Dream High Episode 14

Posted: Rabu, 09 November 2011 by khyunkhyun in Label:
0
Baek Hee datang ke ruangan Direktur Yoon untuk meminta kesempatan sekali lagi.
Di saat yang hampir bersamaan, Jin Kuk juga ingin menemui Direktur Yoon untuk bicara mengenai publikasi singlenya yang baru.
Saat itulah Jin Kuk melihat semua kejadian di dalam ruangan tersebut.
Jin Kuk marah besar dan langsung memukuli Direktur Yoon habis-habisan.
Jin Kuk berjalan perlahan seraya memandangi medali pemberian Sam Dong. Di kejauhan, ia melihat Baek Hee dan Hye Mi sedang bicara.
"Jin Kuk memukul Direktur Yoon untuk menyelamatkan aku." tangis Baek Hee. "Aku ingin memberitahu semua orang hal yang sebenarnya. Tapi aku takut. Aku akan mati jika mengungkapkan semuanya. Aku tidak akan bisa lolos."
"Jadi karena itu Jin Kuk tidak mau bicara?" tanya Hye Mi. "Ia ingin melindungimu."
Mata Hye Mi bertemu pandang dengan Jin Kuk. Ia lalu memeluk Baek Hee.
"Apa yang harus kulakukan?" tanya Baek Hee.
"Biarkan saja semuanya seperti sekarang." jawab Hye Mi. "Simpan saja rahasia ini. Kurasa Jin Kuk juga mengingankan seperti itu. Jin Kuk akan mengerti. Semuanya akan baik-baik saja. Besok, berita ini akan menjadi berita kemarin. Lama kelamaan semua orang akan melupakan kejadian ini."
Jin Kuk menangis dan mengangguk pada Hye Mi. Hye Mi melakukan hal yang benar.
Jin Kuk menggenggam erat medali pemberian Sam Dong dan berjalan pergi.
Murid-murid Kirin sedang ramai membicarakan perektrutan Perusahaan Entertainment EMG untuk mencari bintang baru.
"Ciptakan video musik berdurasi 3 menit yang menunjukkan kemampuanmu." baca Doo Joo. "Lagu harus ciptaan sendiri. Harus menguasai tiga bahasa. Harus memiliki pengalaman minimal 10 kompetisi berbeda."
Anak-anak langsung mengeluh. Persyaratan itu terlalu berat.
Pihak kepolisian mencari Baek Hee karena melihat rekaman CCTV.
Saat itu Baek Hee sedang menyendiri di depan piano.
Oh Hyuk dan Kyung Jin menemui Baek Hee.
"Apa kau tahu alasan kenapa Jin Kuk memukul Direktur Yoon?" tanya Oh Hyuk.
Baek Hee mendadak oleng dan hampir terjatuh. Kyung Jin dan Oh Hyuk bergegas menangkapnya.
"Baek Hee, apa yang terjadi?" tanya Kyung Jin cemas. "Katakan pada kami."
"Guru..." tangis Baek Hee. Ia kemudian menceritakan segalanya pada Kyung Jin dan Oh Hyuk.
"Aku tahu akan jadi seperti ini!" seru Oh Hyuk marah. "Jin Kuk melakukan semua itu untuk menyelamatkan Baek Hee! Kita harus ke kantor polisi sekarang dan menyelesaikan masalah Jin Kuk! Setelah itu, kita akan menuntuk Direktur Yoon!"
Oh Hyuk beranjak pergi, namun Kyung Jin menghalangi.
"Bagaimana caranya kau membuktikan bahwa Jin Kuk tidak bersalah?" tanya Kyung Jin.
"Kita hanya perlu kesaksian Baek Hee." jawab Oh Hyuk.
"Apa kau tidak memikirkan Baek Hee sama sekali?!" seru Kyung Jin. "Ia harus memberikan kesaksian bahwa ia mengalami pelecehan seksual. Bagaimanapun usaha kita untuk menyembunyikan identitasnya, para wartawan pasti akan terus menyelidiki. Pada akhirnya, orang yang ingin dilindungi oleh Jin Kuk karena mengalami pelecehan akan tersebar ke publik."
"Lalu kau ingin kita bersikap seolah tidak terjadi apapun?!" seru Oh Hyuk. "Mimpi Jin Kuk akan rusak!"
"Jin Kuk bisa mengatasinya." kata Kyung Jin. "Bagi Jin Kuk ini adalah luka kecil, tapi bagi Baek Hee ini adalah luka yang akan membekas seumur hidup. Jin Kuk tutup mulut untuk melindungi Baek Hee. Setiap kali terjadi masalah, publik tidak pernah merasa simpatik pada korban. Baek Hee akan dikucilkan dan dihina. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Aku akan melindungi Baek Hee."
Baek Hee mendengar semua percakapan Oh Hyuk dan Kyung Jin. Ia menangis.
Malam itu, Jin Kuk makan dengan sangat lahap. Rupanya Jin Kuk sudah ceria lagi. Ia bahkan mengganggu Sam Dong dengan berusaha merebut makanannya.
Oh Sun berusaha mengorek informasi dari Jin Kuk untuk beritanya. Hye Mi sangat kesal.
Tidak lama kemudian, Oh Hyuk pulang. Begitu masuk ke dalam rumah, Oh Hyuk langsung memegang pundak Jin Kuk dan menepuk-nepuknya.
Sam Dong memberikan formulir audisi EMG pada Jin Kuk.
"Tapi aku sudah punya." kata Jin Kuk, menunjukkan formulirnya sendiri.
"Oh, kalau begitu, aku tidak perlu cemas lagi." gumam Sam Dong.
"Apa kau... mencemaskan aku?" tanya Jin Kuk, tersenyum jahil.
Sam Dong, yang saat itu sedang minum, langsung tersedak. "Tidak." jawabnya. "Jangan tersenyum seperti itu!"
Pagi itu, Moo Jin menjemput Jin Kuk di rumah Oh Hyuk. Mereka akan meminta maaf pada Direktur Yoon atas perbuatan Jin Kuk.
"Bagaimana penampilanku?" tanya Jin Kuk pada Hye Mi sebelum pergi. "Apa aku kelihatan seperti model?"
"Kau kelihatan lebih dewasa." kata Hye Mi. "Maafkan aku. Aku tahu pasti berat untukmu. Sku ingin menolong Baek Hee dan berdiri di pihakmu, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Maafkan aku."
"Jika kau merasa menyesal, lakukan ini padaku." Jin Kuk meraih tangan Hye Mi dan menepuk-nepukkan di pundaknya. "Hibur aku dan beri aku kekuatan."
Hye Mi menepuk bahu Jin Kuk. "Berjuanglah." katanya.
Jin Kuk tersenyum dan berjalan pergi.
"Aku laki-laki sejati." Mendadak Sam Dong datang dan berbisik di telinga Hye Mi.
Hye Mi menoleh kaget.
"Apa kau tahu bagaimana menyebut namaku?" tanya Sam Dong. "Shin Saem Dang."
"Apa yang kaukatakan?" tanya Hye Mi bingung.
Rupanya Sam Dong berusaha membuat lelucon, tapi Hye Mi sedang tidak mood untuk tertawa.
"Apa kau tahu apa artinya menjadi dewasa?" tanya Sam Dong. "Itu artinya mereka memiliki lebih sedikit alasan untuk tersenyum. Karena itulah, walaupun merasa berat untuk tersenyum, kau harus tetap tersenyum, bukan? Seperti Jin Kuk."
"Baiklah." kata Hye Mi. "Sepertinya Sam Dong yang dulu sudah kembali."
"Sam Dong yang dulu?" tanya Sam Dong, tersenyum. "Mungkin saja."
Oh Hyuk berusaha menjelaskan pada Moo Jin bahwa alasan Jin Kuk diam adalah untuk melindungi sesuatu.
"Karena itulah, kau juga harus melindungi Shi Hyuk." kata Oh Hyuk.
Ketika Jin Kuk dan Moo Jin sampai di rumah sakit tempat Direktur Yoon dirawat, para wartawan langsung mengerubungi mereka dan menanyakan berbagai pertanyaan. Jin Kuk dan Moo Jin hanya berjalan diam.
Moo Jin dan Jin Kuk meminta maaf pada Direktur Yoon.
"Kau tidak perlu minta maaf atas kejadian ini." kata Direktur Yoon pada Moo Jin. Tanpa sengaja ia menjatuhkan jeruk ke lantai. "Kau dan aku adalah korban."
Dengan sabar, Jin Kuk mengambil jeruk-jeruk yang terjatuh itu.
"Putramu tidak tahu berteima kasih." kata Direktur. "Ia menyebabkan masalah pada orang yang sudah membantunya mengeluarkan debut. Ia menusuk ayah angkatnya dari belakang."
"Maafkan aku, Direktur." kata Jin Kuk tenang. "Maafkan aku, ayah."
Direktur Yoon malah memukul-mukul kepala Jin Kuk dengan kasar.
Jin Kuk mencengkeram tangan Direktur. Saat itulah pintu kamar terbuka dan para wartawan masuk.
"Aku bersalah." kata Jin Kuk, melepaskan tangan Direktur. "Aku tidak akan melakukan hal seperti ini lagi."
Direktur menepuk kepala Jin Kuk lagi. Kali ini Jin Kuk hanya diam. Justru Moo Jin yang kelihatan tidak senang atas perlakuan pada anaknya.
Moo Jin mencengkeram tangan Direktur dengan marah. "Shi Hyuk bukan anak adopsi." katanya. "Ia adalah putra kandungku!"
"Ayah..."
"Karena masa lalu yang memalukan, aku berbohong dengan mengatakan ia anak angkat." kata Moo Jin. "Walaupun aku mengatakan itu, ia masih menghormati dan menyayangiku. Ia tidak pernah sekalipun mengecewakanku. Ia bahkan memberikan hadiah ulang tahun pada ayahnya. Walaupun ayahnya sendiri lupa."
"Ayah, jangan lakukan ini. Kumohon padamu." pinta Jin Kuk.
"Ia adalah anak yang bodoh." Moo Jin terus bicara. "Jika ia memukulmu, ia pasti punya alasan kuat. Aku yakin kaulah yang berbuat kesalahan."
Moo Jin kemudian mengajak Jin Kuk pergi dan menggandeng tangannya.
Di lift, Jin Kuk membujuk ayahnya untuk kembali dan minta maaf bersama, namun Moo Jin menolak. Ia merasa apa yang dilakukannya saat itu adalah benar. Ia sangat yakin bahwa Direktur Yoon-lah yang telah melakukan sebuah kejahatan, bukan putranya.
Jin Kuk menangis terharu.
Moo Jin menggenggam erat tangan putranya.
Baek Hee membaca berita di koran. Keadaan bertambah buruk bagi Jin Kuk dan ayahnya.
Baek Hee teringat semua kebaikan yang pernah dilakukan Jin Kuk padanya. Kyung Jin dan Hye Mi yang juga membelanya.
Sepertinya Baek Hee sudah memantabkan hati dan mengambil keputusan. Ia mengirimkan sms pada Hye Mi dan mengatakan bahwa ia akan pergi ke kantor polisi.
Hye Mi berusaha mengejar dan menghentikan Baek Hee.
"Yoon Baek Hee!" panggil Hye Mi.
Baek Hee tidak memedulikan Hye Mi dan terus berjalan.
Baek Hee naik ke taksi. Hye Mi berusaha mengejar, namun gagal.
Hye Mi menelepon Baek Hee.
"Baek Hee, apa yang kau lakukan?!" seru Hye Mi cemas. "Cepat turun sekarang!"
"Tidak apa-apa." kata Baek Hee. "Aku hanya ingin mengatakan kebenaran." Mata Baek Hee berkaca-kaca. "Hye Mi, sekarang aku takut melakukan sesuatu yang melanggar aturan. Aku juga melakukan kesalahan padamu. Pot bunga waktu itu, akulah yang menjatuhkannya."
"Apa?" tanya Hye Mi, hampir menangis.
"Seperti katamu, aku seperti hidup di neraka." kata Baek Hee. "Aku ketakutan, kedinginan dan kesepian. Maafkan aku, Hye Mi."
"Baek Hee..." Hye Mi menangis.
"Tapi, masih banyak orang yang mau membantuku." tambah Baek Hee. "Sekarang aku tidak lagi ketakutan. Tidak, aku masih merasa sedikit takut. Hye Mi, maukah kau menyanyikan lagu untukku? Aku ingin mendengarmu menyanyi."
"Menyanyi? Menyanyi apa?" tanya Hye Mi.
"Lagu yang kita nyanyikan saat audisi." jawab Baek Hee.
Hye Mi menyanyi untuk Baek Hee.
Air mata Baek Hee mengalir deras.
Berita mengenai Baek Hee langsung tersebar.
Ibu Baek Hee marah besar dan langsung datang ke kantor polisi untuk mencekik leher Direktur Yoon.
Baek Hee datang ke sekolah dengan mengenakan headphone. Ia tidak ingin mendengar komentar dan bisik-bisik murid-murid lain.
Mendadak Jin Kuk datang dengan marah. "Kenapa kau melakukan ini?" tanyanya. "Sudah kukatakan padamu. Apapun yang kau lihat dan dengar, jangan pedulikan."
"Maafkan aku." kata Baek Hee. "Aku lebih kuat dari yang kau kira. Aku bisa menghadapi semuanya."
"Bagaimana caranya?" tanya Jin Kuk. "Ini semua baru permulaan."
Baek Hee tersenyum. "Jin Kuk, kau sudah tahu bahwa aku sangat menyukaimu, bukan?" tanyanya. "Tapi aku tahu kau hanya menyukai Hye Mi. Kau selalu menciptakan garis pembatas diantara kita. Karena itulah aku selalu sedih dan kecewa padamu. Kenapa Hye Mi selalu memperoleh segalanya? Sekarang aku mengerti. Kebanyakan orang selalu memikirkan dirinya sendiri kemudian baru memikirkan orang lain. Tapi kau berbeda. Kau tidak peduli pada dirimu sendiri dan melindungi aku. Itu sudah cukup."
"Baek Hee..."
"Terima kasih karena menepati janjimu." ujar Baek Hee seraya mengulurkan tangan untuk berjabatan dengan Jin Kuk. "Kau berdiri disisiku hingga akhir."
Jin Kuk menyambut tangan Baek Hee.
Grup K dibawah asuhan Top sudah dibubarkan. Sebagai gantinya, perusahaan Will Enter akan membentuk grup itu dari awal lagi. Personil K yang tetap adalah Jason, Lee Ri Ah, Kim Tae Sun dan Ha So Hyun. Jin Kuk dan Baek Hee tidak diterima lagi dalam grup tersebut.
Kyung Jin menyatakan keberatannya pada Bum Soo. "Jin Kuk dan Baek Hee baru saja memulai." katanya. "Bagi mereka, akhir seperti ini terlalu kejam."
"Kyung Jin!" bentak Bum Soo keras.
Semua guru kaget.
"Sebagai guru, kita harus membantu mereka." kata Kyung Jin. "Mereka sangat bekerja keras dalam meniti karir. Mereka dipaksa jatuh oleh orang dewasa. Kita harus membantu mereka bangkit lagi!"
"Sejak kapan kau menjadi simpatik seperti ini?" tanya Bum Soo sinis.
"Aku akan membantu mereka bangkit lagi." kata Oh Hyuk.
"Aku juga akan membantu mereka!" kata Chul Man.
"Aku juga." sambut Saeng Hee.
Jin Kuk memainkan medalinya.
Tiba-tiba Hye Mi datang dan mengambil medali ini. "Darimana kau dapatkan ini?" tanyanya.
"Sam Dong memberikannya padaku beberapa hari yang lalu." jawab Jin Kuk.
Hye Mi memainkan medali ke keluar masuk kotak.
Moo Jin menelepon dan mengajak Jin Kuk bertemu.
Tanpa sengaja, medali masuk ke dalam kotak dan susah keluar.
Jin Kuk mengajak ayahnya bertemu di bianglala. Disana, tidak akan ada yang bisa melihat dan mendengar percakapan mereka.
Moo Jin menyuruh Jin Kuk memperbaiki imagenya dalam waktu 4 tahun. 4 tahun lagi, Moo Jin ingin kembali mencalonkan diri menjadi walikota lagi.
Oh Hyuk meminta Doo Shik merekrut Sam Dong, Baek Hee dan Jin Kuk. Namun Doo Shik menolak.
"Aku merekomendasikan mereka karena mereka mirip denganmu, penuh impian dan harapan." kata Oh Hyuk, berusaha membujuk Doo Shik. "Jika kita mengacuhkan mereka, mereka hanya punya mimpi namun tidak bisa merealisasikannya."
"Impian menjadi kenyataan..." gumam Doo Shik.
"Impian mereka, impianku dan impianmu akan bersatu." bujuk Oh Hyuk. "Itu tidak hanya akan menjadi sekedar mimpi. Semua itu akan menjadi kenyataan."
Doo Shik mengangguk, hampir saja luluh oleh Oh Hyuk. Namun Doo Shik menampar pipinya sendiri agar sadar. Ia lalu bangkit dan beranjak pergi.
Baek Hee berlatih dance seorang diri malam itu. Kyung Jin datang.
"Kau tidak hadir di kelas hari ini?" tanya Kyung Jin.
"Aku... jika aku melihat teman-temanku, aku merasa malu dan tertekan." jawab Baek Hee.
"Kalau begitu, hadir di kelas sekarang tidak akan menjadi masalah, bukan?" usul Kyung Jin. "Teman-temanmu tidak ada disini. Hanya ada kau dan aku. Bagaimana menurutmu?"
Kyung Jin tak kuasa menahan air matanya. "Setiap malam, datanglah kemari untuk hadir di kelasku."
Baek Hee memeluk Kyung Jin. "Guru, terima kasih banyak." katanya dengan mata berkaca.
"Baek Hee, semua ini akan segera berlalu." hibur Kyung Jin. "Jangan cemas. Kau tidak perlu cemas."
Saat sedang makan dikantin, Hye Mi datang dan menyerahkan formulir perekrutan bintang pada Baek Hee.
"Apa ini?" tanya Baek Hee.
"Formulir audisi EMG." jawab Hye Mi. "Ayo kita ikut bersama."
"Aku sudah lihat." kata Baek Hee. "Tapi aku tidak memenuhi persyaratan. Aku tidak punya cukup pengalaman di panggung."
"Aku juga tidak cukup baik." kata Hye Mi percaya diri. "Tapi jika aku tidak bisa, maka tidak ada orang lain di negara ini yang bisa juga."
Jason dan Pil Sook mendadak datang dan mengatakan ingin ikut serta juga.
Tidak lama kemudian, Jin Kuk dan Sam Dong juga datang.
Mereka berenam sepakat dan bekerja sama dalam audisi bergengsi tersebut.
Pil Sook membuka lokernya dan mengambil satu kertas berbentuk hati.
"Apa yang membuatmu terlihat begitu senang?" tanya Hye Mi.
"Kenapa? Memangnya aku tidak boleh senang?" gumam Pil Sook.
"Apa yang terjadi antara kau dan Jason?" tuntut Hye Mi.
Pil Sook menempelkan kertas hati ke pintu loker Jason. Tulisannya, "Nona Sushi, kurasa aku jatuh cinta padamu".
"Kau sangat menyukai Jason?" tanya Hye Mi.
Pil Sook mengangguk. "Aku sangat menyukainya sampai rasanya ingin mati." jawabnya.
"Bagaimana kau tahu kalau kau menyukainya?" tanya Hye Mi polos. Sepertinya Hye Mi belum pernah merasakan jatuh cinta.
Pil Sook berpikir sejenak. "Aku selalu memikirkannya." kata Pil Sook, tersenyum-senyum sendiri. "Ketika sesuatu yang bagus terjadi, hal pertama yang kupikirkan adalah ingin memberitahu dia. Dia juga orang yang pertama kali ingin kulihat saat aku merasa sedih. Aku merasa, jika bisa selalu berada disisinya, itu sudah cukup. Seperti itu."
Hye Mi memandang Pil Sook dengan pandangan aneh.
"Memangnya kenapa?" tanya Pil Sook. "Ada apa denganmu?"
"Sangat menjijikkan." kata Hye Mi seraya berjalan pergi meninggalkan Pil Sook. Wanita berhati dingin. Hihihi...
Entah ada angin apa, Kyung Jin memasang jepit bunga di rambutnya. Ketika sedang bercermin, ia sangat terkejut karena mendadak Doo Shik ada di belakangnya.
Doo Shik menyeret Kyung Jin dengan paksa, seperti menculiknya. Jin Man kaget melihat Kyung Jin diculik.
Rupanya Doo Shik ingin Kyung Jin merekomendasikan siswa untuknya.
"Hanya ada tiga orang murid yang bisa kurekomendasikan." kata Kyung Jin. "Kemampuan menyanyi dan menari mereka sangat sempurna."
"Benarkah?" tanya Doo Shik senang. "Seharusnya aku menemuimu sejak awal. Siapa mereka?"
"Yoon Baek Hee, Hyun Shi Hyuk dan Song Sam Dong." jawab Kyung Jin. Rekomendasi yang sama dengan yang diberikan Oh Hyuk pada Doo Shik, tentu saja.
"Apa kau dan Guru Kang melakukan kesepakatan?" gumam Do Shik.
Mendadak Jin Man datang sambil membawa tongkat baseball. Melihat pertemuan Doo Shik dan Kyung Jin, ia langsung menyembunyikan tongkat itu.
Hye Mi berpikir keras mengenai ide video untuk audisi EMG. Sam Dong datang dan duduk di sampingnya.
"Apa kira-kira yang bisa kita tunjukkan pada mereka?" tanya Hye Mi, menatap Sam Dong.
"Biarkan mereka melihat masa lalu kalian." usul Oh Hyuk. "Tunjukkan pada mereka seberapa banyak kalian berkembang dalam satu tahun."
"Ooohhh..."gumam Jin Kuk, Sam Dong dan Hye Mi bersamaan.
Mereka bertiga langsung membayangkan perubahan mereka sampai saat itu dan mulai berdiskusi.
Mulanya mereka berdiskusi bertiga, lama kelamaan Hye Mi dan Sam Dong malah asik mengobrol sendiri mengenai kenangan-kenangan mereka, melupakan Jin Kuk.
Jin Kuk hanya bisa memandang mereka dengan diam.
Jin Kuk berbaring di ranjang, memikirkan sesuatu. Sepertinya memikirkan mengenai Hye Mi dan Sam Dong yang semakin dekat.
Hye Sung datang.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Hye Sung. "Ada sesuatu yang mengganggumu? Bicarakan saja denganku."
"Hye Sung, siapa yang lebih kau sukai? Orang yang selalu ada bersamamu atau orang sibuk yang tidak bisa selalu bersamamu?" tanya Jin Kuk.
"Tentu saja orang yang selalu bersamaku." jawab Hye Sung.
Jin Kuk malah ngambek mendengar jawaban Hye Sung.
"Hye Sung, siapa ang lebih kau sukai? Aku atau Sam Dong?" tanya Jin Kuk lagi. "Kau lebih sering bersama Sam Dong."
Hye Sung berpikir, lalu mencium pipi Jin kuk dan berlari kabur tanpa menjawab.
Pil Sook dan Jason datang untuk mencari lokasi shooting video mereka. Pil Sook menyanyi dan Jason menari. Lucu sekali dua orang yang sedang kasmaran ini.

Sam Dong malah aneh. Ia malah menunjukkan transformasi penampilannya.
Jason merekam tarian Jin Kuk. Jason terus menerus menyuruh Jin Kuk mengulang sampai take ke 13. Ketika lagi-lagi rekaman yag diambil Jason gagal, Jason malah kabur meninggalkan Jin Kuk. Benar-benar tidak bertanggung jawab nih si Jason.
Hye Mi yang dulunya tidak ekspresif, kini menjadi ekspresif.
Baek Hee hanya duduk diam dan menceritakan masa lalunya.
Di Kirin, hanya enam murid itulah yang berani ikut audisi karena persyaratannya yang tidak masuk akal. Semua murid Kirim menyerah, kecuali Sam Dong, Hye Mi, Jin Kuk, Jason, Pil Sook dan Baek Hee.
Oh Hyuk mulai membujuk Doo Shik lagi. Walaupun tidak sempurna, keenam murid itu memiliki potensi dan kemauan yang kuat. Mereka bekerja keras demi impian mereka. Akhirnya Do Shik luluh dan bersedia menawarkan kontrak.
Baek Hee, Jin Kuk dan Sam Dong akan mengeluarkan debut di White Entertainment milik Doo Shik.
Jin Man memberitahu Kyung Jin kalah Sam Dong, Jin Kuk dan Baek Hee akan debut.
Kyung Jin sangat senang mengetahui hal itu dan langsung berlari mencari Oh Hyuk. Dengan spontan, ia memeluk Oh Hyuk di depan semua orang.
Murid-murid langsung bertepuk tangan riuh.
Bum So shock setengah mati melihat mereka.
Jin Man patah hati.
Ayah Hye Mi menelepon.
Hye Mi berpapasan dengan Jin Man. "Ada apa?" tanya Hye Mi, melihat Jin Man lemas.
"Kau belum dengar?" tanya Jin Man. "Sam Dong dan Jin Kuk akan mengeluarkan debut di White Entertainment."
"Benarkah?!" seru Hye Mi senang seraya mencengkeram tangan Jin Man. "Ini hebat! Hebat!"
Hye Mi hendak berlari pergi, tapi Jin Man tidak mau lepaskan tangan Hye Mi.
"Siapa yang mau kau temui?" tanya Jin Man. "Jin Kuk atau Sam Dong?"
"Tentu saja..." Hye Mi hampir saja menjawab, namun kemudian terdiam. Siapakah yang ingin ditemui Hye Mi pertama kali?
Hye Mi berjalan sambil bengong. Ia teringat percakapannya dengan Pil Sook.
"Bagaimana kau tahu kalau kau menyukainya?" tanya Hye Mi pada Pil Sook.
"Aku selalu memikirkan dia." jawab Pil Sook. "Ketika aku senang, aku langsung teringat dia. Jika aku sedih, aku juga langsung mengingat dia. Jika aku bisa selalu berada disisinya, itu sudah cukup."
Hye Mi memikirkan kata-kata Pil Sook.
"Apa yang harus kulakukan?" gumam Hye Mi pada dirinya sendiri. "Apa yang harus kulakukan?"
Tidak lama kemudian, Jin Kuk, Sam Dong dan Oh Hyuk berjalan kearahnya sambil asik berbincang. Begitu melihat Sam Dong, Hye Mi menjadi terkejut dan bergegas bersembunyi.
Hye Mi bersembunyi dibelakang pintu dan mengintip Sam Dong.
"Aku pasti sudah gila." keluh Hye Mi.

Related Posts by Categories

0 komentar: