Witch Yoo Hee Episode 7

Posted: Rabu, 09 November 2011 by khyunkhyun in Label:
0

Sementara Moo ryong masih menanyakan tentang keadaannya, Yoo Hee terkejut karena Moo ryong memeluknya.

Setelah beberapa saat mereka mulai canggung dan Moo Ryong melepaskan pelukannya. Yoo Hee bertanya mengapa Moo Ryong di sini, dan Moo Ryong mengakui bahwa ia mengikutinya dari rumah sakit namun berhasil menghindari memberi lebih banyak penjelasan karena lampu lalu lintas telah berubah, dan ia langsung berlari menyebrang.
Saat mereka berjalan bersama, Moo Ryong mencoba menghibur Yoo Hee dengan mengatakan Joon Ha tidak cocok untuk Yoo Hee. Yoo Hee menanggapinya dengan melotot, dan Moo Ryong kembali menggoda dengan mengatakan mata Yoo Hee akan melompat keluar. Sebaliknya, ia harus membuka matanya lebih lebar---menampung/menerima saran--- ketika orang menilai.
Moo Ryong mengajaknya untuk minum agar Yoo Hee lebih tenang. Mereka kemudian masuk ke sebuah Pojangmacha-pedagang kaki 5. Seung Mi yang selalu gagal menelpon Moo ryong akhirnya mendapatkan nomor Yoo Hee dari Johny. Kali ini Moo Ryong tidak bisa mengelak, ia sadar telah mengabaikan Seung Mi dan terpaksa berbohong harus membawa Yoo Hee ke rumah sakit karena ia pingsan. Yoo Hee tidak suka ia di jadikan alasan, dan memberinya tendangan (ckckck, Yoo Hee nih pantesnya jadi pemain bola kali ya, heheheh)


Seung Mi tersenyum saat melihat Moo ryong, namun senyumnya memudar saat  ia melihat Yoo Hee di belakangnya.
Moo Ryong mempersilahkan Yoo Hee duduk, suasana langsung terasa tidak enak terutama bagi Moo ryong, sambil garuk2 tak gatal ia permisi sebentar. Sementara Moo ryong pergi, Seung Mi mulai bertanya bagaimana bisa Moo ryong harus bekerja pada Yoo Hee, dan ia beritahu karena hutang. Yoo Hee balik bertanya apakah Seung Mi bermaksud untuk melunasi hutang Moo Ryong yang langsung di jawab Seung Mi "Mengapa tidak? Dia bukan orang asing. Tidak ada alasan aku tidak bisa" Seung Mi sempat terkejut dengan angka hutangnya Moo Ryong.
Lalu Moo Ryong kembali lagi BERSAMA JOHNY!! hehe, ide pintar untuk mencairkan suasana.


 
Mereka berempat lalu pergi berkaraoke. Awalnya Seung Mi dan Moo ryong yang bernyanyi, sementara Yoo Hee terlihat kesal sambil terus minum ( mungkin cemburu? hehe). Saat Moo ryong selesai ia meminta Yoo hee menyanyi. Awalnya Yoo Hee menolak, tapi akhirnya ia terpaksa maju karena ingin membuktikan ia bukan penyanyi yang mengerikan. Kalau Johny sih dari awal sudah bilang kalau ia tidak bisa menyanyi, jadilah Johny dan Yoo Hee pasangan menyanyi yang aneh tapi lucu, wkwkwkw.


Saat keluar dari tempat karaoke, Seung Mi menggandeng Moo ryong dan mengajaknya pulang bersama. Moo ryong setuju dan meminta Johny untuk mengantar Yoo Hee.
"Yeba, ayo kita pulang!" Kata Yoo Hee yang sudah mabuk. Terpaksa Moo ryong mengubah rencananya, johny ia minta untuk mengantar Seung Mi.


Di dalam taxi, kepala Yoo Hee tanpa sadar terjatuh ke bahu Moo ryong. Moo Ryong berusaha membuat nyaman Yoo Hee dengan membaringkan kepala yoo hee ke pangkuannya.
 
Tidak lama Yoo Hee tersadar, ia menatap Moo ryong dan ingin turun. Moo ryong mencegah turun walau yoo Hee terus memaksa, dan kejadian seperti di Rs terjadi lagi YOO HEE MUNTAH dipangkuan Moo Ryong, wkwkwk


Esokan paginya, Yoo Hee tidak menemukan Moo ryong atau makanan untuk sarapannya.


Ternyata Moo Ryong mendatangi Seung Mi, ia membawakan sup (untuk mengantisipasi pusing karena banyak minum). Seung Mi bertanya apakah Moo ryong juga menyiapkan makanan yang sama untuk Yoo Hee, dan di jawab tidak. Menurut Moo Ryong, Yoo Hee bisa menjaga dirinya sendiri.


Sementara itu, sesampainya di kantornya Yoo Hee di kejutkan dengan kedatangan Johnny. Johny menawarkan sandwich ke sekertarisnya, Hee Jung tapi di serobot pak Lee, hihi "Happy Sandwich" kata pak Lee. Johny juga membawakannya sarapan diantaranya sup.
Yoo Hee bertanya bagaimana Johny tahu ia belum sarapan, yang dijawab Johny dengan candaan "Telepati" tapi lalu Johny mengakui bahwa Moo ryong lah yang memberi tahu. Yoo Hee sempat membayangkan kalau sup di depannya adalah sup kaldu kerang buatan Moo Ryong (hayooooo, mulai sering mikirin Moo ryong niiih).


Pada saat yang sama, Moo Ryong menyangsikan kalau Johny akan menyiapkan sup untuk Yoo Hee. Melihat Seung Mi tidak nyaman, Moo Ryong melanjutkan perkataannya " Kita harus percaya dengan Johnny "


Yoo Hee mengantar johny ke depan lift, saat Johny mendekat, Yoo Hee otomatis menutupi dahi dengan tangannya. johny heran, namun ia lalu tersenyum dan memegang kepala Yoo Hee dengan sayang.
 
"Mengapa orang begitu takut padamu, padahal kau begitu lucu?" kata Johny (bwahahahaha, Yoo Hee keburu ketakutan bakalan di cium lagi di kening ma Johny tuuuuh).


Joon Ha menghadapi dilema, meskipun direktur telah mengatakan Joon Ha bisa tetap bekerja disana, tapi direktur juga mengatakan ia tahu bahwa putrinya tidak nyaman dengan adanya Joon Ha terlebih karena pertunangan yang telah putus. Joon ha kembali mengingat masa kuliah saat presdir Ma (ayahnya Yoo Hee) mengatakan agar ia tidak menemui Yoo Hee lagi, dan meskipun Joon Ha telah meyakinkannya bahwa mereka hanya dalam hubungan senior-junior platonis, presiden ingin memastikan mereka tetap terpisah dengan mengirim dia untuk studi di luar negeri.


Di restorannya, Johny nampak sedikit tidak sehat, namun ia tetap berusaha bekerja seperti biasa.


secara tak sengaja, pak Lee yang sering mendatangi restoran ayah Moo ryong melihat Song Hwa, dan menurutnya Song hwa cocok sebagai calon untuk menjadi model iklan di perusahaannya (sebelumnya sempat ada adegan dimana Yoo Hee menolak semua kandidat calon model iklan yang di ajukan pak Lee. Ia memberi tenggat waktu terbatas agar pak Lee mencari alternatif model lain). Mengetahui Song Hwa akan di jadikan calon model, orang tuanya meminta gaji 37.000 dollar, jumlah yang memungkinkan untuk melunasi hutang Moo Ryong.


Moo Ryong menemukan Johny tertidur diluar, dan sangat kaget saat sadar Johny tengah demam.


Di kantornya, Yoo Hee menerima telepon dari Moo Ryong yang mengatakan Johny sedang sakit. Yoo Hee langsung bersiap akan ke apartemen Johny.


Johny yang sudah terlelap dalam tidurnya terbangun karena telepon dari Moo Ryong yang mengatakan Yoo Hee akan datang. Johny langsung bangkit dan mengabaikan rasa pusing yang menderanya dengan langsung beberes termasuk menelungkupkan figura yang berisi fotonya bersama Yoo Hee. (ceritanya apartemen Johny bener2 bwwwweeerantakan).


Saat akan keluar gedung kantornya, Yoo Hee bertemu Joon Ha, yang mengajaknya untuk berbincang sebentar.


Johny sedikit merapikan keadaannya saat bel pintunya berbunyi, namun dia kecewa karena yang datang justru Moo Ryong. Johny langsung menjatuhkan badannya ke sofa dan tepar.... kasian tapi lucu liat Johny, wkwkwk. Moo ryong menyiapkan bubur sambil terus berusaha menelpon Yoo Hee yang tak kunjung datang.
 
Yoo Hee berusaha mengabaikan telpon dari Moo Ryong dan menikmati kebersamaannya dengan Joon Ha. Saat Yoo Hee sedang ke toilet, Joon Ha melihat ada panggilan masuk ke ponsel Yoo Hee dan ia mengangkatnya (hmmm, kayaknya gak pantes deh ngangkatin telpon orang tanpa ijin) dan memberikannya pada Yoo Hee saat Yoo Hee kembali ke meja. Moo Ryong yang sangat ingin Yoo Hee datang, membuat skenario seolah-olah Johny sakitnya benar2 parah.


Yoo Hee buru-buru datang, ia melihat Johny sudah tertidur dan kesal karena Moo Ryong membohonginya.
Moo Ryong lalu menebak kalau Yoo Hee, tapi ia juga marah. Menurutnya bagaimana bisa saat seseorang sakit Yoo Hee justru berbohong dan pergi keluar untuk bertemu dengan pria lain. Moo Ryong juga menambahkan, di Korea hanya Yoo Hee yang Johny kenal, hanya Yoo Hee yang bisa di mintai pertolongan.
"Itu sebabnya aku menyuruhmu datang." Yoo Hee membela diri.
"Apakah aku kamu? apa artinya Johnny bagimu? Ketika priamu dalam kondisi seperti ini, bagaimana bisa kamu pergi dengan cowok lain? "
"Siapa bilang dia priaku? Aku sudah bilang kami tidak dalam hubungan seperti itu, bukan?"
 
Moo Ryong menggamit lengan Yoo Hee untuk pergi, sementara Johny perlahan membuka matanya (wew, Johny denger donk).

Dalam perjalanan pulang, Moo Ryong bertanya apa menariknya Joon Ha, dan mengapa ia suka padanya. Yoo Hee menjawab bahwa orang tidak perlu alasan untuk menyukai seseorang, yang langsung di bantah Moo Ryong. Menurtut Moo ryong selalu selalu ada alasan seperti mungkin karena tampan atau mungkin karena dia bisa membuat jantung berdebar,  tapi selalu ada alasan. Moo Ryong menegaskan kemungkinan Yoo Hee terjebak hanya gara-gara kenangan.
Yoo Hee balik bertanya apa Moo Ryong benar2 menyukai Seung Mi. Melihat Moo Ryong yang menjawab sempat ragu-ragu dan tidak cepat, yoo Hee membalikkan kata-kata Moo ryong,  kemungkinan Moo Ryong juga terjebak hanya gara-gara kenangan.
Moo Ryong lalu membalas dengan kata-kata yang menyinggung Yoo Hee, sehingga Yoo Hee menyuruhnya turun. Moo Ryong tidak percaya Yoo Hee akan tega sehingga ia tetap melanjutkannya. Yoo Hee tidak main-main, ia menghentikan mobilnya dan kembali menyuruh Moo ryong turun lalu meninggalkannya. Moo Ryong masih tak percaya Yoo Hee tega, ia coba mengejar. Yoo Hee melambatkan mobilnya, tapi saat Moo ryong mendekat ia kembali menekan gas mobilnya. Yoo Hee tertawa telah berhasil mengerjai Moo ryong.

Esoknya, restoran Johny kedatangan SeRa lagi. Kali ini ia tidak sengaja bertemu dengan Moo Ryong yang ternyata bekerja sebagai asisten koki, dan memanggilnya dengan "pacar Yoo Hee" yang ternyata terdengar oleh Seung Mi.
Moo Ryong mengejar Seung Mi untuk menjelaskan bahwa tentang posisinya sebagai pacar palsu Yoo Hee. Seung Mi kemudian mengerti, tapi ia meminta agar Moo ryong segera pindah dari apartemen Yoo Hee.  Ia juga mengatakan akan membayar hutangnya. Tapi Moo Ryong menolak.

Se Ra lalu menemui Yoo Hee dan langsung menembaknya dengan mengatakan bahwa dia tahu Moo Ryong itu cuma pura-pura. Merasa ketahuan, akhirnya Yoo Hee mengakui bahwa moo Ryong memang hanyalah pacar palsu. Se Ra menaggapinya dengan heran, "Apa? aku pikir kebohonganmu adalah bahwa ia bukan dokter, tapi dia juga bukan pacarmu?" (hahaha, Yoo Hee keceplosan)

Se Ra tidak bisa menerima melihat Yoo Hee hidup menyedihkan, dan menawarkan untuk mencari seorang pasangan untuknya, dan ia menawarkan Joon Ha!!  ckckck, pucuk di cinta ulam tiba dooong buat Yoo Hee.

Setiba di rumah, dengan alasan menyampaikan pertanyaan seorang teman, Yoo Hee bertanya pada Moo ryong bagaimana cara mengungkapkan perasaan terhadap seseorang.
 
Moo Ryong menggoda Yoo Hee kalau nasihat itu untuknya sendiri bukan orang lain. Yoo Heemengelak, namun akhirnya ia mengakuinya. Moo Ryong mulai mengajarinya namun karena ia melihat Yoo Hee kesulitan, ia lalu menyuruh Yoo Hee agar berlatih.

Joon Ha bertemu dengan Presdir Ma. Ia memperingatkan Joon Ha untuk tidak bertemu Yoo Hee lagi. Menurutnya Joon Ha saat ini sudah menjadi dokter dan dapat dengan mudah mendapatkan perempuan manapun, asal bukan Yoo Hee. Joon Ha terlihat tidak senang, tapi ia tidak punya pilihan. (aku rada bingung, dia gak seneng di atur apa gak seneng gak boleh ketemu Yoo Hee?).

Yoo Hee sedang di KM, ia akan memakai pasta giginya namun sudah habis. Ia meminta Moo Ryong segera membelikannya. (aaah lupa adegan detilnya, pokoknya Moo Ryong akan keluar--mau beli odol?--saat ternyata sudah ada Seung Mi di depan pintu. Yoo Hee yang tidak tau ada orang lain keluar dari kamar mandi dengan santai, ia cuma pake baju dalem--kayak daleman jubah tidur gitu deh). 
Sementara Moo Ryong mengambilkan minum, Seung Mi memberikan cek untuk membayar hutang Moo Ryong. Yoo Hee bertanya apa Moo Ryong mengetahuinya, tapi Seung Mi tidak bisa menjawab. Saat Moo ryong datang membawakan minum, ia ingin tahu apa yang para cewek bicarakan. Saat di lihatnya cek di meja, Moo Ryong benar-benar kecewa dan ia pergi. Seung Mi berusaha mengejar Moo Ryong, di lobby Seung Mi yang berhasil menyusulnya langsung meminta maaf.
Seung Mi mulai berkaca-kaca, ia mengatakan bahwa ia tidak bermaksud melukai harga diri Moo Ryong. Ia juga mengatakan ia terlalu terburu-buru, dan kembali meminta maaf, kali ini air matanya mulai mengalir. (Gak tahu karena gak tega liat Seung Mi nangis ato memang Moo Ryong dah maafin) Moo Ryong memeluk Seung Mi.


Dengan alasan Joon Ha yang suka fotografi, Yoo Hee berhasil ngajak Joon Ha jalan2 ( hehe, asli lupa detilnya--pokoknya begitu deh). Hampir sepanjang jalan2, Yoo Hee terus memikirkan saat dan cara yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya.

Yoo Hee ingin memotret Joon Ha dengan kamera ponselnya, tapi Joon Ha malah memintanya untuk foto berdua (tentu saja gak bakal di tolak sama Yoo Hee).

Setelah puas berjalan-jalan, mereka melanjutkannya dengan makan. Joon Ha mengungkapkan tentang kemungkinan ia akan meninggalkan rumah sakit. Yoo Hee bertanya apakah itu berarti dia harus mencari rumah sakit yang berbeda, dan Joon Ha menjawab bahwa dia sedang memikirkan akan kembali ke Amerika.


Yoo Hee de ja vu, ia teringat dulu saat masih kuliah, ia ingat perasaannya ketika Joon Ha mengatakan ia akan pergi melanjutkan sekolah ke luar negeri.
Yoo Hee tidak mau kehilangan dua kali, ia tidak mau membuang kesempatannya dan langsung berkata "Jangan, jangan pergi, maukah kau menjadi pacarku, sunbae?"

Related Posts by Categories

0 komentar: