menambahkan garam. Eun Bi berlari ke depan. Ia membutuhkan beberapa waktu untuk menenangkan diri, bertanya-tanya apa yang terjadi padanya. Ia lupa kalau tangannya penuh bumbu dan meletakkan tangan ke pipinya yang membuat pipinya ternoda bumbu kimchi. Ia heran kenapa wajahnya terasa panas.

Ia ingat obat penenangnya dan segera mencarinya. Chi Soo mengagetkannya sekali lagi . Chi Soo mengambil obatnya dan bertanya apa ia masih akan menyangkalnya dan menduga kalau yang tidak beres itu kepalanya bukan hatinya. Apa ia masih berpura-pura merasakan apapun ketika hatinya mulai bergetar.

Eun Bi menyangkal dengan tergagap. Ia pun bangkit, tapi Chi Soo menariknya mendekat. Ia mencondongkan badannya, “Apa kau perlu mengetes bumbu lagi?”Chi Soo mencium noda kimchi dipipi Eun Bi. Eun Bi terpana. 


Bunyi bel terdengar ditelinga Eun Bi, ia menjadi lemas dan merosot ke lantai. Karena kaget, Chi Soo memegang tangannya ketika ia merosot. Kang Hyuk melihatnya dan bertanya-tanya kenapa Eun Bi berlutut dan menyembah Chi Soo.
Setelah selesai membuat kimchi, mereka pun pergi ke sauna. So Yi terus menatap Eun Bi dengan kesal, sedangkan Chi Soo menatapnya dengan penuh cinta dan Kang Hyuk hanya mendesah. Ba Wool tengah asyik memijat kaki Eun Bi. Pantas saja So Yi terlihat marah.

So Yi mendekati Eun Bi dan memberitahunya untuk berhenti mempermainkan hati Ba Wool, bukankah ia sudah punya Chi Soo dan Kang Hyuk? Eun Bi berkata kalau dipermainkan orang itu sangat sakit. Di usia So Yi, ia harus memikirkan cinta yang murni. Ia memukul dadanya, berkata hanya dengan cinta yang tulus, kau bisa hidup tanpa makan.
So Yi bertanya kemana perginya kemurnian itu. Ia berkata kalau perasaannya pada Ba Wool tulus, perasaannya lebih kuat daripada Eun Bi. Ketika Eun Bi menjadi lebih tua, ia akan menilai orang berdasarkan posisinya, menikah berdasarkan profil dari biro jodoh.
Ia akan meninggalkan Ba Wool  karena ia tidak sesuai kualifikasi yang diinginkannya, Uang yang pas, umur yang pas dan pekerjaan yang stabil.

Sedangkan Chi Soo dan Kang Hyuk duduk berhadapan di sauna. Kali ini Kang Hyuk mengusulkan siapa yang bisa bertahan paling lama akan mendapatkan Eun Bi. Chi Soo tidak menyukai peraturan itu, karena menang atau kalah, ia tetap akan mendapatkan Eun Bi. Itu adalah peraturam emas Cha Sung. Apapun yang diinginkannya, ia selalu mendapatkannya.
Kang Hyuk heran apa ia selalu hidup seperti ini, mendapatkan apa yang ia inginkan, “Lalu bagaimana dengan ibu?”Chi Soo menjadi marah, ia berkata kalau ibunya meninggal ketika ia masih kecil dan ia tidak membutuhkan ibu karena ia punya ayah. Kang hYuk merenung kalau tidak ada anak yang tidak membutuhkan orangtuanya. Chi Soo membalas kalau itu untuk orang yang kekuarang. Ia punya segalanya. Jadi sekarang, ia hanya membutuhkan Yang Eun Bi.

Eun Bi menunggu diluar, ia teringat dengan ciuman Chi Soo. Ia menggosok pipinya, “Aku sudah menggosok, tapi itu tidak mau hilang.”

Sekretaris ayah Chi Soo datang . Ia membawa Eun Bi untuk menemui ayah Chi Soo. Ayah bertanya apa ia pergi ke kolam renang dan Eun Bi menjawab tidak, ia pergi untuk membesihkan kulit-kulit matinya dan Chi Soo juga pergi kesana.
Ayah bertanya-tanya apa mereka sudah sedekat itu. Eun Bi langsung mengklarifikasi kalau mereka pergi ke kamar mandi yang berbeda, Ayah menjadi iri karena ia tidak pernah mandi bersama Chi Soo.
Ia berkata kalau malam sebelumnya ketika Chi Soo pulang, Chi Soo mengatakan kalau ia telah membuat sesuatu, ia membuat pacar, Yang Eun Bi. Eun Bi segera menyangkal berkata kalau Chi Soo terlalu muda ia mungkin membuat kesalahan, tapi Ayah berkata kalau itu terlanjur terjadi. Ia meminta tolong pada Eun Bi untuk cepat menghentikannya, kalau tidak seseorang akan terluka.
Eun Bi berpikir kalau ayah mengkhawatirkan dirinya dan meyakinkannya kalau ia tidak akan terluka karena hal seperti itu. Ayah mengklarifikasi kalau yang dimaksud adalah Chi Soo. Ia menambahkan kalau ia sangat mengetahui wanita seperti itu.
Ia mendeskripsikannya sebagai nasi, ramen dan kehangatan, kelembutan serta perhatian, “Laki-laki seperti kami sangat mudah jatuh cinta pada wanita sepertimu. Karena caviar tidak pernah merasakan kehangatan.” Ia mendeskripsikan caviar sebagai benda yang dingin dan itu harus dimakan dengan sendok kecil khusus. Caviar tidak bisa diambil dengan menggunakan sumpit, karena itu mudah tercecer.
Eun Bi mengerti maksud perkataannya dan menambahkan kalau ia tidak suka dengan caviar. 
Dalam perjalanan pulang, ia bertanya kenapa Chi Soo dan ayahnya tinggal di kantor, bukan dirumah. Sekretaris ayah Chi Soo menceritakan kalau kantor itu rumahnya, setelah bekerja dan bertemu dengan orang lain, tidak ada hal lain yang bisa dilakukannya atau seseorang yang ditemuinya. Eun Bi bertanya lagi apakah Cha Chi Soo juga tumbuh dikantornya. Sekretaris membenarkan, ketika anak-anak lain belajar perkalian, Chi Soo belajar managemen. Ia tumbuh dengan melihat barang sampel barang.  Eun Bi bertanya tentang ibu Chi Soo dan ia menjawab, kalau ibu Chi Soo meninggal di Jepang.

Eun Bi kembali ke toko dan menemukan kalau Chi Soo menunggunya dan tidak ada seorangpun dirumah. Chi Soo berkata yang lain sedang makan daging dan Eun Bi menjerit, “Tanpa aku?” Chi Soo menghentikannya dan berkata kalau mereka punya hal lain yang harus dirasakan.
Ia mengangkat tangan yang ditutupi dengan sarung tangan pengelupas untuk bertahan, tapi Chi Soo berpikir hal yang lain. Chi Soo tertawa dan mengingatkannya kalau ia yang berkata kalau dirinya harus belajar membuat ramen jika ia ingin berkencan dengannya. Chi Soo menyuruh Eun Bi duduk dan memasak untuknya.

Ini pertama kalinya Chi Soo melakukan sesuatu untuk orang lain. Eun Bi memandang dengan dengan ingin tahu saat Chi Soo membuat ramen persis seperti yang diajarkan Kang Hyuk.

Eun Bi melamun, ia mengingat pengakuan Chi Soo. Chi Soo mengagetkannya ketika ia menyajikan ramennya dan dengan tidak sabar menunggu penilaiannya. Eun Bi mengambil sumpitnya tapi ia melihat tangan Chi Soo yang terluka. Tiba-tiba ia berdiri dan keluar, sambil berkata kalau ia tidak lapar lagi serta menyuruh Chi Soo pulang.

Chi Soo mengejarnya dan bertanya bagaimana bisa ia menolak untuk mencicipi ramen buatannya setelah ia melihat ia bekerja keras untuk membuatnya, berkeringat dan ia benci menjadi berkeringat. Eun Bi berteriak, bertanya kenapa ia melukai tangannya dan menjadi berkeringat hanya untuk membuatkannya ramen. Chi Soo bertanya kenapa Eun Bi menghindarinya, “Kau tidak kenyang, tetapi takut memakannya.” 
Chi Soo mengangkat Eun Bi dan membawanya ke dalam rumah, mereka kembali berdebat. Chi Soo berkata kalau alasan Eun Bi sebenarnya adalah karena ia takut. Ia menarik lengan Eun Bi dan berkata kalau mereka akan mencari tahu,kenbenarannya, apa Yang Eun Bi seorang guru atau wanita. Eun Bi menarik tangannya dan menyuruh Chi Soo pergi.
Chi Soo,“Kau takut kalau kau akan memakan ramen itu dan tahu kalau aku bukan satu cup ramen, tapi ramen yang nyata bagimu. Mungkin aku bisa membuat hatimu mendidih, makanya kau takut memakannya.” Akhirnya Eun Bi mengaku.

Eun Bi: “Memang benar. Aku sangat takut. Katamu ini pertamakalinya  dadamu sakit dan mual. Itu bukan aku. Tapi aku pernah merasakan sebelumnya dan aku tahu betapa panas dan betapa berbahayanya itu. Dan aku mengenal diriku. Aku Yang Eunnembi (panci besi), jadi aku mendidih lebih cepat dan lebih panas dari orang lain.”
Eun Bi berkata kalau itu sebabnya ia mencoba untuk tidak menjadi Yang Eunnembi, menjadi lebih dewasa, membuat pilihan yang masuk akal. Tapi Chi Soo selalu menggoyahkannya, “Kau selalu merubahku menjadi Yang Eunnembi. Hatiku mulai mendidih secara nyata. Aku takut. Aku sangat takut!”

Chi Soo memeluk Eun Bi dengan erat serta menepuk punggungnya.Berkata kalau ia mengerti. He…. akhirnya Chi Soo mengerti cara menghibur….
Chi Soo terus mengatakan itu berulang-ulang dan menyuruhnya untuk tenang, karena ketika ia marah, hatinya mulai mendidih, karena Eun Bi sangat cantik ketika marah, Chi Soo memejamkan matanya dan memeluknya erat sambil tersenyum. Eun Bi juga memejamkan matanya.

Dan kemudian Chi Soo bertanya, “Tapi….kapan kau terakhir mencuci rambutmu?” Whahaha….

Eun Bi selesai mandi dan Chi Soo mengeringkan rambut Eun Bi dengan hair dryer. Chi Soo mengeluh bagaimana bisa seorang wanita tidak bisa mengeringkan rambutnya dengan benar, makanya rambutnya menjadi bau. Ia menyuruh Eun Bi untuk mengeringkan rambutnya dengan benar ketika ia bertemu dengannya karena ia sangat sensitif dengan bau. Ia memiliki indra yang kuat. Eun Bi mendesah, ia tidak punya waktu karena ayahnya tiba-tiba menyeretnya pergi…
Eun Bi menghentikan perkataannya dan berkata tidak. Mereka kaget ketika Kang Hyuk memanggilnya. Eun Bi panik dan mendorong Chi Soo ke lantai, menutupinya dengan selimut. Ia berbaring tepat ketika Kang Hyuk membuka pintu.

Kang Hyuk bertanya apa ia mau ramen karena ia akan memasak untuk yang lain. Eun Bi berkata tidak, ia lelah dan ingin tidur cepat. Kang Hyuk: “Benarkah? Aku juga!” ia pun bergerak untuk bergabung dengan Eun Bi.
Eun Bi menghentikannya dan berkata kalau ia benar-benar lelah malam ini. Kang Hyuk pun tersenyum dan menyuruhnya untuk memimpikannya. Di luar, Kang Hyuk bergumam, “Ia tidur dengan Cha Chi Soo dan memimpikanku?” Ia menggelengkan kepalanya dan melangkah pergi.

Di dalam kamar Eun Bi, Chi Soo keluar dari balik selimut, ia terbatuk-batuk karena merasa sesak. Ia ingin tahu, “Kenapa aku harus bersembunyi? Dan apa kau benar-benar tidur dengannya?” Eun Bi menyebutkan semua alasan yang bisa menjadi bencana jika mereka ketahuan seperti ini. Kang Hyuk akan memukul Chi Soo kemudian Ba Wool pasti akan terlibat dan membuat So Yi menjadi gelisah dan sebagainya.
Chi Soo mencemooh, memangnya Eun Bi sedemikian populer. Eun Bi melemparkan rambutnya, “Memang benar.” Chi Soo bertanya apa ia benar-benar akan merasakan Kang Hyuk dan dirinya secara bersamaan. Eun Bi berkata, kenapa tidak?

Chi Soo berkata baik dan kemudian membungkuk diatasnya, membuat jantung Eun Bi berdebar. Chi Soo mencondongkan badannya untuk mencium Eun Bi, berkata kalau Eun Bi boleh melakukan yang ia inginkan, tapi ia mungkin akan marah. Eun  Bi memejamkan matanya dan Chi Soo bergerak mendekat….
Tiba-tiba Kang Hyuk menerobos masuk dan mendorong Chi Soo. Ia menyeret Eun Bi keluar dan menyuruhnya makan ramen dengan yang lain. Kang Hyuk masuk kedalam kamar dan mengunci pintu dibelakangnya.


Chi Soo bertanya apa ia datang untuk memukulnya, tapi Kang Hyuk hanya menunjukkan kepadanya sebuah foto, ia dengan ibu mereka. Chi Soo diam dan mengambil foto itu dari tangannya.

Kang Hyuk: “Cha Chi Soo, aku adalah kakakmu. Dan wanita itu istriku. Jadi hanya akulah yang akan tidur dengannya.”



Episode 16 15 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1

Related Posts by Categories

0 komentar: