sinopsis good doctor episode 6 part 1

Posted: Kamis, 05 September 2013 by khyunkhyun in Label:
0

Park Shi On menatap Eun Ok, si gadis werewolf. Semua orang khawatir dan bertanya apa yang sedang dilakukannya? Shi On tak peduli dan terus berusaha mendekatinya.

Shi On mencoba meraba Eun Ok, tapi dengan ganas Eun Ok malah mengigit tangan nya. Semua orang menjadi panik dan berusaha menarik Shi On dari gigitan Eun Ok.

Yoon Seo mencoba berbicara dengan Eun Ok, “Kau anak baik, 'kan? Namamu Eun Ok, 'kan? Eun Ok, kami melakukannya agar kau tak kesakitan lagi, jadi...”

Jawaban Eun Ok? dia menggongong galak, membuat Yoon Seo ketakutan dan kaget setengah mati karena gongongan itu. Tentu saja hal itu membuat keributan di bangsal anak.

Kim Do Han mendengar keributan ini, dia masuk ke ruangan itu dan melihat kekacauan yang terjadi. Hong Kil Nam berkata kondisi Eun Ok agak unik. Kim Do Han menatap Eun Ok dan berteriak, “Walau begitu, kalian tak bisa menangani seorang anak?” Hong Kil Nam beralasan bahwa Eun Ok benar-benar kuat. Dia menggigit dan bau.

Kim Do Han tak habis pikir dan bertanya, “Apakah dia tak mengerti apa yang kalian ucapkan?” Yoon Seo berkata, ” Ya, kami tak bisa berkomunikasi dengannya.” Kim Do Han kembali menatap Eun Ok, dan memutuskan, “Tangkap dia”
Semuanya menjadi bingung, menangkapnya? “Apa?” tapi tentu saja Kim Do Han tidak memberikan penjelasan dan tidak menerima bantahan. Para dokter Pediatri pun bersiap menangkap Eun Ok, tapi werewolf girl itu menggeram menakutkan.
 Kim Do Han meminta Hong Kil Nam untuk mengambilkan Lorazepam 1 ml ampul. Yoon Seo bertanya bukan kah itu terlalu kuat untuk anak-anak? Kim Do Han berkata bahwa mereka perlu menenangkannya agar dapat memeriksanya.

Park Shi On panik saat mendengar Kim Do Han akan memberi Eun Ok Lorazepam dia segera berkata, “Aku akan mencoba menenangkannya” Apakah Shi On tidak takut terluka lagi. Shi On tidak peduli dia akan mencobanya sekali lagi.

Shi On pun mulai bergaya seperti anjing. Merangkak, menggoyang-goyangkan kepala, serta berguling-guling seperti anjing membuat semua orang terheran. Park Shi On berhasil menarik perhatian Eun Ok dengan tingkahnya, Mungkin Eun Wok mulai berpikir Park Shi On adalah temannya juga?

Hong Kil Nam datang membawa obat penenang yang diminta. Kim Do Han menyuruh para dokter lain mulai menghitung untuk menangkap Eun Ok. Yoon Seo mencegahnya, mereka harus menunggu aksi Shi On, siapa tahu berhasil.

Park Shi On kini sudah berada di hadapan Eun Ok dia menjulurkan tangannya, menunggu Eun Ok menyambutnya. Kim Do Han tidak sabar dan menyuruh para dokter lain untuk mulai menghitung dan menangkap Eun OK. Yoon Seo menahan mereka dan meminta mereka untuk menunggu. Kim Do Han semakin tidak sabar dan mengulangi perintahnya. Para dokter Pediatri pun tak bisa membantah lagi.

Tepat saat Eun Ok memegang tangan Shi On dan mulai  merasa tenang, para dokter Pediatri pun menangkapnya. Eun Ok mencoba melawan, dia meronta-ronta, namun para dokter memegangnya dengan kuat. Shi On jadi khawatir berharap Eun Ok dilepaskan.

Tanpa perasaan, Kim Do Han membuka bungkusan Lorazepam nya dan dengan hati-hati menyuntikannya pada Eun Ok. Shi On merasa kasihan melihat Eun Ok yang kesakitan, lama-lama Eun Ok pun makin tak sadarkan diri karena pengaruh obat penenang itu.

Kim Do Han dan para dokter Pediatri memeriksa luka-luka pada tubuh Eun Ok dan mulai melakukan diagnose. Kim Do Han bertanya apakah departemen yang menangani Eun Ok sebelumnya melakukan pemeriksaan dasar pada Eun Ok? Hong Kil Nam mengeluh bahwa mereka tidak bisa berkoemunikasi denga Eun Ok, karena nya mereka tidak bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh. Dan karena ada tanda kemerahan di sekitar wilayah pusar, mereka langsung menyerahkannya pada Departemen Pediatri.

Kim Do Han mengecek semua tanda kemerahan itu dan juga pusar Eun Ok, yang bahkan sudah mulai bernanah. Dia tahu benar, Eun Ok memang harus segera di operasi untuk menghindari infeksi lebih lanjut.

Kim Do Han berbiacara pada pria yang ada di dekat ranjang Eun Ok, “Apakah anda walinya?” Pria itu menjawab, “Untuk saat ini, iya” Kim Do Han jadi bingung. Pria itu menjelaskan, bahwa wali Eun Ok adalah Kepala Bagian Oh Han Sook dari Lembaga Perlindungan Anak. Dia mendapat laporan kekerasan terhadap anak dan pergi untuk menyelamatkannya. Kim Do Han paham dan berkata dia akan mendengarkan detail ceritanya nanti, yang terpenting adalah segera menangani Eun Ok.

Kim Do Han memerintahkan para dokter Pediatri untuk segera melakukan tes darah, sonografi perut bahkan CT perut jika diperlukan. Tak lupa Kim Do Han pun meminta Yoon Seo untuk memberikan antibiotik pada Eun OK. Denga sigap Yoon Seo berkata dia akan segera melakukannya dan melaporkan hasilnya.

Yoon Seo mengobati luka gigitan Eun Sook di tangan Shi On, “Untung tidak tercabik. Tampak seperti luka gigitan anjing.” Park Shi On tidak berkomentar apa-apa, dia hanya menunduk malu-malu.

Yoon Seo jadi gemas dan akhirnya bertanya, “Tadi kenapa kau merangkak dan mendekati Eun Ok?” Shi On jadi antusias,, “Komunikasi Hewan” katanya mulai menjelaskan.

Yoon Seo yang masih mengobati luka Shi On jadi takjub, “Apa kau benar-benar tahu profesimu? Jadi kau mencoba melakukan kontak mata dengan hewan,... Itu sebabnya kau merangkak?” tanya Yoon Seo penasaran.

“Lebih tepatnya, untuk mencocokkan frekuensi.” jawab Shi On tenang.

Yoon Seo jadi semakin tertarik, “Frekuensi?”

Shi On menjelaskan dengan antusias, “Menyelaraskan hati manusia dan hewan dalam satu saluran,... Kita harus menggabungkan medan magnet yang mengelilingi jantung hewan... dengan yang mengelilingi jantung manusia. Begitulah cara kami bisa berkomunikasi dengan baik. Itulah prinsip pertama dari pelajaran hewan. Jantung memiliki arus listrik terbesar dalam tubuh kita. Kira-kira 100 kali arus yang mengalir melalui otak. Itu sebabnya jika kau berkonsentrasi...”

“Cukup” potong Yoon Seo yang sejak tadi hanya bisa melongo mendengar semua penjelasan Shi On tentang mencocokan frekuensi antara manusia dan hewan.

“Aku tahu apa maksudmu tapi jangan lakukan itu di depan Profesor atau yang lain.”

“Dan kau…” Yoon Seo menatap tangan Shi On yang lukanya sudah selesai dia perban, “Sebagai seorang pria, kenapa lenganmu seperti ini? Besarnya sama seperti tusuk gigi... Kau harus berolah raga.” kata Yoon Seo sambil memukul ringan tangan Shi On.

Sentuhan Yoon Seo membuat Shi On cegukan, (hahaha,, seperti biasa nih~~) Yoon Seo jadi heran, “Kenapa kau selalu cegukan sejak kemarin? Apa kau kurang sehat?” Yoon Seo mulai mendiagnosa wajah Shi On. Merasa diperhatikan, Shi On makin cegukan dan berusaha mengatakan bahwa dia tidak apa-apa.

Presdir Lee tak habis pikir mengapa penyokong dana RS Universitas Sun Woon mengehentikan bantuan mereka secara sepihak. Ketua Yayasan Lee malah mencibir bahwa kebobobrokan manajemen Yayasan Sung Won sudah banyak diketahui publik. Presdir Lee tidak merasa begitu meskipun yayasan mereka sudah banyak berbeda, tapi manajemen mereka tidaklah buruk. Ketua Yayasan Lee tidak berpikir seperti itu, Presdir seharusnya mendengarkan rumor diluaran.

Chae Kyung tidak senang dengan ucapan ketua Yayasan Lee, dengan dingin dia berkata, “Anda berbicara seolah-olah itu urusan orang lain.” Ketua Yayasan jadi berang mendengarnya, dia sama sekali tidak bermaksud seperti itu. Tapi Chae Kyung merasa Ketua Yayasan Lee memang selalu seperti itu.

WaPresdir Kang melerai perdebatan Chae Kyung dan Ketua Yayasan Lee. Bukankah mereka lebih baik memikirkan bagaimana mengatasi masalah tersebut? WaPresdir Kang berpendapat bahwa sebaiknya mereka mulai menopang semua permasalahan yang ada di RS.

Direktur Choi mengadakan rapat dengan para Kepala Departemen di RS Universitas Sung Won untuk membicarakan masalah Woomyung grup yang telah menghentikan sokongan  dana secara sepihak pada RS mereka. Apalagi Woomyung group akan memberikan pengaruh-pengaruh pada para sponsor lainya. Meskipun implikasi ini berdampak secara langsungnya pada yayasan, tapi pihak RS tetap harus membuat sebuah langkah internal .

Langkah Internal apa yang harus mereka lakukan? dr. Kim dan dr. Go menyarankan mereka harus menggabung departemen yang sulit dijalankan dan dibagi (ini tentu saja akan mengurangi biaya pengeluaran RS)

Dengan percaya diri dr. Kim berkata, “Saat ini, satu-satunya departemen yang menunjukkan kerugian adalah Departemen Pediatri. Daripada mempertahankannya dalam kondisi seperti itu,...  Yang terbaik mungkin memindahkannya ke cabang Ulsan. Karena saat ini belum ada Unit Bedah Anak di sana,... Jadi banyak pasien yang akan berdatangan.”

dr. Go takjub dengan pemikiran dr. Kim, dia juga merasa itulah yang terbaik karena cabang regional juga pasti mengharapkan hal itu. Dengan bijaksana Direktur Choi berkata bahwa mereka akan memutuskan itu nanti. Dia jelas tahu bahwa dr. Go dan dr. Kim sedang berusaha menyingkirkan Departemen Pediatri dari RS Universitas Sung Woon cabang Utama.

dr. Go menambahkan, “Satu hal yang lebih penting dari itu adalah mengurangi kelebihan tenaga kerja. Aku berbicara tentang tenaga kerja yang tak memenuhi standar rumah sakit kita.” Direktur Choi tahu benar arah pembicaraan dr. Go, karenanya direktur Choi berkata, “Sekarang bukan saatnya membahas itu.”

Tapi dr. Go ngotot, “Tapi wali pasien telah mengirimkan keluhan tentang Dokter kepada Yayasan.” Direktur Choi menegaskan bukan saatnya mereka membicarakan masalah ini. dr. Go terlihat merasa kecewa dengan reaksi direktur Choi.

Seorang pegawai wanita masuk dan menyerahkan sebuah laporan. Direktur Choi memejamkan matanya, kabar buruk kembali datang, “Rescue Group juga memberitahu kita bahwa mereka akan menghentikan bantuan.” para Kepala Departemen kembali merasa resah karena hal ini, apakah satu demi satu penyokong dana untuk RS mereka akan menghentikan bantuannya?

Yoon Seo dan Kim Do Han melaporkan kondisi Eun Ok pada yang menjadi walinya sekarang. Secara mendasar Eun Ok memiliki kelainan Urachus, kemudian ada infeksi yang menyebabkan komplikasi. Hal itu ditunjukkan dengan adanya bintil kecil dibawah pusar.

Walinya menjadi khawatir dan bertanya, “Tidak akan ada kesulitan untuk hidup, 'kan?” Kim Do Han menjelaskan bahwa kelainan Urachus tidak akan membahayakan nyawanya. Mereka hanya perlu menyingkirkan saluran yang terbuka dengan operasi. Untungnya bintilnya kecil, jadi setelah diberi antibiotik selama beberapa hari mereka akan segara mengoperasi Eun Ok.

Kim Do Han kembali menanyakan dimana wali Eun Ok sebenarnya? Pria itu menjelaskan bahwa wali Eun Ok adalah bibinya yang sekarang berada di kantor Polisi. Yoon Seo penasaran mengapa Eun Ok bisa menjadi seperti itu? (bertingkah seperti werewolf girl maksudnya)

Pria yang kini menjadi wali sementara Eun Ok pun menceritakan apa yang terjadi pada Eun Ok, “Tampaknya dia membesarkan anak itu di dalam kandang. Ketika saya ke sana setelah menerima laporan, dia sedang bersama anjing di sana. Ini pertama kalinya saya melihat kekerasan terhadap anak seperti itu.”

Kim Do Han dan Yoon Seo merasa miris mendengarnya. Yoon Seo berkomentar dengan iba, “Bagaimana dia bisa melakukan itu kepada anak kecil?” Kim Do Han mengalihkan pembicaraan, yang jelas untuk saat ini yang harus mereka lakukan adalah menstabilkan Eun Ok secara fisik dan mental.

Yoon Seo melihat Shi On di kamar Eun Ok, dia takjub melihat perhatian Shi On pada gadis cilik itu. Di samping Eun Ok, Shi On pun mengenang saat dia menenangkan kelincinya, dia melakukan hal yang sama pada Eun Ok, membelai-belai kepala gadis itu untuk menangkannya.

Kim Do Han dan Yoon Seo berbicara di ruangan Kim Do Han, Kim Do Han Dia bertanya pada Yoon Seo bagaimana hasil pemeriksaan Departemen Kejiwaan terhadap Eun Ok, “Mereka bilang ini adalah tipikalreactive attachment disorder Mirip dengan autisme, Dan tampaknya obyek keterikatannya adalah anjing yang bersamanya di rumah.”

Kim Do Han bertanya lagi pada Yoon Seo, mereka punya ruang isolasi kan? Yoon Seo mengiyakan… Jadi sepertinya Eun Ok harus dirawat di ruang isolasi karena kondisi khususnya.

Di luar Shi On tampak cemas dan gelisah, akhirya dia memutuskan untuk menerebos masuk ke ruangan Kim Do Han (bukan karena cemburu ya sodara-sodara) Yoon Seo kaget melihat keberanian Shi On. Kelakuan Shi On tentu saja memancing kemarahan Kim Do Han.

“Kata siapa kau boleh masuk tanpa mengetuk pintu?” Kim Do Han bertanya dengan nada membentak seperti biasanya.

Shi On gugup dan cemas, dia meminta maaf karena kelancangannya, “Maafkan aku.”

Yoon Seo bertanya, “Ada Apa?”

“Aku ingin menjadi Dokter yang menangani Eun Ok. Aku ingin merawatnya selama 24 jam setiap hari.”

Yoon Seo kaget mendengar keinginan Shi On, dia berkata pada Shi On, “Dengar, seharusnya kau katakan itu padaku dulu. Bagaimana kau bisa mengatakannya langsung kepada profesor?”
 
Shi On tidak mempedulikan pendapat Yoon Seo, dia berkata pada Kim Do Han, “Kita tak boleh terus memberikan Lorazepam untuk mengurangi sakit dan menenangkannya. Jika dia tertidur nyenyak,
dia akan menjadi lebih cemas. Itu lebih menyusahkan. Karena pola tidur hewan berbeda dengan manusia,...”

Yoon Seo membelalakan matanya mendengar perkataan Shi On pada Kim Do Han, padahal dia sudah memperingatkan Shi On untuk tidak menjelaskan hal semacam itu pada Profesor mereka.

Kim Do Han menatap kesal pada Shi On, “Park Shi On. Ini bukan Departemen Psikologi tapi Departemen Pediatri” Shi On sangat tahu hal itu, tapi menurut Shi On, Eun Ok,, butuh dokter yang bisa berkomunikasi dengannya.

Kim Do Han mendelik, “Maksudmu kau bisa melakukan itu, 'kan?”

Shi On menjawab dengan mantap, “ Ya”
Shi On kemudian berkata, “Saat masih kecil, aku juga bicara dengan kelinci. Tak sulit bagiku untuk memahami hewan. Hewan mengeluarkan gelombang theta,... Jadi jika manusia menyesuaikan dengan gelombangnya...”

Kim Do Han terlihat tidak tertarik dengan penjelasan Shi On, dia langsung memotong perkataannya, “Cha Yoon Seo… Tetapkan Hong Kil Nam sebagai Dokter yang menangani Eun Ok.”

Cha Yoon Seo tahu bahwa profesornya itu tidak peduli pada Shi On, dan cenderung tidak menyukainya, tapi sikapnya kali ini benar-benar dingin, “Profesor…”

Shi On tidak patah arang dia berusaha menyatakan keingiannya, “Aku juga bisa merawat Eun Ok dengan baik.” Kim Do Han menjadi kesal dan menyuruh Shi On keluar dari ruangannya. Shi On tetap diam dan ini membuat emosi Kim Do Han semakin memuncak, “KELUAR!” Shi On jadi ketakutan dan segera keluar.

Yoon Seo menatap miris pada profesornya itu, “Maaf, aku juga berpikir bahwa Eun Ok sedikit bersahabat dengan dr. Park...” Kim Do Han semakin tidak senang, “Kau juga keluar” Yoon Seo maski berdiam diri, “Kau tidak dengar?” Kim Do Han tambah kesal karena memendam emosinya. Yoon Seo menyerah, dia pun segera keluar.

Yoon Seo menarik Shi On, “Sudah kubilang jangan berkata seperti itu dihadapan profesor, 'kan? Apa kau akan terus memperlakukan Eun Ok seperti anjing? Gangguan yang saat ini dialami Eun Ok adalah...”

Reactive attachment disorder. Gadis Serigala Siberia. Pria bersuara burung. Vanya Yudin...” ujar Shi On memotong perkataan Yoon Seo.

“Nah, itu kau sudah tahu. Maka kau harus memperlakukannya sesuai dengan apa yang kau pelajari di buku.” Yoon Seo memberi saran pada Shi On.

Park Shi On berpendapat, “Penyakit hati tak dapat diobati oleh buku. Penyakitku juga tak bisa diobati dengan buku. Direktur selalu bersamaku. Dia menjadi teman bagiku. Eun Ok tak bisa bicara, 'kan? Kita tak bisa tahu apa yang dia inginkan atau apa yang ingin dikatakannya. Tapi itu sangat memungkinkan untuk diketahui. Apa yang diinginkan oleh Eun Ok.”

Yoon Seo tertegun mendengar jawaban Shi On, dia tahu Park Shi On benar. Dia semakin takjub pada pemikiran Shi On, tiba-tiba ponselnya berdering. Panggilan dari Kepala Perawat, ada masalah dengan Ya Eun.

Yoon Seo sudah berada di kamar Ya Eun dan mendengarkan anak itu, “Katakan sekali lagi. Di mana yang sakit?” Ya Eun menunjukan bagian yang terasa sakit, “Di sini, rasanya seperti ang cheung ang cheung...wung wung. Seperti itu.”

Yoon Seo bingung, ang cheung ang cheung wung wung? Ibu Ya Eun mengeluh, Ya Eun Sudah seperti ini sejak beberapa hari yang lalu. Yoon Seo merasa bingung, hasil tes Ya Eun tidak menunjukkan hal yang salah. Ibu Ya Eun menjadi cemas, apakah ada masalah lain? Buang Angin dan BABnya lancar, konsumsi makannya pun tidak bermasalah. Yoon Seo merasa tidak ada masalah, dia sangat bingung dengan keluhan Ya Eun.

Tanpa Yoon Seo sadari sejak tadi Shi On mengangguk-angguk mendengar keluhan Ya Eun, Shi On bertanya pada Ya Eun, “Apakah mungkin... Setelah ang cheung ang cheung wung wung,... Saat malam, terasa woong woong ang geul ang geul?”

Ya Eun bersorak gembira, “Ya, dokter benar! Saat malam, woong woong ang geul ang geul, Goo-roo-roong goo-roo-roong, rasanya seperti itu.”

Shi On sepertinya sangat memahami kondisi Ya Eun, “Jika terasa goo-roo-roong goo-roo-roong, saat malam, kau juga sulit tidur, 'kan?” Sekali lagi Ya Eun membenarkan dengan wajah sumringahnya, “Dokter Benar!”

Yoo Seo dan Ibu Ya Eun jadi bingung, akhirnya Yoon Seo bertanya, “Apa yang sebenarnya kalian bicarakan?”

Shi On pun menjelaskan kondisi Ya Eun, “Berdasarkan proses pemulihan luka di area bekas operasi,... Pembuluh darah baru terbentuk dan kolagen terakumulasi,... Itu semua karena lukanya telah sembuh. Itu sebabnya terasa gatal dan menggelitik di dalam. Khususnya, pada malam hari, inderanya menjadi tajam. Jadi dia mengalami sesuatu yang terasa seperti sakit”

Shi On mendapat tatapan takjub dari orang-orang di sekitar tempat tidur Ya Eun. Ibu Ya Eun yang terlihat bingung dan tidak yakin pada Shi On bertanya pada Yoon Seo, “Aapakah,, yang dikatakan dokter ini benar?”

Yoon Seo meringis dan berkata, “Ya, ada kemungkinan seperti itu. Namun, tak ada rasa sakit yang parah. Aku akan terus mengawasi kondisinya.”

Shi On pun mendapat sorakan penuh kekaguman dari para pasien anak teman Ya Eun karena berhasil menterjemahkan apa yang dirasakan Ya Eun dan juga menjeleskan keadaannya.

Shi On sedang berjalan ketika Ya Eun memanggilnya, “Dokter!” dengan infuse dorongnya Ya Eun menghampiri Shi On dan Shi On pun berbalik pada Ya Eun, “Terima kasih sudah memahami apa yang kukatakan.” Shi On mengangguk mengiyakan, “Yang waktu itu juga” lanjut Ya Eun sambil melakukan gerakan mengetuk pintu surga ala Shi On.

Shi On melakukan hal yang sama dan kembali mengangguk. Ya Eun kemudian memberikan dua Sosis pada Shi On, “Jika dokter punya pacar, berbagilah dengannya.” Shi On menerima dengan gugup. Pacar? Hmm…

Dari kejauhan bibi kantin yang ternyata ibu Shi On memparhatikan adegan itu. Dia tersenyum bangga dan bergunam dalam hati, “Terima kasih. Terima kasih banyak. Karena sudah tumbuh besar dengan baik seperti ini.” Namun hanya itu saa yang bisa dilakukannya, dia memilih untuk tidak menemui Shi On.

Yoon Seo sedang memberi instruksi pada Sun Joon saat ibu Shi On datang memberikan kotak makanan pada para suster di bangsal Anak. Setelah selesai berbicara dengan hobaenya, Yoon Seo memperhatikan ibu Shi On dan mengenalinya sebagai bibi yang memberikan makanan untuk Shi On tempo hari.

Yoon Seo mendekati para suster dang bertanya makanan apa itu? Para Suster berkata, “Ini dari karyawan kantin. Untuk kami dan para dokter disini” Yoon Seo menatap makanan itu, kemudian menatap ke arah Ibu Shi On pergi dengan curiga. Ada apa yang aneh dengan karyawan kantin itu.

Woo Il Kyu membakti (atau menjilat?) pada dr. Go dengan memberikan minuman selepas mereka melakukan operasi. dr. Go bertanya, “Kenapa aku tak pernah melihat Hong Kil Nam? Dia bahkan tak datang ke ruang operasi.”

Il Kyu meringis dan berkata bahwa Hong Kil Nam ditunjuk sebagai dokter dari gadis yang seperti anjing itu. Jadi.. dia sedikit sibuk.

“Anak yang mengalami kekerasan? Apa dia menderita kelainan urachus?” tanya dr. Go mencoba mengingat-ngingat. Il Kyu membenarkan dan berkata bahwa mereka sama sekali tidak bisa berkomunikasi dengannya. Il Kyu khawatir akan timbul masalah.

Dr. Go pun mencibir, “Itu sebabnya mereka harus meninggalkannya di Departemen Kejiwaan. Kenapa mereka merawatnya di departemen kita?” Tapi Il Kyu bisa apa?

Setelah Il Kyu pergi, WaPresdir Kang Hyun Tae menemui dr. Go. “Kau disini rupanya” dr. Go menoleh dan menatap orang yang kedudukannya lebih tinggi di RS ini, Kang Hyun Tae berkata padanya, “Ah, iya. Mengenai kasus pengaduan Park Shi On, telah diputuskan tidak pernah terjadi.”

dr. Go kaget dan bertanya, “Kenapa?” dengan bijak WaPresdir Kang bertanya padanya, “Kau tahu satu per satu sponsor menghentikan bantuannya, 'kan? Jika masalah internal RS diketahui pihak luar,... Situasinya akan semakin memburuk, itu alasannya.”

dr. Go tidak terima, “Walau begitu, kau tahu aku bekerja keras untuk menciptakan kesempatan itu?”

WaPresdir Kang tersenyum kecil, Haa,,, akhirnya d. Go mengaku juga, “Kasus pengaduan itu... Ketua Yayasan Lee yang menyuruhmu mengusahakannya, 'kan? Tak apa-apa bermain curang tanpa sepengetahuanku. Tapi kau harus melakukannya dengan rapi.”

dr. Go tidak menyerah, “Walau kita menutup kasusnya, para wali pasien takkan tinggal diam.”

WaPresdir Kang tersenyum dengan tenang, “Aku sudah membereskan masalah itu. Untungnya, semua berjalan dengan baik dengan para wali pasien.”

Setelah WaPresdir Kang, dr. Go hanya bisa menatap tak percaya. Apakah semua usahanya  untuk membuat surat pengaduaan tentang ketidak layakan Shi On akan sia-sia begitu saja?

Kim Do Han dan Yoo Chae Kyung sedang berbincang di kantor Chae Kyung, “Cabang?”Kim Do Han bertanya tetang apa yang dikatakan Chae Kyung tentang pemindahan departemen Pediatri ke cabang di Ulsan.

Chae Kyung berkata, “Itu yang dikemukakan selama rapat. Menurut Kim Jae Joon, ada begitu banyak pasien di sana,... Tapi hasil penelitian tak menunjukkan seperti itu. Mungkin ini cara mereka untuk menyingkirkan departemen Pediatri secara alami?”

Kim Do Han tidak paham dengan semua ini, “Apa hubungan antara penghentian dukungan sponsor dengan Departemen kami?”

Chae Kyung tidak habis pikir, “Apa kau benar-benar tak tahu? Jika ada masalah keuangan, Mereka akan menarik dukungan dimulai dari Departemen kalian yang merugi. Dan cepat atau lambat akan lenyap.”
Chae Kyung melanjutkan penjelasannya, “Contohnya Departemen Bedah Ortopedi Anak, Departemen Bedah Toraks Anak, Departemen Kejiwaan Anak. Setiap tahun, selalu berkurang dan lenyap.Mungkin tampak seperti masalah bagi Departemen kalian, Tapi kau sendiri tahu bukan itu.
“Para anggota Direksi Yayasan menggunakan Park Shi On untuk menjatuhkan Direktur. Yang terburuk adalah kau telah menjadi target Kim Jae Joon. Dimana dia sangat berpengaruh di RS kita. Direktur, Park Shi On, kau... Dan Departemen Pediatri, semuanya menjadi target.”

Kim Do Han tidak ingin peduli, “Biarkan mereka melakukan apapun yang mereka inginkan. Aku tetap pada jalanku.”

Chae Kyung mengeluh, “Jika kau berhenti bekerja di Departemen bedah anak ketika aku menyuruhmu,... Kau tak akan terlibat dalam situasi seperti ini.”

Kim Do Han terlihat tidak senang mendengar perkataan tunangannya itu dan Chae Kyung tahu itu, “Tolong dengarkan aku kali ini walau kau tak senang. Aku tak bisa membiarkanmu seperti ini. Apapun yang terjadi, aku akan membuatmu menjadi yang terbaik, dengan tanganku sendiri.”

Kim Do Han jelas makin tidak senang, jangan lupa dia memiliki Prestise yang sangat tinggi, “Aku bukan orang yang dibentuk oleh orang lain. Aku akan melakukannya sendiri.”

Chae Kyung tidak setuju dengan jawaban Kim Do Han, “Kau tak boleh puas hanya dengan menjadi ahli bedah. Kau harus memiliki visi yang lebih luas dan...”

“Cha Kyung-a” perkataan Chae Kyung terpotong saat Kim Do Han menyebutkan namanya,

“Chae Kyung. Untuk sekali saja,... Tak bisakah kau merasa bangga atas apa yang kulakukan? Aku hidup dengan itu. Bukan dengan ego, melainkan harga diri.”

Chae Kyung langsung bungkam mendengar perkataan Kim Do Han. Dia tak sadar jika perkataannya telah menyakiti Prestise tinggi milik tunangannya itu.

Eun Ok akan dipindahkan ke ruang isolasi. Shi On dan Hong Kil Nam mengantarnya. Di dekat meja informasi suster, Suster Kepala dan Perawat Jo meghampiri tempat tidur dorong Eun Ok.

“Gadis malang. Kenapa dengan wajahnya?” Perawat Jo iba melihat keadaan Eun Ok, saat dia dan suster kepala mendekati Eun Ok, dia menyadari sesuatu, Eun Ok sangat bau. Hong Kil Nam sudah tidak tahan dengan hal itu, Indera penciuamannya sudah sangat terganggu.

Suster kepala pun berinisiatif, “Sebelum dia pergi, kita harus memandikannya.” Dia menatap dua perawat penggosip yang berada di meja informasi, “Perawat Kim dan Perawat Lee” kedua perawat itu saling pandang dan bertanya, “Ya? Apakah kami yang harus memandikannya?” tanya salah satunya terdengar enggan.

“Apa harus aku?” bentak Kepala Perawat pada kedua anak buahnya.

Shi On langsung angkat bicara, “Jika dia tiba-tiba terkena air, dia akan bangun dan sangat kaget.” Hong Kil Nam berteriak pada Shi On, “Dokter Park, jangan mengganggu kami. Diam saja.” Shi On pun langsung bungkam.

Perawat Kim dan Perawat Lee terlihat sangat enggan memandikan Eun Ok, “Kepala perawat, Kami akan melakukannya jika kami bisa, tapi... Kurasa ini diluar kemampuan kami.”

Kepala Perawat menatap gemas pada kedua bawahannya itu, kemudian dia menatap Perawat Jo, dengan enggan Perawat Jo pun berkata, “Aku mau melakukannya, tapi dia seorang gadis remaja.”

Kepala perawat semakin geram akhirnya hanya bisa berteriak, “Kalian semua lemah!” walhasil, Kepala perawatlah yang harus melakukan semua itu.

Beberapa menit kemudian. Terdengar keributan dari kamar mandi. Kepala Perawat keluar dengan wajah panik, dan Eun Ok terdengar mengamuk di dalam sana. Kepala Perawat mulai berteriak meminta bantuan, “Senior! Senior! Senior!!! Ah!” Kepala Perawat menahan pintu kamar mandi karena Eun Ok yang mengamuk ingin keluar.

Kepala Perawat berteriak semakin keras karena Perawat Jo tidak kunjung datang, “SENIOR!” Bahkan suaranya terdengar jadi berubah  “S-E-N-I-O-R!” (ini sih akal-akalan tim produksi Good Doctor saja untuk mendramatisir keadaan, hehehe)

Park Shi On dan Perawat Jo pun akhirnya datang dan melihat keadaan mengenaskan dari kepala perawat yang menahan kenop pintu toilet. Perawat Jo berteriak panik, “Kepala Perawat” Shi On dan Perawat Jo tahu ada yang tidak beres dengan Eun Ok. Kembali mengamuk.

dr. Go kesal setengah mati dan meremas kertas berisi petisi yang telah di tanda tangani oleh para wali pasien untuk pemecatan Park Shi On. Dia kesal karena pada akhirnya usahanya sia-sia. Kemudian dia teringat pada perkataan Il Kyu padanya, bahwa mereka tidak bisa berkomunikasi dengan pasien yang seperti anjing itu, dan dia khawatir akan timbul masalah.

Ting! dr. Go seperti mendapat ide. Kali ini dia akanmembuat masalah. dr. Go menyeringai karena mendapatkan ide itu, “Benar. Aku akan menyelesaikannya tepat pada saat ini.”

Chae Kyung dan Direktur Choi berbincang di ruangan Direktur, “Chae Kyung. Kau tahu Presdir sedang dalam kesulitan sekarang, 'kan?” Dengan terlihat tak peduli Chae Kyung berkata, “Itu bukan urusanku” Direktur Choi kaget mendengarnya, “Apa maksudmu?”

“Walau kau tak suka padanya, menemaninya di saat masa sulitnya, Itulah yang seharusnya dilakukan keluarga.” Direktur Choi mengingatkan.

Chae Kyung menatap dingin Direktur Choi, “Apa anda tahu siapa yang tidak aku sukai melebihi Presdir?”

Direktur Choi menatap miris pada Che Kyung, seolah mengetahui jawabannya bahwa dialah orang yang lebih tidak disukai Chae Kyung.

“Benar. Anda Direktur” tak lama kemudian Chae Kyung meralat jawabannya, “Bukan. Kau, Ajussi” suara Chae Kyung terdengar terluka saat mengatakan ‘Ajussi’ pada direktur Choi.

“Entah dengan yang lain, Tapi kupikir kau takkan setuju ayahku menikah lagi. Karena kau adalah orang
yang paling mengerti diriku.” Chae Kyung menyuarakan rasa terlukannya di masalalu.

“Sama seperti aku memahamimu, kebahagiaan mereka juga sama pentingnya.” Direktur Choi beralasan pada keputusannya saat itu.

Chae Kyung kembali merajuk, “Demi kebahagiaan mereka, penderitaanku diabaikan”

Direktur Choi semakin merasa bersalah pada Chae Kyung namun dia merasa harus berusaha memberi Chae Kyung pengertian, “Chae Kyung-a”

“Presdir, yang sudah kuanggap sebagai bibiku, Direktur, yang sudah kuanggap sebagai pamanku, Pada saat itu, aku merasa memiliki segalanya jika kalian ada bersamaku. Karena kalian lebih dari keluarga bagiku, dan anda satu-satunya tempatku bersandar.” ujar Chae Kyung dengan sedih. (wah,,, dulu Chae Kyung sayang nih sama Presdir Lee, tapi berbalik benci karena wanita itu menjadi ibu tirinya?)

“Tak ada yang berubah. Kita tetap keluarga” Direktur Choi mengingatkan.

Chae Kyung tak menggubris dan semakin dingin, “Atas nama keluarga, Nn. Lee Yeo Won memperoleh seluruh Yayasan Sung won.”

Direktur berkata, saat itu tidak ada pilihan lain demi menjaga stailitas yayasan. Chae Kyung tidak peduli, dia tetap teguh pada pendiriannya, “Aku akan mendapatkannya kembali. Yayasan dan harga diriku.”

Yoon Seo melihat anak-anak yang mengintip ke kamar Eun Ok, dia tersenyum melihat tingkah mereka yang penasaran pada Eun Ok. Yoon Seo menghampiri mereka kemudian menyapa para pasien ciliknya, “Anak-anak.” semuanya menolah pada si dokter cantik itu.

“Kalian tak boleh mengintip seorang gadis. Gadis di dalam mungkin akan merasa kurang nyaman. Paham?” Yoon Seo mengingatkan mereka. Anak-anak tampak kecewa denga teguran sang dokter, padahal mereka ingin lebih lama melihat Eun Ok.

Yonn Seo pun menggiring mereka semua untuk kembali ke bangsalnya masing, “Ayo..”
Setelah memastikan mereka pergi dari sana, Yoon Seo menatap Eun Ok, Shi On dan Perawat Jo di dalam sana.  Kemudian memutuskan masuk ke dalam dan melihat keadaan Eun Ok.

Kini Eun Ok sudah bersi, rapi dan cantik. Namun jiwanya tentu saja tetap seperi werewolf girl.
Yoon Seo akhirnya membujuknya untuk naik ke tempat tidur, “Eun Ok, naiklah ke tempat tidur. Ya? Ya, Eun Ok. Kasurnya sangat empuk dan nyaman.”

Eun Ok sama sekali tidak menggubris, mengerti saja tidak dengan apa yang dikatakan perawat Jo padanya. Merasa frustasi, Perawat Jo pun berkomentar, “Kurasa pikirannya terganggu karena pengaruh obat.”

Shi On tahu yang harus dia lakukan, dia mengambil jurus anjingnya lagi untuk menarik perhatian Eun Ok ,
Kepala Perawat bertanya dengan bingung, “Dr. Park, apa yang sedang kau lakukan?” Sementara itu Yoon Seo meminta perawat Jo untuk diam dan membiarkan Shi On melakukan apa yang dimulainya.
Shi On merangkak mendekati Eun Ok dan bertingkah ala-ala anjing, dia mendekati tempat tidur dan meminta Eun Ok untuk naik ke tempat tidur dengan bahasa isyarat para anjing. Berhasil! Eun Ok mengerti maksud Shi On dan akhirnya naik ke tempat tidur.

Kim Do Han dan Hong Kil Nam masuk ke dalam ruangan Eun Ok setelah Eun Ok berada di atas tempat tidur, tanpa mempedulikan keadaan di dalam kamar Eun Ok, Kim Do Han langsung memerintah, “Ikat tangan dan kaki Eun Ok, dan letakkan pengaman di dalam mulutnya.” Yoon Seo kaget da bertanya, “Bagaimana kita bisa mengikat seorang anak?”

“Eun Ok akan segera dioperasi” Kim Do Han memberi informasi.
“Jika dia mengamuk dan terluka, area di mana operasi akan dilakukan mungkin akan memburuk. Dan resiko menciderai diri sendiri juga tinggi. Kalau begitu kita perlu berkonsultasi dengan Departemen Kejiwaan.” Shi On  memberikan pendapat.

Kim Do Han berkata dengan dingin, “Ini instruksi dari Psikiater Professor Song, bukan aku. Cepat, ikat dia.”
“Jika tak bisa bergerak, dia akan merasa lebih sakit.” Shi On mulai bersuara. Kim Do Han menatapnya dan bertanya, “Siapa yang menyuruhmu untuk berada disini?”

Shi On tidak menanggapi pertanyaan Kim Do Han dan melanjutkan pendapatnya, “Kita harus membelainya. Kita harus menidurkannya di lengan kita.” Kim Do Han menjadi kesal dan lagi-lagi berteriak pada Shi On, “Hentikan omong kosongmu dan keluar!”

Tentu saja Shi On tidak segera menggubris perintah profesornya dan tetap berada di kamar Eun Ok. Sebelum Kim Do Han kembali mengusirnya, ponsel Kim Do Han berdering.
Kim Do Han mengangkatnya, ternyata dr. Go yang menelpon, “Profesor Kim. Ganti dokter yang merawat Lee Eun Ok menjadi Dokter Park Shi On.”  Kim Do Han kaget mendengarnya dan menatap Shi On yang masih berada di kamar Eun Ok.

Kim Do Han dan Yoon Seo menemui dr. Go di ruang staf Departemen Pediatri. dr. Go mengemukakan alasannya memilih Park Shi On menjadi dokter Eun Ok, “Kudengar dia menderita pseudo-autisme atau sesuatu seperti itu. Karena Park Shi On mengalami hal yang sama, dia bisa sangat berguna bagi perawatannya.”

Raut wajah Kim Do Han mengeras, tentu saja dia menolak keputusan ini, “Sudah diputuskan dokternya adalah Hong Kil Nam.” dr. Go merasa tak ada salahnya jika seorang pimpinan untuk mengubah keputusan itu.

“Apa sebenarnya motif anda melakukan ini?” Kim Do Han tidak percaya pada dr. Go, dia pasti merencanakan sesuatu. Dr. Go tampak tersinggung dan bertanya, “Apa maksudmu. Tentu saja demi pasien”

Dengan gambling Kim Do Han bertanya, “Apa anda berharap Park Shi On membuat masalah yang lebih besar?”

dr. Go mengelak, “Apa maksudmu, itu konyol. Jangan berlebihan.” Kim Do Han merasa dr. Go tidak tulus, dr. Go jadi kesal dan bertanya apakah Kim Do Han bermaksud untuk mengabaikan perintah atasannya? Apakah Kim Do Han ingin berurusan dengan komite disiplin lagi?

Dengan lantang Kim Do Han berkata, “Jika diperlukan, akan aku lakukan” dr. Go jadi geram dan mengingatkan Kim Do Han, “Apa kau tak tahu keadaan RS saat ini? Masa depan Departemen kita suram. Tak ada kejelasan. Tapi kau tetap membuat masalah hingga orang-orang terus membicarakannya? Profesor Kim, sikapmu yang seperti ini tak baik bagi Direktur.”

Mendengar kata-kata dr. Go sebelum pergi dari ruang staf, Kim Do Han langsung bungkam. Yoon Seo cemas dan akhirnya bertanya, “Apa yang harus kita lakukan?” Apalagi? Kim Do Han tahu dirinya tidak punya pilihan lain.

“Tetapkan Park Shi On sebagai dokternya” Yoon Seo terlihat tidak senang mendengarnya, apalagi saat Profesornya itu melanjutkan ucapannya, “Kau juga menginginkan hal itu kan?”

Yoon Seo jadi tidak enak hati, “Aku tak enak jika kau mengatakannya seperti itu.” Raut wajah Kim Do Han semakin mengeras, dia tidak tahu apalagi yang harus dilakukannya, “Jadi apa yang seharusnya kulakukan?” Yoon Seo juga tidak tahu, tapi satu hal yang dia tahu dengan jelas, keputusan Kim Do Han menetapkan Shi On menjadi dokter Eun Ok, bukan didasari atas keikhlasan hatinya.

Yoon Seo menemui Shi On, yang sudah tahu bahwa dirinya telah ditetapkan menjadi dokter yang akan menangani Eun Ok. Shi On jalam mondar mandir, terlihat jelas bahwa dia sangat gembira dengan hal ini. Yoon Seo tersenyum melihatnya lalu bertanya, “Apa kau senang telah menjadi dokter yang akan menangani Eun Ok?” Dengan mantap Shi On menjawab, “Ya”

Yoon Seo juga ikut senang melihat Shi On yang begitu gembira, “Kemarilah” Yoon Seo meminta Shi On untuk duduk disampingnya. Shi On pun menurut saja.

Yoon Seo mulai memberikan beberapa nasihat pada Shi On selama dia menjadi dokternya Eun Ok, “Kau harus berhati-hati dan melakukannya dengan baik. Kau tak boleh melakukan kesalahan. Sekalipun. Mungkin ini kesempatan terakhirmu.” Shi On paham benar maksud Sunbae nya itu dan mengiyakan semua nasihatnya.

“Seperti memegang tali tarik tambang saat pertandingan waktu SD. Kau harus memusatkan perhatianmu, paham? Yoon Seo mengatakannya sambil menatap gemas pada Shi On. Dia memegang kedua pipi Shi On hingga bibir Shi On terkerucut di wajahnya,  “Aku mempercayaimu. Benar-benar mempercayaimu.”

Tak tahan diperlakukan dengan begitu perhatian oleh sunbae nya, Park Shi On lagi-lagi cegukan. Karuan saja ini membuat Yoon Seo merasa heran, “Ngomong-ngomong, kenapa kau selalu cegukan setiap kali melihatku? Apa kau merasa ingin muntah setiap melihatku?” Yoon Seo merasa ada yang tidak beres dengan cegukan Shi On, dia bahkan mencium bau tubuhnya, takutnya dia bau hingga membuat Shi On segukan seperti itu. Tapi Shi On menyangkal pertanyaan Yoon Seo dengan menjawab tidak untuk kedua pertanyaan Sunbae nya itu.

Shi On kemudian mengeluarkan sesuatu dan menyodorkan nya pada Yoon Seo, “Ah, ini” sosis pemberian Ya Eun. Yoon Seo bingung, “Apa ini?” Shi On jadi gugup dan menjawab, “Ini hanya… Ini.. Silahkan dinikmati” Yoon Seo tidak bertanya lagi, dia menerima sosis pemberian Shi On dengan tertawa bahagia. Sementara itu, Shi On masih saja cegukan akibat sentuhan Yoon Seo di pipinya.

(Ingat Ya Eun meminta Shi On untuk berbagi dengan pacarnya, lalu apa maksudnya? Apakah Shi On sudah menganggap Yoon Seo itu pacarnya #abaikan)

Related Posts by Categories

0 komentar: