Tampilkan postingan dengan label Coffe House. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coffe House. Tampilkan semua postingan

Coffe House Episode 3

Posted: Rabu, 23 November 2011 by khyunkhyun in Label:
0
Jin Soo panik dan tiba2 bel berbunyi. Suara Eun young : Ini aku, apa kau bisa membuka pintunya?
Jin Soo berkata pada Seung Yeon, katakan aku tidak disini dan langsung sembunyi ke kamarnya. Seung Yeon bingung tapi ia buka pintu juga..
Eun Young : Halo, ada apa mengapa memutar musik keras sekali? Mana penulis Lee?

Seung Yeon berkata Jin Soo pergi dan belum kembali. Eun Young : lalu kau memutar musik keras2 saat kau sendirian? Seung yeon beralasan dia sering latihan aerobic.
Eun Young : Kau latihan aerobic di tempat kerja penulis? Seung Yeon mengaku tidak seharusnya ia melakukan ini, tapi ia hanya merasa sangat tertekan hari ini jadi...

Eun Young minta Seung yeon membuat kopi. Eun Young bertekad akan membuat penyelesaian dengan penghianat itu hari ini. Eun Young minta Seung yeon membuat kopi, ayo..coba buat, panaskan airnya. Mulai.
Ternyata Seung Yeon memang kacau kalau membuat kopi. Eun Young : Itu benar2 kacau, ayo ikut aku. Eun Young mengajak Seung yeon turun ke cafenya.

Eun Young : Apa kau tahu bagaimana aku menjalankan cafe ini? Padahal aku sibuk dengan penerbitan? Ini Eun Young memberikan buku2, baca tentang pengalaman kakekku mengenalkan kopi dalam budaya kita.
Seung Yeon : Oh kakekmu adalah ahli kopi.

Eun Young : Waktu aku melihat orang sepertimu yang memperlakukan kopi tanpa berpikir, aku merasa mereka menghina dan mengejek kakekku.
Eun Young : Bacalah ini secepatnya dan tulis pendapatmu mengenai itu. Oh, dalam format review buku, ok?

Seung Yeon pusing, review buku? Eun Young berkata, jangan hanya mendengar Penulis Lee karena dia membayarmu. Penulis Lee kerja di perusahaanku, jadi karyawannya otomatis juga karyawanku.
Oya, laporannya harus dalam format : paling sedikit 10 lembar, A4, font 11, hari Jum'at diserahkan. Dan jangan menyisipkan gambar atau jarak di reviewmu untuk memenuhi halaman. Selamat bekerja!
Seung yeon hanya melongo dan berkata tidak heran mereka berteman, mereka sama saja...

Seung Yeon akan naik ke atas tapi bertemu dengan Dong Wook, manager cafe yang tidak bisa bicara. Seung Yeon menyapanya dengan bahasa isyarat, halo apa kabar, selamat bekerja dan Seung Yeon bangga dengan dirinya sendiri yang bisa mempelajari bahasa isyarat dengan cepat.
Ji Won ikut bersama Seung Yeon ke kantor Jin Soo : Lee Jin Soo! Jin Soo bisa ditebak tidak terlalu suka melihat Ji won, ada apa kesini pagi2?

Ji Won : Apa maksudmu? Aku datang karena aku merindukanmu. Terima kasih kemarin kau keluar dari taksi, kami jadi sangat akrab, bagaimana kau bisa membaca situasi dengan cepat, kau ini sangat menggemaskan...
Ji won mencubit Jin soo dan Seung yeon memberikan telepati pada Ji Won: Kau hebat! aku tidak kenal siapa kau tapi tolong cubit dia lagi....

Ji won berkata, apa kau tahu hari Rabu nanti Eun Young ulang tahun. Jin Soo : Benarkah? Ji Won berkata aku punya rencana, dengarkan..dan ia berbisik ke telinga Jin Soo. Jin soo merasa geli, katakan saja..tapi Ji Won berkeras mau berbisik ini rahasia.

Setelah itu Ji won tanya, apa pendapat Jin Soo? Apa kau pikir ia akan menangis karena senang?
Jin Soo : Aku pikir ia akan menangis darah. Ji won menunjukkan sebuah kalung yang mencolok dan tanya apa kira2 Eun Young akan berteriak kegirangan?
Jin Soo membenarkan, iya Eun Young akan teriak kesal.

Jin soo sebal dan menggunakan semua kesempatan untuk melarikan diri dari situasi itu. Jin Soo langsung bangkit ketika mendengar bunyi ponsel, padahal itu ponsel Seung Yeon! Jin Soo dengan cuek mengangkatnya di ruangan lain, maaf Kang Seung Yeon tidak ada sekarang, tolong telp 10 menit lagi.

Ji Won memandang Seung yeon dengan bingung, kau siapa? Mengapa kau masih disini?
Seung Yeon : Aku sekretarisnya. Ji Won heran : Sekretaris? wow..dia bahkan punya sekretaris! Dia pasti sangat terkenal sekarang.

Ji won bertanya berapa usia Seung Yeon, kau kelihatan masih muda. Seung yeon berkata ia 25 th. Ji Won tidak percaya, 25? aku kira dia mulai suka gadis2 muda. Hei Jika Jin soo menyusahkanmu, datanglah padaku. Aku punya banyak tips tentang dia, aku adalah kakak kelas Jin soo di SMU dan Universitas.(saranku, jangan dengarkan ..)

Seung Yeon : Ya, pasti
Ji Won : Kami suka jalan bersama selama kuliah..bersama Seo Eun Young dan istri Jin soo.

Seung Yeon : Istri-nya? Apa penulis Lee sudah menikah?
Ji Won : Bukan hanya menikah tapi juga bercerai. Apa kau tidak tahu?

Seung yeon tidak tahu, tidak ada berita yang seperti itu di internet. Ji Won berkata itu terjadi jauh sebelum ia terkenal.
Seung Yeon ingin tahu lalu sekarang apa yang dilakukan istrinya? Ji Won mau menjawab hanya tiba2 ponselnya berdering dan ia langsung pergi.

Di ruangan sebelah, Jin Soo mendengar semuanya dan wajahnya muram
Setelah Ji Won pergi ia berkata pada Seung Yeon, sekarang kau tahu wajahnya kan? Mulai sekarang, kau tidak boleh mengijinkan ia masuk tanpa ijinku.
Seung Yeon : Tapi bukankah ia sunbae-mu? 
Jin Soo : Siapa? aku tidak pernah dekat dengannya.

Seung Yeon mengetik key word : perceraian penulis Lee Jin Soo di search engine. Tapi tidak ada hasilnya. Seung yeon sembunyi2 dan mengeluh mengapa Jin Soo terus saja melihat ke arahnya.
Tiba2 telp berdering, Seung yeon sibuk mencarinya, apa di keranjang sampah? Jin Soo menggeleng bukan keranjang sampah, aku membuangnya di satu tempat pagi tadi. Carilah.

Setelah Jin Soo selesai menelepon, ia mengajak Seung Yeon pergi, beres2 nanti saja, ayo kita pergi sekarang.
Seung Yeon : Pergi? kemana? 
Jin Soo : Ke mall.

Jin soo membawa Seung Yeon ke counter baju dan minta gaun untuk Seung Yeon. Apa bisa mencarikan gaun untuk-nya? 
Seung yeon bingung tapi ia mencoba gaun juga. Setelah keluar, pramuniaga memujinya tapi Jin soo tidak puas, itu terlalu besar untuknya. Pramuniaga berkata bagus kok, tapi Jin Soo berkata ia cocok pakai baju yang pas.

Jin soo minta agar Seung yeon diukur badannya. Dan Jin soo mengambil hasil ukuran badan Seung yeon (hm..dada kecil, pinggang besar, tidak ada lekukan sama sekali..)
Lalu Jin Soo menuju bagian tas dan koper, ia minta Seung yeon membungkuk sedikit. Seung Yeon tidak mengerti. Jin soo : Tubuh atasmu benar2 panjang..kalau dibandingkan dengan bahumu yang sempit. Badanmu ini aneh sekali.

Jin soo minta koper yang lebih besar. Setelah itu keduanya pulang. Masih belum mengerti apa tujuan Jin Soo. Seung Yeon berjuang membawa koper besarnya dan Dong Wook, manager cafe yang bisu itu membantunya. 
Seung Yeon senang dan mengatakan terima kasih.

Sekarang Jin soo minta Seung Yeon melepas sepatunya. Apa? Jin Soo : Sepertinya kau perlu masuk ke dalam koper ini.
Seung yeon: Apa??
Jin Soo : Aku beli koper sesuai ukuranmu, jadi kau harus bisa masuk ke dalamnya meskipun sedikit sempit. hahahaha freak!

Seung Yeon : Mengapa aku harus masuk ke dalam koper? Seung yeon mulai ketakutan, apa gaun itu adalah gaun terakhirku? Apa dia membeli semua itu agar aku melakukan sesuatu yang gila?
Jin Soo : mengapa? Kau tidak mau? Bukankah kau yang ingin jadi profesional? Kau tidak pernah menurutiku.

Seung yeon : Iya..iya aku masuk, lihat..aku masuk. 
Jin Soo : Kau tidak bisa asal masuk, kau harus pintar. Ayo masukkan kepalamu.
Seung Yeon : Ahhh..ah.aduh..!!
Jin Soo : Kau harus melipat dirimu dengan baik agar pas. 
Seung yeon dalam hati : mengapa aku mau jadi sekretarisnya...apa aku kerasukan atau apa...aku bahkan tidak mabuk saat itu...

Jin Soo : Sialan..aku harus memasukkan kakimu. Lalu ia mengambil foto. Seung yeon teriak, apa?
Jin Soo : lihat kesini, kau perlu menelepon untuk memanggil bantuan (oh kayanya Jin Soo ingin mereka adegan buat novelnya, hmm I see...kalau aku bisa ngga ya masukin siapa gitu ke koper..hahaha)
Jin Soo terus saja bicara sendiri dan menyuruh Seung Yeon menekan ponselnya, hei lihat ini, ini tombol speaker, ingat letak-nya ya. Ayo coba menelepon. Ini. Aku tutup ya...(astaga Jin Soo menutup kopernya! haha..jgn ditiru di manapun, bisa kecekek hahaha...)
Seung yeon : tunggu..tunggu..Pak!! Aaahh..

Jin soo : Apa susah untuk bernafas?
Seung yeon sudah stress : LAKUKAN apa maumu! Aku saaaangat berterima kasih. Jadikan lakukan apapun yang kau inginkan...Ya, terima kasih banyak!!

Jin soo benar2 menutupnya dan berkata wow..ternyata benar2 cukup untuk satu orang! 
Seung Yeon mau menelepon dan tiba2 keluarganya menelepon. Keluarga Kang sedang menghadiri resepsi di sekitar itu dan mereka ingin mengunjungi Seung yeon.

Nenek Kang berkeras mau berkunjung, Ayah Seung Yeon berkata ia tidak enak, takutnya Penulis Lee tidak akan suka. Mereka akhirnya masuk ke apartemen Jin soo.
Mereka sudah sampai pintu. Jin soo mencoba menarik keluar SeunG yeon, mengapa keluargamu kesini? Ayo keluar..Jin Soo menariknya. Seung Yeon teriak, sakit, aku tidak bercanda! sakit. Jin soo gagal mengeluarkan SeunG yeon dari koper.

Keluarga Kang gelisah mengapa dia tidak segera membuka pintunya? Penulis Lee..
Jin Soo : Sebentar! sialan aku tidak bisa membiarkan mereka melihat ini semua.

Seung Yeon : mengapa?
Jin Soo : Apa kau tahu bagaimana jika mereka melihat ini? Mereka tidak akan berpikir ini adalah adegan yang bagus kan?

Jin soo menarik Seung Yeon ke kamarnya, diam jangan bersuara, aku hanya akan mencoba membuat mereka segera pergi.
Seung yeon : pak..pak kau tidak tahu seperti apa nenek-ku...Tapi Jin soo sudah membuka pintunya, Seung Yeon melanjutkan, nenek akan tetap tinggal selamanya...

Dan benar saja, nenek Kang memaksa masuk dan bahkan memberikan hadiah buat Jin soo, sebuah cardigan! Jin soo menerimanya tapi tidak terlalu menyukainya. 
Jin Soo berkata kalau Seung Yeon sedang tugas keluar dan tidak akan kembali sampai sore. 

Keluarga Kang heran, tapi laptopnya ada disini dan bahkan organizer-nya, kemana dia pergi tanpa barang2nya?
Jin soo mengalihkan perhatian dengan meraih cardigan itu : wow..sepertinya ini akan pas untukku.

Seung Cheul menelepon Seung Yeon dan telp Seung Yeon berbunyi dari ruangan sebelah. Sepertinya ponsel kakak juga ada disini.
Seung Yeon berusaha meraih ponselnya, tapi ia kram jadi tidak bisa. Dan justru jatuh. 

Keluarga Kang langsung bangkit, aku mendengar ada yang jatuh. Jin Soo berkata ia tidak mendengar apa-apa. Keluarga Kang mendesaknya untuk melihat, Jin soo akhirnya ke kamar tapi terhenti karena bunyi bel. (apa lagi ini..hahaha)
Jin Soo terpaksa membuka pintu dan Kang Seung Cheul menuju kamar karena bunyi ponsel yang terus berdering! 

Seung cheul : Ayah, nenek, kakak disini. 
Seung yeon : diam!, diam, diam..

Seung Cheul : kesini..kakak ada dalam koper.
Jin Soo hanya bisa membenturkan kepalanya berkali-kali ke pintu (banging head hahaha) dengan semua itu. 

Ternyata yang membunyikan bel itu Eun Young. Ayah Kang tanya, apa? dia ada dimana? Eun Young melotot ke arah Jin soo (mengapa kau seperti itu)
Jin soo mencoba meluruskan situasi, ah..jangan salah paham, kami sedang melakukan percobaan, seseorang diculik dan dimasukkan dalam koper dan kemudian dibantai.

Ayah Kang : Di..dibantai? Apa kau tadi bilang dibantai? Nenek : Apa maksudmu dibantai?
Seung chul sama sekali tidak membantu, ia menjawab, ah seperti memotong ikan, nek. Artinya memotong orang seperti itu. Tambah rame kan?

Eun Young langsung mengambil alih kendali, perhatian!! Semuanya harap tenang dan tolong dengarkan perkataan-ku.
Nona Kang Seung Yeon, tolong keluar dari koper, keluargamu akan cemas, pasti akan lebih baik kalau adikmu membantu.

Eun Young melanjutkan, halo, aku presiden perusahaan penerbitan, Seo Eun Young. Aku penerbit dimana Penulis Lee bekerja. Agar semua bisa mengerti apa yang terjadi, aku harus meringkas isi novel baru yang sedang dikerjakan penulis Lee.

Novel penulis Lee akan dirilis musim gugur ini, ceritanya mengenai drama pembunuhan di Ulleungdo.
Eun Young mengarang cerita, ceritanya seperti ini, ada kasus pembunuhan berantai yang mengambil target turis wanita yang mengunjungi Ulleungdo untuk melihat keindahan musim gugur. Wanita2 ini diculik dan dimasukkan ke dalam koper mereka. Seorang mantan jaksa tinggal di pulau itu dan memiliki sebuah coffee shop.

Dsb...dll, akhirnya Eun Young berhasil meredakan suasana dan mengusulkan untuk minum kopi. Ayah Kang berkata, penulis itu..dia tidak normal 
Eun Young bengong, dan ayah Kang melanjutkan, aku pikir memang aneh ketika ia minta kucing liar, tapi aku tidak menyangka akan sejauh ini, apakah ia ..(gila?) Ayah Kang memberi tanda dengan tangannya.
Eun Young menjawab, tidak sejauh itu..hanya sedikit...unik. 

Ayah Kang tetap kesal, bagaimana ia bisa memperlakukan putri kesayanganku seperti itu? (oh I love you Chil Suk haha) Si brengsek itu...
Eun Young : Dia hanya lebih eksentrik hari ini, biasanya ia tidak separah itu. 
Ayah Kang minta no, telp Lee Jin Soo.

Eun Young akhirnya duduk di apartemen Jin soo dan berkata : Ayo..katakan terima kasih padaku. Jika bukan karena aku, dia (ayah Kang) pasti sudah memanggil polisi untuk menangkapmu.
Eun Young : Pers akan tahu, "Penulis Lee Jin Soo berubah menjadi psycho." itu akan jadi keyword paling panas di internet. (wah harus cepat2 buat artikel nih dg kata kunci itu haha..)

Eun Young masih ada di apartemen Jin Soo saat tiba2 telp berdering. Eun Young yang mengangkatnya, lalu menyerahkan ke Jin Soo : Ayah sekretaris-mu. Mungkin kau benar2 akan dituntut..oh tidak.
Ayah Kang : Penulis Lee ini ayah Seung Yeon, aku tidak mengerti seni dan sastra jadi aku mungkin tidak akan mengerti tapi..maaf, aku tidak akan mengijinkan Seung Yeon kerja besok pagi.

Seung Yeon kaget dan mencoba merebut telp ayahnya, apa yang kau lakukan? Aku akan kerja..
Ayah Kang : Jadi penulis lee. 
Seung Yeon : Ayah, oh ya ampun! Keduanya rebutan telp. Seung Yeon berhasil mendapatkannya dan menyerahkan pada Nenek Kang : nek, matikan telp.

Nenek bingung, Ayah Kang teriak, Ibu berikan telp-nya! Dan nenek tidak melakukan apa-apa.
Seung Yeon : Mengapa kau seperti ini ayah? Apa kau kira mudah mendapatkan pekerjaan? Mengapa kau melakukan ini jika kau tahu itu susah?

Dan semua percakapan itu di dengar oleh Seo Eun Young dan Lee Jin soo, mereka siaran langsung...
Inilah yang di dengar, Ayah Kang tanya apa penulis itu gila? Seung yeon menjawab tidak gila sepenuhnya, hanya sedikit gila. Ayahnya berkata banyak atau sedikit, gila ya gila.
Seung yeon berkata bukan seperti itu, aku sudah kerja beberapa hari dan dia..(hampir gila..) jadi, dia hampir gila, tapi belum sampai ke batas kegilaan itu.

Neneknya berkomentar, Lupakan semua itu. Apa kalian tidak bisa melihat dengan memandangnya? Bagaimana orang seganteng dia bisa gila?
Ayah Kang : Apa hubungan wajah ganteng dan gila? Ibu...

Eun Young geli mendengar percakapan mereka dan Jin soo berkata, ya seperti itulah keluarga itu, heboh.

Eun Young lalu tanya, apa besok Seung Yeon akan masuk kerja ya? Jin soo yakin pasti dia datang. Ada yang bagus tentang dia, dia itu bodoh. 
Eun Young : Kebodohan itu bagus?
Jin Soo : tentu saja, kalau dia harus kerja denganku.

Paginya, Seung yeon datang. Jin Soo : kau benar2 datang? Bukankah ayahmu melarangmu pergi kerja? 
Seung yeon berkata ia masih ingin melakukan pekerjaan yang baik. 

Seung Yeon memberikan kopi, dan Jin Soo berpikir, kopi ini jadi semakin dekat dengan racun, benar2 bakat.
Jin Soo tidak tahan dan tanya, apa kau pikir aku ini gila atau tidak? Seung yeon kaget, maaf? Jin Soo : garis batas gila?

Seung Yeon heran, bagaimana kau bisa? 
Jin soo memujinya, pemilihan kata2 yang hebat. Garis batas gila. Seung yeon berkata dalam hati, keluarkan saja amarahmu bukannya tersenyum seperti itu, kau penulis setan.

Sore itu, staf Eun Young mengajak Eun Young menghadiri pesta kejutan, President, ini hari ulang tahunmu, jadi semuanya berkumpul untuk merayakannya.
Staf Eun Young menutup mata Eun Young dan menuntun-nya ke tempat pesta. 

Eun Young dengan keadaan tertutup matanya duduk di tempat terhormat, Jin Soo juga hadir hanya ia berkata akan terlambat. Dan tiba2 terdengar denting piano. 
Senyum Eun Young langsung menghilang ketika mendengar suara penyanyinya, itu Ji won !

Ji won : aku akan membuka pesta ini. Setelah 3 tahun, lagu ini didedikasikan untuk gadis yang berpesta di sini, Seo Eun Young, happy birthday!
Ji Won menyanyikan lagu Kim Dong Ryul, judulnya, "Apa aku harus mengatakan "aku cinta padamu" lagi" hahaha..just heard Mi Saeng voice ...singing that song..

Eun Young sebenarnya mengalami mimpi buruk tapi ia maju dan memaksakan tersenyum, mengambil mic Ji Woo sehingga Ji won tidak bisa menyanyi lagi dan menyapa semua teman2 dan koleganya dengan ramah. (ya, tetap profesional..)
Eun Young berkata : Maaf mengganggu di tengah lagumu, Direktur Han. Eun Young minta foto2 masa lalunya tidak ditayangkan, melihat foto2 lama, membuatku merasa tua. eun young mengambil alih pesta dan membuat Ji Won sedikit terlupakan.

Setelah ada kesempatan, Eun Young melotot pada Ji Won : Kau tidak berhak menyanyikan lagu itu. Jangan pernah menyanyikan-nya lagi!
Ji Won : Apa kau tidak punya sopan santun, untuk mendengar lagunya sampai habis?

Eun Young menarik teman-nya, Byung Hee! Apa aku bisa bicara denganmu sebentar? Eun Young pergi ke rest room dan teriak2 benar2 kalap.
Byung Hee : tenang, tenang, ..tenang..

Eun Young : Apa ini? Apa yang terjadi? Mengapa si brengsek itu menyanyi disini? Dan mengapa kalian disini?? Siapa yang memanggil kalian?
Byung Hee : Han Ji Won.
Eun Young : Apa?

Byung Hee heran, jadi Eun Young dan Ji Won belum berbaikan? Eun Young murka, mengapa aku harus baikan dengan-nya!!
Byung Hee membela diri, tapi dia bilang kalian sudah baikan dan kami harus datang untuk menghidupkan suasana. 

Eun Young : Hei, kau percaya apa katanya meskipun kalian tahu orang macam apa aku ??
Byung Hee : Aku kira itu benar, kalian sudah baikan lagi. Dia bilang kalian makan bersama dan kau sudah memaafkan-nya. 

Ji Won yang merasa rencana-nya gagal total jadi tertekan dan mabuk, ia menelepon Jin soo, hei..kenapa kau tidak datang juga. Kau seharusnya membantuku, Eun young benar2 marah. Jin Soo menyanggupinya, iya aku akan datang sebentar lagi.
Ji Won mendatangi meja Eun Young dan membawa kalung untuk Eun Young. Teman Eun Young memuji kalung itu dan berkata sepertinya kau mabuk. Ji Won : Ya, karena Eun Young menembakkan laser dari matanya agar aku tidak mendekatinya.

Ji Won berkata wah kau dapat banyak hadiah, tunggu..aku juga sudah menyiapkan hadiahku. Kau tidak akan bisa memuaskannya apalagi karena kau sudah bersalah padanya. Jadi aku menyiapkan sesuatu yang benar2 bagus.

Eun Young ingin menghindari percakapan ini dan berkata : Ah, aku harus menelepon ke Amerika untuk masalah kontrak. Eun Young meninggalkan meja dan kembali ke kantornya. 

Ji Won menyusulnya dan komen, kantormu belum berubah, kau perlu mendisain ulang kantormu ini sedikit, apa kau tidak bisa mengatakan terima kasih sekali saja?

Ji Won : seorang pria tidak bisa merayumu dengan uangnya.
Eun Young : Merayu? kau itu direktur elit, demi Tuhan.

Ji Won : Aku tidak bisa membuatmu terkesan dengan barang2 mahal, karena kau bisa membelinya sendiri. Bahkan bahasa Inggrismu juga bagus sekali, sampai rasanya sangat menjengkelkan.
Ji Won : Kau perlu mengalah sedikit agar seorang pria bisa merasa lebih baik.

Eun Young : Hei!
Ji Won : Aku ini direktur, kau tahu. Direktur. Apa kau tahu penghasilanku setahun? Mengapa kau tidak kencan dengan pria lain selama ini. Aku kira kau akan kencan dengan pria hebat setelah putus denganku.

Jin soo tiba di cafe dan tidak menemukan EUn Young. Teman2 Eun Young menyapanya dan berkata kalau Eun Young kembali ke kantornya.

Ji Won masih menyalahkan Eun Young, tidak ada pria yang berani mendekatimu kan? Alasan aku tidak bisa minta maaf karena kau. Kau membuatku kesepian. 
Ji Won berkata Eun Young tidak mengerti bagaimana menjadi seorang gadis itu, pura2 lebih sibuk dan dingin.

Eun Young : Jadi? Semua ini salahku? Itulah mengapa kau selingkuh?
Ji Won berkata apa kau tahu berapa harganya ini? seraya menunjukkan kalungnya, aku beli ini karena kau! Lihatlah paling tidak kau bisa terlihat tergetar.

Ji Won : hei, Young Mi bahkan berterima kasih padaku ketika aku melakukan hal2 kecil.
Eun Young terluka mendengarnya, sangat, sampai ia menangis. Ji Won menyadari kalau ia sudah terlampau batas, menyebut nama Young Mi, dan ia minta maaf, aku sudah banyak minum, aku akan membeli obat untuk menyadarkan diriku.

Ji Won jalan ke pintu dan tepat saat itu Jin soo masuk. Otomatis pintunya kena langsung ke muka Ji Won dan Ji won knock out! KO! pingsan! dengan sukses.
Jin Soo panik, sunbae, kau tidak apa-apa? Sunbae? Ternyata Ji Won tidur.

Eun Young kesal, kau datang terlambat karena kau tahu dia menyiapkan semua ini kan? Brengsek, kalian pria sama saja.
Jin Soo : Oh ya? dia bilang kau akan teriak kegirangan karena mendapatkan ini.

Eun Young : Aku benci sekali, mengapa dia harus ada di gedung sebelahku? Aku ingin mengirimnya jauh ke tempat dimana aku tidak bisa melihatnya.
Jin soo : Apakah kau akan menghitungnya sebagai hadiah ulang tahun kalau aku mengirimnya ke tempat jauh?

Jin soo berkata tidak susah mengirimnya pergi. Jin Soo cari taksi dan memasukkan Ji Won kedalamnya. Membayar sopir taksi dan pesan untuk membawanya ke tempat jauh.

Sementara itu, Seung Yeon yang tadi ada di pesta terlalu banyak minum dan ia naik bis pulang. Manager Dong Wook duduk di belakang menjagai Seung Yeon. Seung Yeon tertidur sepanjang jalan dan turun dari bis setengah tidur.

Dong Wook jalan di belakang Seung Yeon dan menahan lengannya saat Seung Yeon hampir jatuh dan berkata, hati2. Lalu Dong Wook pergi. 
Seung Yeon langsung sadar, dia bicara! Seung Yeon heran tapi ia pikir, ah ini pasti halusinasi, ia psti mimpi.

Paginya, Ji Won terbangun dan kaget karena beberapa ekor domba menjilati mukanya! hahahaha ternyata Ji Won ada di tengah padang rumput penuh domba gembalaan. Well, bagus lo scenerynya dan jangan pikirkan penderitaan Ji Won, dia perlu udara segar anyway.

Ji Won bingung (astaga dimana ini, ), tidak ada dompet, tidak ada ponsel, dan tidak ingat bagaimana ia bisa sampai ke sini. Ji Won jalan menyusuri jalan yang lengang dan melihat seorang nenek duduk di bangku. Nenek, apa kau tahu dimana ini? Nenek..

Nenek tua : Apa maksudmu dimana ini, ini Ui Ya Ji.

Ji Won tambah pusing, Ui Ya Ji dimana itu, apa itu Ui Ya Ji?
Nenek itu marah, Ui Ya Ji ya Ui Ya Ji, apa kau tuli atau apa?

Ji Won minta maaf, baiklah Nek, apa aku bisa pinjam telp? Nenek itu heran, apa kau tidak punya telepon yang dibawa-bawa itu? hahaha..Ji Won akhirnya dikasih koin oleh Nenek itu untuk telp di telepon umum. (100 Won saja nek hahaha...)

Sayangnya, Ji Won menjatuhkan koin itu dan menggelinding ke bawah bukit dan plung..masuk kolam. Ji Won : Ohhh..oh..

Ji Won harus jalan balik untuk pinjam uang lagi ke nenek...

Seung Yeon datang ke cafe pagi2 dan siap menyapa Dong Wook dengan bahasa isyaratnya, Jin Soo muncul dan tanya, buku ini ada berapa seri ya? Dong Wook menjawab semua pertanyaan Jin soo dengan lancar (baca : pakai bahasa biasa means Dong Wook tidak bisu)
Seung Yeon bingung dan mengejar Jin soo, um..Pak? bukankah orang itu bisu? 

Jin soo yang heran, bisu? Seung Yeon berkata pekerja cafe berkata dia tidak bicara.
Jin Soo geli, kau pasti dikerjai mereka, karena Dong Wook itu pendiam.

Ji Won berhasil menelepon, dan ia telp Jin Soo. Jin soo : Sunbae? kau dimana?
Jin Soo bergegas turun ke bawah, Eun Young ada di halaman cafe, dan Jin Soo berkata, aku punya sesuatu yang lucu, tunggu sebentar lagi. (scene ini bagus hehe..saat Jin soo duduk di lengan kursi Eun Young, cute couple)

Eun Young tidak mengerti maksud Jin Soo, tapi kemudian ada taksi mendekat, dan ..Ji Won keluar dari taksi dengan amburadul (gimana sih..namanya juga dicium domba..), Jin soo langsung berkata sunbae! Apa yang terjadi? 
Ji Won minta Jin Soo membayar taksinya. Jin soo melakukannya dan berkata aku cemas sekali karena kau menghilang.

Ji Won : Oh Tuhan, hal yang terjadi, ini adalah sesuatu yang hanya bisa terjadi di novel-novel. Aku bersumpah, aku ada di tengah pesta kemarin malam. Aku membuka mataku dan aku berbaring di tengah padang.

Ji Won : Oh tidak, aku tidak mengerti, apa yang terjadi?
Jin Soo : Hmm, aku tidak tahu. Mungkin kau diculik oleh UFO.
Ji Won : UFO?
Jin Soo : Apa ada penjelasan masuk akal yang lainnya?

Ji Won bingung tapi ia permisi pergi dan saat ia berbalik ia melihat Eun Young dengan wajah geli. Ji Won malu juga tapi ia memaksakan berkedip dan menjentikkan jari yang dibalas oleh Eun Young.

Setelah Ji Won pergi, Jin soo berkata dia kembali lebih cepat dari yang kuperkirakan, aku kira ia akan kembali sekitar nanti sore.
Eun Young : Kemana kau mengirimnya?
Jin soo : Dae Gwan Ryung?

Eun Young : Kau gila. Terima kasih, Aku tidak mengira akan datang hari aku mengucapkan terima kasih pada Penulis Lee. Aku suka hadiah ulang tahunku.

Jin soo : Ini baru yang pertama.
Eun Young : Apa ada yang kedua?

Jin Soo : Kau suka serial. Jadi tunggu saja.....
Read more >>

Coffe House Episode 2

Posted: by khyunkhyun in Label:
0

Setelah mengatakan semuanya, Jin Soo membuat kopi dengan takaran-nya sendiri sementara Seung Yeon masih berpikir : Apa ini..bagaimana ia bisa tersenyum seperti itu..? Tiba2 telp Jin Soo berdering dan Jin Soo punya kebiasaan tidak pernah mengangkat telp-nya tapi meny

ambungkan ke speaker.

Terdengar suara Do Sang : Hyung, aku dalam perjalanan ke Jepang sekarang, Seung Yeon menelpon-ku dan berkata aneh karena kau tidak memberinya pekerjaan. Berikan padanya sesuatu untuk dilakukan. Apa kau terlalu malas bahkan untuk memerintah-nya? Kasihanilah dia..semua teman-nya sudah kerja dan hanya dia satu2nya yang menganggur. Dan, pacarnya selama 3 th ini baru saja putus dengan-nya. Mengerti? Perhatikan dia sedikit. Berikan dia sesuatu untuk dikerjakan.

Dan semua itu terdengar oleh Seung Yeon. Bisa dibayangkan perasaan Seung Yeon ? 

Seung Yeon mengalihkan perhatian-nya dari telp Do Sang dan melihat Jin Soo membuat kopi dengan coffee maker yang mahal dan dengan takaran yang pas. Seung Yeon: Apa kau selalu membuatnya seperti itu? Apa kau pernah kerja sebagai barista sebelumnya? Atau keluargamu punya coffee shop? 

Jin Soo : Bukan keduanya.
Seung Yeon : Lalu bagaimana kau bisa ahli membuat kopi?
Jin Soo : Aku tidak bisa menemukan coffee shop yang membuat kopi sesuai seleraku. Jadi kupikir akan jauh lebih cepat bagiku untuk mempelajarinya dan membuat-nya sendiri.

Seung Yeon pulang naik bis dan kata2 Do Sang terngiang di kepalanya. Seung Yeon mau menelp Do Sang tapi telp-nya tidak aktif, jadi Seung Yeon meninggalkan voice message dengan marah, Apa aku minta kau kasihani? Mengapa kau minta dia memberikan uangmu padaku? Kau akan membantu jika tidak muntah setelah minum2. Apakah 10 juta Won tidak ada artinya bagimu? Apa jumlah itu terlalu kecil karena kau sekarang kerja di TV? Apa aku pernah minta kau meminjamiku uang? Mengapa kau memperlakukanku seperti pengemis?

Eun Young sedang meeting dan setelah selesai, ia kembali ke kantor. Di jalan di luar kantornya, tiba2 satu demi satu pejalan kaki memberinya bunga mawar. Eun Young bingung, terima kasih, tapi mengapa..? Terima kasih..mengapa kau memberiku ini? Terus saja seperti itu sampai ia masuk ke dalam kantornya.

Eun Young bingung, siapa yang mengirimkan bunga padanya, Siapa dia, aku tidak tahu orangnya, tapi aku akan memberinya pelukan dan terima kasih. Stafnya heran, tapi ini bukan ulang tahunmu kan, mengapa mengirim bunga hari ini? apa ini hari istimewa? 

Eun Young ingat, ia dapat postcard yang berisi pesan akan kembali bulan depan tanggal 18. Stafnya berkata ini tgl. 18. Eun Young berkata, 18? jadi dia akan kembali hari ini? Stafnya tanya, siapa? Eun Young, postcard itu dari Hong Kong, seseorang yang kukenal dari HK? Mungkin tapi tidak ..bukan. 

Perasaan Eun Young jadi berubah, ah siapa lagi aku tahu orangnya. Tiba2 : Seo Eun Young! Halo lama tidak bertemu...

Eun Young menoleh dan tarra..si pengirim bunga muncul : Mi saeng! ups sorry bukan..dia Han Ji Won. Mantan tunangan Eun Young. Mereka membatalkan pernikahan karena Ji Won naksir teman wanita Eun Young. Eun Young terpana dan gusar. Ji Won dengan percaya diri berkata aku sekarang kerja di gedung sebelah gedungmu. Di Firma Konsultan Sae Mok Partners. 

Ji won mengajak Eun Young makan siang. Eun Young sebal, mengapa aku harus pergi? Mengapa kau mengirim kartu pos dan bunga itu? Tidak ada yang perlu dirayakan.

Ji Won : tentu saja ada yang harus kita rayakan, aku baru bertemu lagi denganmu setelah 2 tahun. Aku rindu padamu Eun Young. (hahaha Mi Saeng..astaga harusnya Mi Shil juga muncul, cameo kek, trus ngejewer telinga Ji Won hahaha)

Eun Young melanjutkan kerja, ia harus menelpon Jin soo. Eun Young : Penulis Lee, ini aku. Tapi Jin soo menutup telp-nya. 

Eun Young kesal, si brengsek itu. Jin soo membuang telpnya ke tempat sampah. Staf Eun Young berkata, President, penulis Lee sepertinya sibuk, anda bisa mengatakan pada saya..

Eun Young menanyakan kunci darurat. 

Jin soo kaget, ah apa ini? mengapa kau selalu menggunakan kunci darurat? 
Eun Young : Selain menjadi Mr. Nice Guy kepada orang asing, bisakah kau menjaga sikapmu dengan orang di sekitar, Tuan Penulis. Dan semua ini dari uang perusahaan, jadi kumohon jangan menghamburkan-nya.

Jin Soo : Kau bilang tidak penting.
Eun Young : Biarpun tidak penting, aku President perusahaan ini, dimana kau bekerjasama. Jika President ingin bicara, paling tidak kau pura2 mendengarnya. Apa kau tidak bisa pura2?

Jin Soo : Aku minta maaf Nona President, Ada masalah apa sampai kau menumpahkan kemarahanmu pada penulis malang ini yang kerja keras hari ini agar tidak kena tuntutan. Dosaku hanyalah mengeluarkan sedikit bakat yang kumiliki dan kerja keras, benar?

Eun Young : Apa kau tidak mau mendengarku kalau aku bukan Presiden? Apa kau kira itu tidak terlalu dingin, padahal kita saling kenal paling tidak 10 th?

Jin Soo : Apa hubungan kita? Ah A dan B dalam kontrak, Majikan dan bawahan? Musuh bebuyutan?

Eun Young : Kau menyebutnya dengan sangat jelas.

Jin Soo berkata baik lalu kenapa kau marah? Eun Young akhirnya mengendalikan dirinya dan berkata tidak ada apa2, dan minta maaf karena sudah mengganggu Jin soo. Jin Soo tanya, lalu bunga itu untuk apa? Baru Eun Young sadar kalau ia masih bawa setangkai mawar.

Do Sang kembali dari perjalanan-nya dan akhirnya ia mendengar telp Seung Yeon yang marah padanya. Do Sang menelp Jin Soo. Apa? Kang Seung Yeon tidak masuk kerja selama seminggu ini? Apa? Kau mengatakan semuanya padanya?
Jin Soo : Itu baik kan? Aku akan kirim sisa uangnya, jadi berikan no. account-mu.
Do Sang : astaga..aku sudah bilang jangan mengatakan padanya.
Jin Soo : dia terus saja tanya, dan ada apa denganmu? Kenapa kau tidak bisa mengaku (perasaan-mu) padanya?

Do Sang berkata waktu itu Seung Yeon punya pacar. Jin soo berkata sekarang tidak lagi, kau harus berterima kasih padaku. Tapi Do sang kesal, aku tidak berterima kasih, tidak sama sekali! Jin Soo tidak peduli, sudahlah berikan ac-mu dan berhenti mengeluh. Do Sang tidak mengerti kenapa Jin Soo egois sekali.

Jin soo akhirnya ke coffee shop milik keluarga Kang, dan ia melihat Seung Yeon ada di ujung anak tangga sambil membersihkan neon box cafenya. Jin Soo mendesah, ah anak ini..ia melihat kalau kata2 Coffee salah ejaan-nya dan jadi Caffee, dan bukannya diganti hurufnya dari A jadi O, justru diambil beberapa huruf sehingga jadi Cafe. Benar2 amatiran.

Tapi Seung Yeon punya alasan, karena mengganti huruf itu mahal, jadi lebih baik di ambil saja beberapa huruf. Jin soo berkata akan menunggu di dalam, maaf tapi apa aku bisa pinjam telp? Seung Yeon berkata boleh2..

Jin soo langsung menelepon dan tiba2..Pak! Pak! Tolong aku...oh..tidak! Pak!!! Tolong...! 
Jin Soo : oh..oh..oh..tunggu!! dan...BRAK !! Seung Yeon kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa Jin Soo.

Seung Yeon : Apa aku masih hidup? Aku kira aku mendarat di atas sesuatu...Apa kau sakit? Apa punggungmu luka?

Jin Soo : Pergi...pergi aku tidak apa2 apa kau bisa minta bantuan? Jin soo masih memaksakan tersenyum sopan. Jin soo mendarat di atas neon huruf dan ia tidak bisa gerak.

Seung Yeon masuk dan berteriak memanggil ayahnya. Jin Soo berpikir, apa ada yang lebih buruk dari ini? dan tentu saja...hujan turun ...(hahaha kasihan ama ketawa)

Di kantor, Eun Young merasa sebal dan mengeluh panjang pendek dengan temannya di telp. Teman Eun Young berkata, kau cenderung bereaksi berlebihan hanya mendengar nama Han Ji Won. Eun Young membenarkan. Temannya menasihati, kau kalah jika seperti itu, sekarang tenang.

Eun Young menenangkan diri, Lakukan saja yang perlu dilakukan, tidak perlu takut dan Eun Young mendengarkan musik yang lembut, dan minum kopi, sampai melihat ke luar jendela memandang hujan dan ...coba lihat.....

siapa yang melambai dari jendela gedung sebelah..ba...Han Ji Won! Eun Young langsung bete!

Jin Soo benar2 harus berjuang dengan kesabaran-nya menghadapi keluarga Kang. Ayah Kang membuatkan kopi, Seung Yeon melarangnya, kau tidak perlu membuat kopi. Ayahnya heran, mengapa dia basah kena hujan, jadi sesuatu yang hangat kan bagus. Seung Yeon : Ini terlalu murahan untuk seleranya. 

Ayah Kang : Mengapa ini murahan? Ini adalah biji kopi terbaik di toko kita.
Seung Yeon : Iya, yang terbaik di toko kita, tapi untuk orang yang mengerti kopi, itu bukan yang terbaik, Ayah.

Nenek Kang meminta Jin Soo memakai rompi pelangi hahaha.. ayo pakai, kalau tidak kau akan kena pilek, bajumu basah semua. Aku merajutnya sendiri dan sangat hangat. 
Jin Soo : Aku tidak apa-apa, Nenek.
Nenek Kang : Kau ini benar2 keras kepala..sangat keras kepala.

Adik Seung Yeon : Apa aku bisa minta tanda tangan? Aku Kang Seung Chul. belum selesai dengan itu...nenek Kang datang lagi.

Nenek Kang memaksa Jin Soo dengan obat spray untuk menghilangkan rasa sakit. ini kiriman dari keponakanku di Amerika, ayo diam..dan si Nenek mulai menyemprot...

Akhirnya Seung Yeon dengan susah payah menyingkirkan semua anggota keluarganya dari Jin Soo dan duduk berhadapan. Seung Yeon : Kau tidak perlu memaksa dirimu minum kopi itu. Mengapa kau datang ?

Jin Soo : Do Sang mengeluh padaku, dan kau bahkan tidak masuk kerja. Apa yang harus kulakukan di tengah2? Jin Soo mengulurkan amplop, ini sisa uang yang jadi hutangku pada Do Sang. Aku berharap kalian berdua menyelesaikan ini. Siapapun yang mendapatkannya.

Seung Yeon : Mengapa aku yang menerimanya? Aku tidak akrab dengannya. Dia hanya mencampuri urusan orang lain.

Jin Soo : Lalu mengapa kau tidak terus kerja? Kerja dan ambil uang ini untuk keluargamu dan juga akan baik untuk Do Sang. Aku tidak harus menghadapi keluhan Do Sang. Ini yang terbaik untuk semua.

Seung Yeon : Membuat kopi yang tidak akan pernah kau minum dan meraut pinsil yang tidak berguna. Tidak, aku sudah cukup jadi orang tidak berguna. Aku tidak ingin pergi kesana dan menerima perlakuan yang sama.

Tiba2 ada telp, Seung Yeon mengangkatnya, ternyata ada yang pesan pizza. Jadi sebelum toko itu jadi coffee shop, itu adalah toko pizza. Jin Soo mengambil kesempatan ini untuk menemui Nenek, dan memberikan sesuatu. Nenek, aku harus pergi, taksinya sudah datang.

Seung Yeon selesai menerima telp dan kaget saat melihat amplop uang tidak lagi ada di meja. Seung Yeon mendengar Nenek kaget dan ia tahu kalau Jin Soo memberikan uang itu pada Nenek. Nenek terperangah, ada 9 Juta Won! wow...

Seung yeon langsung lari mengejar taksi, hei..hei..Pak! tunggu sebentar Pak!

Seung Yeon : Pak, apa kau bisa menjadikanku sekretarismu? Tidak bisakah kau memberiku uang setelah aku melakukan pekerjaan dengan baik? Jika aku tidak bisa kerja, kau tidak perlu membayarku. Guru, aku ingin menjadi profesional. 
Jin Soo : Pro? 
Seung Yeon : Ya, kau bilang aku amatir, jadi kumohon berikan aku kesempatan..hanya sekali saja. Aku bisa melakukannya, aku bisa menyesuaikan dengan standarmu, sekali saja. ya? Kumohon.

Jin Soo tetap menolaknya (OMG this guy is really...) jangan mencoba terlalu keras, susah menyesuaikan dengan standarku, jangan basah2an, dan pulanglah.

Seung Yeon tetap memohon, aku akan mencobanya. Jin Soo : Aku pikir kau tidak akan bisa.
Seung Yeon : Ya, aku bisa
Jin Soo : Tidak
Seung Yeon : Aku bisa
Jin Soo : Tidak

Akhirnya Jin soo berkata, kau akan jadi profesional sampai pada tahap aku memohon agar kau kerja padaku? Seung Yeon menyanggupinya. Jin Soo : hei sampai kapan kau akan seperti itu, masuklah.

Seung Yeon masuk ke dalam mobil. Jin soo tanya, apa kau tahu apa profesional itu? Seung yeon : apa? 
Jin soo : Kau bilang mau jadi profesional?
SeunG yeon : Um..jadi pro adalah kebalikan dari amatir??

Keesokannya, Jin Soo dan Eun Young duduk di cafe di apartemen Eun Young. Ada apa dengan posturmu? kau seperti nenek2. 
Jin Soo : Punggungku sakit. 
Eun Young : Ayo ceritakan padaku aku ingin tahu..

Seung Yeon : selamat pagi. Eun Young heran melihat Seung yeon dan bertanya pada Jin Soo, mengapa dia datang? bukankah kau bilang dia berhenti?
Jin soo berkata kalau Seung Yeon ingin jadi sekretaris profesional. Eun Yong hanya berkata apa kau stress ya karena menulis buku lagi? Jadi kau perlu korban untuk pelampiasan?

Jin Soo menyangkal, tidak dia yang berkeras kerja. Eun Young : Kau benar jahat.
Tiba2 ada seseorang memanggil : Lee Jin Soo!!
Jin Soo : Sunbae! (Jin Soo melambai pada Ji Won)

Ji Won mengundang Jin Soo makan siang. Jin Soo menyanggupi, lalu Ji Won pergi sambil melambai dan berkedip.
Jin Soo sebal, gila mengapa dia berkedip? (karena Mi Saeng memutuskan untuk meniru Bi Dam hahaha...soalnya kata Bi dam, paman, kalau berkedip maka akan memberikan nuansa lain dalam scene..)

Jin soo tanya pada Eun Young, kau sudah bertemu dia? kapan? Eun Young mengatakan kemarin, aku menelponmu karena marah melihatnya tapi kau membuang telepon-mu ke tempat sampah!!
Jin Soo meniru tingkah Ji Won dan Eun Young jadi ketawa tapi itu sebelum Eun Young tanpa sengaja menumpahkan kopi ke wajah Jin soo.

Seung Yeon ternyata datang pagi untuk belajar membuat kopi pada barista di cafe milik Eun Young. Kau lihat buih yang muncul? Pertama, kau basahi biji kopi untuk menghangatkannya.
Seung yeon mencatat, rasanya paling enak kalau kau tidak menggoyangkan tanganmu. Juga bagus jika kau berhenti sejenak saat menuang air. Seung Yeon heran, apa itu akan mengubah rasanya? Terima kasih sudah mengijinkanku belajar.

Seung Yeon juga mengamati benar2 pinsil rautan Jin Soo, dalamnya 8 mm, panjangnya 3.3 cm Aku kira dia merautnya 12 kali. Jin soo mengamati pinsil hasil rautan Seung Yeon dan ternyata ada 2 yang lolos, sigh..paling tidak ada kemajuan.

Tapi saat minum kopi buatan Seung yeon, apa kau ingin aku mati setelah minum ini? 
Seung Yeon : Aku mencoba membuatnya lebih ringan, aku akan membuatnya lagi. 

Jin soo : sudahlah, saat aku mendapatkan kopi pagiku, itu sudah waktunya makan siang, jadi lupakan.

Ada pengirim gas datang dan Jin Soo meminta Seung Yeon duduk. Jin Soo : Pegang ini, aku menulis beberapa kalimat, dan aku ingin kau membacanya setelah kau menghirupnya.
Seung yeon heran, kau mau aku menghirupnya?
Jin Soo : tenang saja. Itu gas helium dan bukan Carbon Monoksida. Kau harus menghirupnya dengan cukup banyak karena dialognya panjang. 

Dan saat Seung Yeon membaca dialognya, yang keluar adalah suara Mickey Mouse kebayang dong..! Jin Soo ketawa geli (jadi Eun Young benar, Seung Yeon hanya untuk pelepas stress)

Seung Yeon kesal dan marah, tapi Jin Soo justru berkata suara marahmu benar2 lucu. Jin Soo ngakak.

Kemudian, Jin Soo menyuruh Seung Yeon main hulahop. Kau membuatku melakukan ini agar kau bisa menertawaiku, iya kan?
Jin Soo : Apa kau tidak tahu tugas paling penting dari sekretaris penulis? Untuk membantu menghilangkan stress dari pekerjaan-nya (hahaha makes sense sih..) Aku kira kau ingin jadi profesional.
Seung Yeon : Tapi bukankah ini penyiksaan secara mental? Bagaimana kau bisa menjadikan sekretarismu pelampiasan stress-mu? Jin Soo beralasan itu tugas sekretaris.

Seung Yeon : Jadi jika kau merasa stressmu berkurang dengan pelecehan seksual, maka aku harus melakukannya juga? 
Jin Soo : Apa maksudmu? Aku tidak melepaskan stress melalui pelecehan seksual.

Sorenya Seung Yeon menonton TV bersama adiknya dan merenung, bagaimana dia bisa normal kalau semua novelnya eksentrik? Apa ia punya banyak kepribadian? Atau psikopat? Mereka menonton The Shining.

Seung Yeon berkomentar, lihat itu..penulisnya mulai gila. Seung Chul berkata, apa kau pernah lihat film dengan penulis yang tidak gila? Bagaimana bisa penulis yang waras membuat film seperti ini? Dia bukannya akan menembak orang kan, dia hanya gila setelah stress karena tidak bisa meneruskan menulis.

Seung Chul mengomentari film, tidakkah ia akan menjadi psikopat seperti itu? Lihat, dia mencoba membunuh isterinya! Kerja saja yang baik jika kau tidak ingin ditikam punggungmu. Seung Yeon pusing, sekretaris apa yang harus khawatir akan ditikam punggungnya? Dan itu sama sekali tidak menghibur Seung Yeon.

Eun Young melihat Ji Won dan ia menghindarinya dengan pergi cepat2. Ji Won tanya, bukankah tadi Eun Young yang barusan pergi? Jin Soo membenarkan. Ji Won heran, apa dia melarikan diri dariku? Yah kalau begitu kita makan siang berdua saja ya, ayo pergi. Ji Won benar2 cuek dengan sikap Jin Soo dan EUn Young yang jelas2 tidak nyaman berada di dekatnya. Memang tebal muka.

Han Ji Won bahkan berkata pada Jin Soo : Jujur saja, ini benar2 berat untukku. luka yang kudapat dari Eun Young sangat besar.
Jin Soo : Bukannya luka yang kau berikan pada Eun Young?
Ji Won : Tapi waktu menyelesaikan segalanya. Aku kembali karena aku merasa aku bisa memaafkannya.
Jin soo : Bukankah seharusnya, kau merasa Eun Young yang sekarang bisa memaafkanmu?
Ji Won : Kau pintar bercanda! Jin soo..aku kembali karena aku ingin mulai lagi dengan Eun Young.

Jin Soo pesimis, apa Eun Young ingin kembali pada Ji Won? Ji Won tahu itu, jadi kau perlu membantu agar kami bisa bersama lagi. 
Jin Soo : Aku kira tidak ada yang bisa kulakukan.

Ji Won : Aku tidak akan seperti dirimu. Kau pasti sangat menyesalinya sekarang. Ini telpnya, hey telp Eun Young.

Seung Chul : Kakak..cepat cepat, disana, disana..
Seung Yeon : Dimana? 
Kedua kakak beradik Kang itu berusaha menangkap kucing liar, sepertinya itu tugas aneh dari Jin Soo lagi, keduanya gagal. 

Ayah Kang datang dengan kucing. Seung yeon heran, darimana ayah mendapatkannya? Ayahnya menjawab, aku beli seharga 30 ribu WOn, apa ini cukup bagus? Seung Yeon melihat kucing itu cukup bagus, tapi bossnya pasti akan tahu kalau itu kucing rumahan biasa.
Untuk menunjukkan bahwa itu kucing liar, mereka mencukur bulu kucing itu di beberapa tempat. (oh tidak jangan menyakiti hewan)

Saat menemui Boss Jin Soo, Seung Yeon berkata, aku kesulitan menangkap kucing ini di tempat sampah. Tapi Jin soo langsung tahu, itu bukan kucing liar, mengapa kau bawa kucing rumahan? 
Seung yeon : Tapi ini benar2 kucing liar, aku menangkapnya di tempat pembuangan sampah bersama adikku. Benar.

Jin Soo tidak bilang apa-apa, dan memberikan cat food, buku tentang kucing, aku tahu kucing lebih banyak darimu. Seung Yeon berkeras, tapi kalau kucing rumahan meninggalkan rumah maka akan jadi kucing liar kan? Bukan hewan yang lain, kucing liar mirip dengan kucing rumahan kan.

Jin Soo : Apa kau tahu mengapa aku tidak menggunakan pensil yang kau raut meskipun itu mirip? Karena itu mirip.
Seung Yeon : Maaf?
Jin Soo : Harus sama, bukan mirip. Kau mau jadi pro, jika kau ingin bohong, kau harus bohong dengan sempurna.

Jin Soo : Menyamarkan kucing rumahan sebagai kucing liar...dan tidak mendapat satu goresan pun? Berapa harganya?
Seung Yeon : 30 ribu Won.
Jin Soo : Kembalikan!

Eun Young sedang kerja dan tiba2 telp-nya bunyi, Eun Young : Seo Eun Young disini, wow..apa ini, Penulis Lee meneleponku?
Jin Soo : Ini aneh kan?
Eun Young : Kenapa kau telp?
Jin Soo : Ayo makan malam bersama.
Eun Young : Mengapa tiba2 makan malam?
Jin Soo : Ini bukan seperti aku kan? Mengapa aku bertingkah aneh seperti ini?
Eun Young : Apa ini? Ini Kuis? Ah masa bodoh aku lapar, aku akan turun.

Eun Young tidak menyadari petunjuk Jin soo yang sebenarnya ingin menekankan, kalau ini BUKAN dirinya, Jin Soo bahkan memberi tanda dengan lambaian dan kedipan mata, tapi Eun Young tidak ngeh juga.
Eun Young masuk mobil dan baru sadar kalau ada Ji Won juga.

Eun Young : Apa ini? Ini penculikan.
Ji Won : Kita bertiga akan makan malam bersama, Jin Soo yang mengusulkan.
Eun Young : Penghianat, apa yang kau lakukan?
JIn soo : Kau seharusnya memperhatikan aku sudah memberimu petunjuk.

Ji Won : Aku menggunakan Jin soo sebagai umpan. Aku kira umpannya bagus, karena kau langsung memakannya dengan cepat. 
Ji Won : Apa kalian sedemikian dekat? Aku pikir kalian musuh yang selalu berkelahi jika aku tidak ada.

Jin soo : Musuh dalam selimut akan kerja sama jika ada musuh dari luar.
Ji Won : Apa? Siapa Musuh dari Luar? Oh Korea Utara? (bukan..Baekje!)

Jin soo berbisik, bagaimana kau bisa kenal orang itu?
Eun Young : Aku masih polos waktu itu, lagipula kau yang mengenalkannya padaku.
Jin soo : Aku pasti juga masih polos.

Mobil berhenti di lampu merah, Jin soo melihat kesempatan dan berkata Presiden Seo nikmati makan malam-mu, dan ia membuka pintu mobil lalu..lari...!!
Eun Young : hei..hei! Hei kebiasaan itu muncul lagi. kau pasti akan mati. Mati kau!
Ji Won : Wow..aku tidak minta dia melakukan ini.

Jin Soo pulang ke rumah dan menemukan dompet Seung Yeon, anak itu..apa dia pulang ke rumah tanpa membawa dompet? Tiba2 pintunya di gedor, Pak..! ini aku.
Jin soo membuka pintu dan ternyata Seung Yeon datang dengan kucing liar dan wajahnya penuh cakaran. Jin Soo berkata itu juga bukan kucing liar.

Seung Yeon sangat yakin, bahkan dia berkata, aku akan membuka bajuku dan menari untukmu jika itu bukan kucing liar.
Jin Soo : apa kau mau menari telanjang?

Keduanya pergi ke dokter hewan untuk mencari pembuktian. Dokter itu kaget, bagaimana Seung Yeon bisa menangkap ini? Jin soo pikir itu benar2 kucing liar, tapi dokter meneruskan, ini seekor lynx (bukan hanya kucing liar, tapi benar2 hewan liar, lebih tepatnya kucing hutan, mirip harimau kecil). Dokter hewan kagum, ini benar2 hewan langka. Aku harus menelepon pusat hewan besok pagi.

Seung yeon ada di rumah dan mengobati lukanya. Sambil ngomel karena Jin Soo menggodanya itu bukan kucing liar, apa kau siap menari telanjang? Memang bukan "hanya" liar, tapi buas hahaha dasar.

Paginya Seung yeon muncul di apartemen. Jin soo menegurnya, kau terlambat hari ini. Seung Yeon berusaha bersikap biasa dan menawarkan kopi. Melihat Jin soo yang kalem, ia pikir ia lolos. 

Tapi kemudian Jin Soo berkata : Aku menunggu sepanjang malam dan berpikir kau akan menari telanjang seperti janjimu. Dengan memasang musik NKOTB (New Kids On The Block? astaga...musik jaman jadul, hehe jadi inget teman2ku yg bolos gara2 mau nonton konser NKOTB di Jkt waktu SMA haha, trus guru sejarah geleng2 lihat kelas yang seperempat kosong, trus wali kelas yang bilang yang pergi ke konser hari itu akan berhadapan ama guru BP hahaha astaga ...)

Sementara itu Eun Young murka dengan Jin Soo : Kau benar2 mati Lee Jin Soo, bagaimana kau bisa menghianati aku seperti itu? Eun Young menuju apartemen Jin Soo.

Di dalam apartemen, Seung Yeon menari berkeliling mengikuti musik dan Jin Soo duduk di kursinya, bersandar, dan menikmati performance.

Sementara Eun Young naik ke atas dan kaget mendengar musik yang keras sekali. Apa itu ribut2?

Jin Soo berkata, ngomong2 bukankah kau bilang kau mau menari telanjang? Jin soo sebenarnya tidak berniat benar2 minta Seung Yeon menari telanjang, hanya untuk menggodanya saja.

Seung yeon pelan-pelan mengangkat bajunya ke atas dan akan mulai membukanya, Jin soo panik dan berteriak, TTTungggu..!!!
Read more >>