Sinopsis Dream High 2 episode 8

Posted: Selasa, 28 Februari 2012 by khyunkhyun in Label:
0



Setelah aksi pemaksaan turun panggung yang dilakukan JB pada Ri-an, pertujukkan terlihat masih dalam keadaan normal. Terlebih, Yoo Jin yang menyampaikan alasan mereka mengadakan pertunjukkan itu. Keinginan mereka agar kepala sekolah Joo kembali ke Kirin. 

We are hoping that those who left us will come back. –Yoo Jin, Dream High 2. *My whisper to dubu :)




Pohon Kirin dipenuhi dengan pita berwarna kuning, mensyaratkan agar Kepala Sekolah Joo dapat kembali ke Kirin. Lee Seul bertanya dengan symbol pita kuning itu. Saya juga :) Kenapa harus pita kuning. Konon, sejarah mengatakan bahwa pita kuning merupakan symbol permintaan maaf. Hal ini diperkuat dengan cerita rakyat yang diceritakan Ui Bong. 



Pada zaman duluuuuu kalaaa, seorang pencuri ingin mendapatkan ketulusan maaf dari istrinya. Memasang pita kuning di pintu rumah, sama artinya dengan memaafkan sang pencuri itu. Tapi, ternyata sang istri pencuri amat sangat mencintai suaminya yang seorang pencuri, karena perasaan itu, sang istri dengan sepenuh hati mendekorasi seluruh desa dengan pita warna kuning. Sweet~



Apa kepala sekolah Joo itu adalah orang baik, sampai-sampai mereka melakukan aksi seperti itu, Tanya Lee Seul. Kepala sekolah Joo yang selalu membentak muridnya, bisa dibilang bukan guru yang baik. Tapi, kalau di lihat dari sisi ‘kemurahan hati’, kepala sekolah Joo masuk kategori ini. Berkat kepala sekolah Joo, Ui Bong tetap bertahan di Kirin. Kepala Sekolah Joo bukan tipe orang yang memaksakan kehendak. Lee Seul tersinggung, ia tau orang yang dimaksud selalu memaksakan kehendak adalah Kang Chul-ayah Lee Seul.




Pengaruh kepala sekolah Joo benar-benar merasuki teacher Taeyeon. Dengan sungguh-sungguh ia mengatakan pada teacher Jin Man untuk engga lagi menggunakan murid-muridnya untuk mendapatkan simpati dari Kang Chul. Pertunjukkan yang diadakan kemarin,oleh Teacher Taeyeon ditafsirkan sebagai penggalangan simpati bagi Teacher Jin Man.




Kejutan besar, Kepala sekolah Joo kembali ke Kirin. Tapi jabatan kepala sekolahnya masih tetap harus dicabut, yang membuatnya hanya menjadi guru normal biasa. Engga ada kata lain selain rasa terimakasih kepala sekolah Joo pada Kang Chul. 


Saat ditanya alasan kenapa Kepala sekolah sangat ingin kembali ke Kirin, Kepala sekolah menjawab kalau rasa cintanya pada siswa Kirinlah yang mendorongnya untuk kembali dan berusaha dengan baik untuk membimbing anak-anak Kirin.  




Ah, untuk mengembalikan uang pinjaman Kang Chul. Kepala sekolah Joo menjual Resto ayamnya.


Kejutan besar kedua di Kirin, tentang pengangkatan kandidat pertama siswa yang akan masuk ke dalam SuperIdol, adalah Yoo Jin. Ji Soo secara langsung mengumumkan hal itu di aula Kirin. 




Dengan menyamakan level antara kelas berprestasi dan kelas buangan dengan kisah ‘bebek si buruk rupa yang ternyata angsa cantik’ Semua punya kesempatan untuk menjadi kandidat SuperIdol. Kelas berprestasi engga boleh menganggap remeh kelas buangan lantaran title buruk mereka, dan kelas buangan pun harus bekerja lebih keras untuk bisa mencapai level yang lebih baik.




Yoo Jin engga bisa tinggal diam dengan persoalan ini. Bukan menjadi hal yang istimewa menjadi seorang Idol, bahkan Yoo Jin menolaknya mentah-mentah. Alasannya sederhana, Yoo Jin Cuma ingin menjadi rocker, apa menjadi rocker pun harus mengikuti training?


Ah, terungkaplah masa lalu Yoo Jin. Yoo Jin kecil sudah menjadi artis yang tenar, ketenaran yang membawa malapetaka untuk keluarganya. 




Karena masalah uang dan popularits yang dimiliki Yoo Jin kecil, kedua orang tuanya bercerai dan meninggalkan Yoo Jin begitu saja. Yoo Jin engga ingin ada satu orang pun yang mengetahui masa lalunya, dibuatlah data diri palsu untuk dokumentasi Kirin.




Tapi, composer terkenal Sin Jae In mengetahui hal itu semua. Ia menggunakan permasalah orang tua Yoo Jin sebagai tameng penolakan Yoo Jin menjadi Idol. Ah, pada akhirnya Yoo Jin bakal jadi idol :)




Kejutan besar ketiga untuk Kirin, Sin Jae In yang merupakan produser terkenal yang siapapun berada di bawah pengawasannya akan menjadi bintang besar, mengumumkan secara langsung mengenai misi untuk menjadi bagian dari SuperIdol. Hanya enam orang kandidat yang bisa menduduki kursi SuperIdol. Siapapun kandidat tersebut, mereka engga hanya akan menjadi artis tapi bintang besar yang bakal merajai chart-chart music di korea ataupuan di luar Korea. Cool~




Misi pertama adalah “Bi” (kuping saya bilang “pi”), Bi yang dalam bahasa Korea diartikan sebagai Hujan, Hujan yang terkenal di seluruh Korean adalah “Rain”. LOL.. So, pembagian group untuk pengawasan dan persiapan audisi SuperIdol, harus mempelajari lagu dan tarian dari Rain :)


Ri-an menemui Ji Soo, menyatakan diri kalau dirinyalah yang seharusnya menjadi kandidat pertama SuperIdol. Pertunjukkan kemarin mendapat perhatian dari berbagai pihak karena kehadiran dirinya, sebagian dari fans HershE adalah miliknya, tapi kenapa orang lain yang mendapatkan keuntungan. Keuntungan?




Ji Soo mengingat mengenai kemampuan dan bakat Ri-an. Apa yang pertama kali orang pikirkan saat menyebut nama “Ri-an HershE”? Artis yang memiliki acting dan kelakuan yang buruk, bahkan memanfaatkan kecantikannya hanya untuk meningkatkan pamor groupnya sendiri. Kesempatan melakukan audisi  untuk SuperIdol bersama siswa Kirin yang lainnya, merupakan kesempatan yang engga boleh Ri-an sia-siakan.




Masa kepopuleran dari keartisan engga lebih dari 5 tahun. True. Satu group atau artis yang masih tetap berada di kancah music atau perfilman selama lebih dari 5 tahun, kepopuleran mereka menyurut tapi berkat loyal faithful fans, mereka masih bisa berkarya. I mean… Just because.. Loyal faithful fans :) Siapapun yang menyandang “Loyal faithful fans” YAAA,, You are daebak :)




Yoo Jin yang terpilih menjadi bagian dari SuperIdol langsung mendapat sambutan bak king dari teman-temannya. Teman-temannya ingin menjadi satu group dengan Yoo Jin, agar usaha mereka menjadi bagian dari SuperIdol berjalan mulus.




Yoo Jin yang risih dengan sikap teman-temannya langsung mengalihkan pembicaraan, kabar tentang Hye Sung. Entah bagaimana kabar Hye Sung, tapi setiap kali Song Joo menghubunginya, Hye Sung engga juga menerima panggilannya.




Ri-an dalam masalah besar. Tekanan dari ibunya tentang kepopularitasan Ri-an yang semakin menurun membuat Ri-an gusar. Ibunya sudah hampir akan menandatangani kontrak dengan dua perusahaan agecny. Itu berarti, Ri-an akan bersolo karir. 


Via telepon, Ri-an menyatakan betapa berbahayanya kalau ia sampai bersolo karir. Ri-an menjanjikan diri tentang SuperIdol, menjadi bagian dari SuperIdol lebih menjanjikan ketimbang bersolo karir, pekik Ri-an dengan cemas.




JB menarik paksa Yoo Jin untuk berbicara empat mata, tapi tanpa sepengetahuan mereka, Ri-an mendengarkan pembicaraan itu. JB mengira, Yoo Jin bersekongkol dengan Ri-an mengenai claim lagu Hye Sung. Kenapa lagu yang diciptakan oleh Hye Sung disajikan di panggung, yang sama sekali belum mendapat persetujuan Hye Sung mengenai boleh engganya lagu itu dipublikasikan, pikir JB. 




Hey, you, JB-yah! Yoo Jin secara pribadi udah meminta izin untuk mempublikasikan lagu itu lewat recorder yang ia berikan pada HYe Sung sebelum kepergian Hye Sung dari Kirin. JB sama sekali engga mengetahui hal itu.


Selalu ada batasan saat menyakiti orang lain. Kau harus berhenti menyatakan dirimu benar. –JB, Dream high 2.



Ri-an khawatir kalau pertengkaran itu akan berlanjut lebih serius, ia menyembunyikan raut khawatir dengan tatapan angkuh. Kenapa JB mempedulikan lagu milik Hye Sung? Apa JB menyukai Hye Sung? Tanya RI-an.


“Aku menyukainya.” Jawab JB.



Ri-an yang engga siap mendengar jawaban yang engga ingin ia dengar, Ri-an gugup. Menyesali dirinya sendiri, kenapa ia harus menanyakan hal itu? Padahal ia takut mendengar fakta yang baru saja JB ungkapkan. Bukan hanya Ri-an yang terkejut. 


Tapi, Yoo Jin pun merasakan hal yang sama, orang yang ia sukai (Hye Sung) disukai oleh rivalnya sendiri. Aaah~ Jealous ya, liat satu peran cewek yang direbutin banyak orang :p




Pergolakan menjadikan anak asuh mereka menjadi yang terbaik. Teacher Taeyeon vs Ji Soo. 










Teacher Taeyeon bertanggung jawab menjadi pengawas dan pemberi pengarahan bagi Ui Bong, Soon Dong, Lee Seul, Hong Joo dan Yoo Jin.








Sedangkan di line aman, Ji Soo lebih memilih Nana, Ailee, Ri-an, Shi Woo dan JB.




Berkat Kepala sekolah Joo, Teacher Taeyeon menyadari perannya sebagai guru untuk menemukan dan mengembangkan bakat anak didiknya, bukan malah membanding-bandingkannya dengan idol. Dengan sepenuh hati, jiwa dan raga (wait.. what’s wrong with me??!!) Teacher Taeyeon menyadarkan murid dibawah pengawasannya, bahwa mereka harus membuktikan kalau mereka BISA :p


Teacher Taeyeon mencoba membangkitkan semangat anak didiknya. Mencari kelebihan dan kekuatan dan mencoba sebisa mungkin menghilangkan minder. SEMANGAT! semangka, semangat kakak!! LOL!




See, dimulai dari Hong Joo. Bakat menyanyinya dinilai sangat bagus tapi sayang level wajahnya engga sebagus suaranya. Teacher Taeyeon menetapkan Hong Joo sebagai main vocal yang memiliki kepercayaan diri tinggi.




Gimana dengan Ui Bong? Mmm… Suara memang gift nya tapi kepolosan Ui Bong menetapkannya sebagai Maskot dan kebanggaan group.




Selanjutnya adalah Lee Seul. Lee Seul termasuk gadis yang amat sulit diatur, Teacher Taeyeon merekomendasikannya untuk mempelajari rap. Rap bisa dijadikan bentuk penyaluran rasa kesal. “Gunakan rap sebagai pengungkap perasaanmu.” Cetus Teacher Taeyeon.




Soon Dong. Bernyanyi? Engga banget. Ui Bong memuji dance skill Soon Dong. Dengan cepat, Teacher Taeyeon menjadikan Soon Dong sebagai “Dancing... will be Sun Dong's strength!” pekik teacher Taeyeon.




Yoo Jin? Ah, this kid.. Dengan sengaja, Yoo Jin engga memamerkan skill bernyanyinya. Teacher Taeyeon pun heran kenapa Yoo Jin bisa menjadi kandidat SuperIdol.




Ji Soo lebih menguatkan group Idolnya yang seperti “angsa” bukan bebek buruk rupa.
“Mengontrol pikiran. Dan cobalah untuk mempercayai dirimu sendiri, kepercayaan diri merupakan sesuatu hal yang tidak seorang pun bisa mengalahkanmu bila kau memilikinya.” —Ji Soo, Dream High 2.

JB? Ah~~ JB ada di Hye Sung side sekarang. I hate JB :p I Love my Hye Sung-Yoo Jin. I Love my JB-Rian :) JB berusaha untuk meyakinkan Hye Sung agar kembali ke Kirin, lebih tepatnya meyakinkan ayah Hye Sung agar memperbolehkan Hye Sung kembali menekuni impiannya menjadi penyanyi.




Dengan mobil pinjaman Shi Woo, JB meluncur ke desa tempat Hye Sung tinggal. Kedatangannya langsung dicegat oleh adik Hye Sung. Ah~~ This kid. Operation Proposal.. I miss my operation proposal :)




Malangnya, kedatangan JB engga disambut baik oleh Ayah Hye Sung. 






Sampai, tanpa sengaja Ayah Hye Sung membuat JB terjatuh tepat diatas tumpukan sayuran basah. LOL.




Hye Sung dan adiknya yang memperhatikan JB dan Ayahnya, langsung menolong JB.




Di rumah Hye Sung, adik Hye Sung meminta pendapat JB tentang pakaian dan make up yang ia pakai. Persiapan untuk kontes Miss apple benar-benar menyita perhatian adik Hye Sung. Lebih dari satu tahun ia mempersiapkan semuanya untuk kontes itu. LOL.


“Yeah, you're really pretty. But you're just as pretty without makeup.” —JB, Dream High 2.



Dengan rahasia, adik Hye Sung memberitahukan JB bahwa ayahnya membiarkan JB untuk tinggal semalam di rumahnya, karena hari semakin larut dan mustahil untuk keluar dari desanya kembali ke kota larut seperti itu. Dan tanpa sengaja, JB melihat tumpukan koleksi rubic milik Hye Sung. Rubik-rubik itu adalah hadiah dari ibu mereka yang meninggal dua tahun yang lalu?


Dua tahun yang lalu? Bukankah itu waktu yang sama saat JB mendapatkan rubic dari Hye Sung. JB mengaitkan hal itu dan mengetahui kalau rubic miliknya, sebenarnya adalah milik peninggalan ibu Hye Sung. Ah sweet ~




Makan malam. Wow, berasal dari mana nafsu makan JB yang membludak? LOL. Berasa belum makan satu tahun, JB menyantap semua masakan yang disediakan oleh Hye Sung. Ah, JB sudah lamaaa sekali JB engga memakan masakan buatan rumah. Masakan hotel dan restoran yang selalu mengisi perutnya. 






Ayah Hye Sung menyinggung tentang orang tua JB, ia mengatakan bahwa JB harus meluangkan waktu untuk makan bersama keluarganya.


JB merupakan anak yatim piatu. Ibu dan ayahnya meninggal  saat ia masih kanak-kanak. Engga heran, ia sangat merindukan yang namanya kasih sayang rumah. Upps, sama yah kayak nasib Yoo Jin. Mereka sama-sama hidup tanpa orang tua.


“The more pain you experience, the more you'll grow.” —Ayah Hye Sung, Dream High 2.



Ui Bong dan dua teman yang lainnya tengah mempersiapkan lagu yang akan dijadikan theme song dalam audisi SuperIdol nanti. Yoo Jin datang menghampiri dengan gelisah. Karena Hye Sung ya tentunya. Ah~ Pertanyaan Yoo Jin tentang dimana keberadaan Hye Sung, langsung dijawab oleh rumor dating antara JB dan Hye Sung. Ah, gimana engga shock Yoo Jin-ah..


Terlebih saat Ui Bong menebak rasa suka Yoo Jin. Yoo jin berubah kesal, sejak kapan ia berubah menyukai Hye Sung.


“Semakin kau menyangkalnya, semakin kami yakin akan hal itu.” —Ui Bong, Dream High 2.


Dan, ups. Ri-an mendengarnya, mendengar rumor JB memacari Hye Sung. Ri-an berubah muram. 


Kemuraman yang ia lampiaskan pada latihan dancenya. Semakin ia tertekan, semakin baik gerakan dancenya. Aha~ The power of jealous :) Ri-an mengingat kata-kata Ji Soo, tentang betapa pentingnya audisi SuperIdol yang bisa menentukan siapa Ri-an sebenarnya, pembuktian kalau Ri-an adalah sesuatu yang special.


Nana dan Ailee memperhatikan Ri-an yang tengah serius berlatih. Ailee engga menyukai Rian, ia mengatakan kalau Ri-an hanya menjual wajahnya, bahkan peran Ri-an dalam HershE hanya memperlambat karir HershE itu sendiri.

JB dan Hye Sung tengah menikmati kebersamaan mereka, di tempat yang jauh dari keramaian hanya Hye Sung dan JB. Aish :p


JB mengembalikan rubik milik Hye Sung, berterimakasih karena berkat rubik itu semua hal yang sulit bisa JB lalui. Seperti memiliki kekuatan magic, dan saat mengembalikan rubik, JB berharap, rubik itu bisa menjadikan kekuatan Hye Sung bertambah.


Seberapa besar keinginan Hye Sung untuk kembali bernyanyi, Tanya JB. Engga ada lagi harapan, keputusasaan sudah melekat di hati Hye Sung. JB mengingatkan, engga peduli seberapa buruk suaramu, tapi bila ada satu orang yang tersentuh karena lagumu, maka kau harus melanjutkan nyanyianmu.


Pengakuan. JB benar-benar menyukai Hye Sung. Ia memekikan perasaannya, “Aku menyukaimu.” Hye Sung tertawa, ia pikir JB berbohong dan berkata seperti itu hanya untuk menyenangkan Hye Sung. Tapi, Hey, JB benar-benar menyukai Hye Sung. 

Saat tanpa sengaja ia meminum wine, JB tersedak dan mabuk, ia terjatuh tepat di pangkuan Hye Sung. 


Yeah, Ri-an memang engga bisa melepas JB, tapi toh JB bukan miliknya lagi, berhak dong ya siapapun memiliki JB. Termasuk saya :p Ini kesalahan Ri-an sendiri, ia memutuskan hubungan dengan JB, yang jelas-jelas dirinya sendiri masih menyimpan rasa suka pada JB. You are wrong, Rian-ah, this is all your fault, dongsaeng. Poor you.


Ri-an mencoba membuang kenangannya bersama JB, sepatu lusuh milik JB yang ia simpan, boneka pemberian JB, semuaaa barang-barang yang berkaitan dengan JB. Ia harus bangkit, lolos audisi SuperIdol dan semuanya akan membaik. Kali ini obsesi Ri-an bukan untuk JB, tapi untuk audisinya. Great. Engga perlulah terlarut sama satu luka yang kita rasain, your power gals :)


Pagi harinya, Yoo Jin masih memikirkan Hye Sung dan mencoba menghubunginya. 

Sapaan engga bersahabat datang dari adik Hye Sung. Dengan polosnya, adik Hye Sung mengatakan kalau Hye Sung engga pulang malam itu. Hahhaa.. This kid~

Jelas ya, Yoo Jin gelisah bukan main, ia meninggikan suaranya, dengan siapa Hye Sung semalam? Apa dengan JB? Mereka kemana? Ada apa? Yoo Jin galau. Sweet~


Yoo Jin memutuskan untuk menemui Hye Sung, engga merelakan orang lain bisa memiliki Hye Sung, terlebih itu JB. Ia meminta alamat Hye Sung pada Teacher Taeyeon.


Dan kekacauan dibuat Ibu Ri-an. Ibu Ri-an datang ke Kirin untuk menemui Kang Chul dengan emosi yang engga terbendung. Ia menghadap Kang Chul dan mengancam kalau ia akan mengeluarkan Ri-an dari agency OZ Entertaiment dan pindah ke agency lain, kalau Ri-an engga juga diberi job solo. Semua ternyata karena Ri-an berperan sebagai tulang punggung keluarga, semua pemasukan uang untuk keluarganya  hanya dari Ri-an. Ah~ Poor Rian.


Apa yang dilakukan ibu Ri-an langsung mendapat respon dari Kang Chul. 10 million diberikan pada Ibu Ri-an dengan syarat Ri-an tampil di perayaan kecil di suatu desa yang jauh dari keramaian. Ah, tanpa penyediaan mobil dan harus menggunakan bus, Ri-an pergi untuk datang ke acara itu. 


Ah, sedikit curiga dengan uang pemberian Kang Chul pada Ibu Ri-an. Kang Chul bukan tipe orang yang begitu saja memenuhi keinginan orang lain. Inget kasus kepala sekolah Joo? Peminjaman uang yang dilakukan oleh kepala sekolah Joo, membuat Kepala sekolah Joo diharuskan untuk keluar dari Kirin. Apa hal itu bakal juga terjadi pada Ri-an?

Dan di bus yang sama, Ri-an dan Yoo Jin berangkat ke tujuan yang sama.

Di rumahnya, Hye Sung, adiknya dan JB mengendap-endap keluar dari rumah. Saat Ayah Hye Sung masih tertidur, JB mengantarkan Hye Sung dan adiknya untuk menghadiri kontes “Miss Apple”. 


Kontes Miss Apple ternyata merupakan tempat pentas yang ditugaskan untuk Ri-an.

Sebelum tampil, Ri-an diharuskan memakai topeng dan attribute kucing yang sudah disiapkan oleh Kang Chul. Dengan kesal, Ri-an harus memenuhi permintaan itu. Malu dengan keadaannya, Ri-an berjalan gugup menaiki panggung. Kegugupan yang bertambah saat melihat kehadiran Hye Sung dan JB.


Kedatangan kedua orang itu, Hye Sung dan JB membuat Ri-an terpaku, gugup, malu, takut. Bagaimana kalau mereka tau orang yang ada dihadapan mereka adalah Ri-an. Ejekan apa yang akan mereka lontarkan pada Ri-an. Semua pemikiran buruk meraung-raung di otak Ri-an.


Sampai Ri-an jatuh pingsan karena sebuah bola yang tanpa sengaja menghantam kepalanya. Kontes itu diadakan tepat disamping sebuah lapangan sepak bola, kontes yang diadakan bertepatan dengan diadakannya pertandingan bola antar desa. LOL..



Ri-an jatuh pingsan, topengnya terlempar dan wajahnya terlihat publik.


Yoo Jin-lah yang mencoba membantunya.


 Episode 1 2 3 4 5 6 7 8






Related Posts by Categories

0 komentar: